Kamis, 05 Februari 2009

MENYELAMATKAN JURU SELAMAT


MENYELAMATKAN JURU SELAMAT
Oleh : DR. H. Sanihu Munir, SKM, MPH.
Janganlah menyembah jikalau tdk mengetahui siapa yg disembah,jika engkau tdk mengetahui siapa yg disembah akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia. (Syekh Siti Jenar)
A. Pengertian Juruselamat
001. TANYA:Apa arti kata "Juruselamat"?JAWAB:Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1988, Juru Selamat berarti: 1) orang yang menyelamatkan atau bertindak sebagai penolong dalam kesukaran; 2) penyelamat
002. TANYA:Apa yang dimaksud dengan "Juruselamat" dalam ajaran Kristen?JAWAB:Penyelamatan manusia melalui kematian atau darah Kristus, berdasarkan ajaran Paulus dan diperkuat oleh para pemimpin Gereja sesudahnya.a. Paulus menyatakan bahwa semua orang berdosa."Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dunia oleh satu orang, dan oleh dosa Itu juga maut, begitulah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa."(Roma. 5:12).b. Manusia dikuasai dan dikontrol oleh setan, sebagaimana dijelaskan oleh Minard J Erickson dalam bukunya "Christian Theology", halaman 793."Satan established control over man... Satan now is the governing power in the world. As world ruler, his right can not simply be set aside."(Setan menguasai manusia... Saat ini setan adalah yang berkuasa memerintah di dunia. Sebagai penguasa dunia, dia memiliki hak-hak yang tidak bisa dianggap sepele)c. Setan hanya mau membebaskan manusia kalau ditebus dengan darah Kristus. Perhatikan pernyataan Paulus dalam Suratnya kepada jemaatnya di Efesus."Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu penebusan dosa" (Efesus 1:7)Origen dalam "Commentary on Matthew 13:28" menjelaskan bagaimana setan menuntut darah Kristus sebagai tebusan untuk membebaskan manusia yang dia kurung."Now it was the devil that held us, to whose side we had been drawn away by our sin. He asked, therefore, as our price the blood of Christ"(Sekarang setanlah yang membelenggu kita, dimana kita telah terasing jauh gara-gara dosa-dosa kita. Oleh karena itu dia menuntut darah Kristus sebagai tebusan kita).d. Allah mencintai dan ingin menyelamatkan manusia."Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)Perhatikan pernyataan Paulus kepada jemaatnya di Korintus tentang bagaimana "taatnya" Allah kepada tuntutan Setan."Sebab kamu telah dibeli (oleh Allah) dan harganya telah lunas dibayar (kepada setan dengan darah Kristus): Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (I Korintus 6:20)Dukungan Origen terhadap pernyataan Paulus tentang ketaatan Allah memenuhi tuntutan Setan ini dapat dilihat dalam komentarnya terhadap Matius 13 :28 dalam buku Christian Theology halaman 793:"To whom this ransom paid? Certainly not to God. He would not pay a ransom to himself. Rather, it must have been paid to the evil one, for it was he who held us captive until the ransom, namely, the soul of Jesus, was paid... So the ransom was detemined by, paid for, and accepted by Satan"(Kepada siapa tebusan ini dibayar? Sudah tentu bukan kepada Allah. Dia tidak mungkin membayar tebusan kepada dirinya sendiri. Akan tetapi ia haus dibayar (oleh Allah) kepada kejahatan. karena dialah yang membelenggu kita sampai tebusan, yakni nyawa Yesus, dibayar... Oleh karena itu tebusan ditetapkan, dibayarkan kepada dan diterima oleh Setan)
003. TANYA:Dari mana Paulus mendapatkan ajaran penebusan dosa dengan darah Kristus ini?JAWAB:Paulus dilahirkan di Tarsus. Tarsus merupakan Pusat penyembahan Dewa. Mithra seperti yang dijelaskan oleh A.N. Wilson dalam bukunya "Paul the Mind of the Apostle" halaman 25:"Archeologists show that Tarsus was a centre of keen Mithraic worship until the downfall of the Empire. The most distinctive feature of Mithraic worship is that the initiates either drank the blood of the sacred bull or drank a chalice of wine as a symbol representation of blood"(Arkeolog memperlihatkan bahwa Tarsus adalah pusat kegiatan Penyembahan Dewa Mithra sampai dengan keruntuhan Kerajaan (Romawi). Ciri yang paling jelas dari penyembahan Dewa Mithra adalah upacara meminum darah sapi atau meminum secangkir anggur yang melambangkan darah).Kalaupun orang tua Paulus adalah orang Yahudi yang mengharamkan darah, tetapi karena Paulus sejak kecil sudah terbiasa dengan upacara penyembahan berhala ini, sehingga baginya, darah sudah merupakan sumber kekuatan dan penebus dosa sesuai dengan ajaran penyembah Dewa Mithra dan Dewa Herakles.Ini dapat kita saksikan dalam Suratnya kepada Jemaat di Korintus:"Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kitapecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?" (1 Korintus 10:16)"Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu." (Lukas 22: 19-20)Ajaran ini sedemikian di dramatisasi sehingga Gereja tidak memberi peluang kepada mereka yang ingin menafsirkannya secara simbolis. Ini dapat dilihat dari keputusan Sidang Gereja di Trent sebagaimana dikutip Ralph Edward Woodrow dalam bukunya Babylon Mystery Religion, halaman 166, yang menyatakan sebagai berikut:"The Council ordered pastors to explain that not only did the elements of the Mass contain flesh, bones and nerves as part of Christ, but also a whole Christ"(Sidang Gereja memerintahkan para pastor untuk menjelaskan kepada jemaat bahwa dalam Misa, bukan hanya mengandung daging, tulang dan syarafnya Kristus, tetapi keseluruhan Kristus)Dewa Herakles menyembelih sapi. Darahnya melambangkan kehidupan baru sesudah mati. (bangkit dari antara orang mati) Ajaran ini mirip dengan penyembah dewa Adonis di Siria, dewa Thammuz di Babilonia dan dewa Osiris di Mesir.Setiap musim gugur, remaja Paulus menyaksikan upacara menyambut kematian dewa Mithra (dewa Matahari) yang akan mati selama musim dingin, dan kemudian akan hidup kembali pada tanggal 25 Desember setelah matahari mulai bergerak naik dari Garis Balik Selatan menuju musim semi. Dari prasasti purbakala yang ditemukan di Tarsus memperlihatkan bahwa Dewa Herakles yang mati dan bangkit kembali dianggap sebagai Juruselamat.
004. TANYA:Apakah Allah mewahyukan ajaran Juruselamat kepada Yesus?JAWAB:Benar, Allah mengajarkan kepada Yesus tentang satu-satunya Juruselamat, yakni Allah sendiri, bukan diri Yesus."Beginilah firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." (Yesaya 44:6)"Beginilah firman Tuhan, Penebusmu,..." (Yesaya 44:24)"Tidak ada yang lain, tidak ada Allah (Tuhan) selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku " (Yesaya 45:21)"Bukan setiap yang berseru kepada-Ku: Tuhan (Tuan), Tuhan (Tuan)! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku (Allah) di sorga " (Matius 7:21)"Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Matius 19:17)
005. TANYA:Apakah Yesus pernah mengajarkan kepada murid-muridnya atau mengkhotbahkan kepada umatnya Israel bahwa dirinya telah dinobatkan sebagai Juruselamat umat manusia?JAWAB:Yesus tidak akan mungkin mengajarkan kepada murid-muridnya maupun kepada umatnya bahwa Allah telah menobatkannya sebagai Juruselamat dan bahwa darahnya akan dibayarkan oleh Allah kepada setan sebagai penebus dosa manusia. Yesus adalah guru/ustadzYahudi. Dia mengajarkan hukumTaurat kepada murid-muridnya maupun umatnya. Diantara ajaran tersebut adalah mengharamkan darah sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Imamat."Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung, ataupun darah hewan. Setiap orang yang memakan darah apapun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya " (Imamat 7:26-27) Baik murid-murid maupun umatnya Yahudi, tidak pernah berkeyakinan bahwa mereka telah jatuh ke dalam dosa abadi dan bahwa hanya Yesuslah satu-satunya yang akan menyelamatkan mereka melalui darahnya di tiang salib
006. TANYA:Apakah Allah pernah mewahyukan kepada para nabi sebelum Yesus bahwa semua manusia termasuk para nabi yang dilahirkan ke dunia ini sebagai anak cucu Adam, terbelenggu dalam dosa waris, yang hanya dapat ditebus dengan darah Yesus?JAWAB:Tidak pernah. Sebelum hadirnya Paulus dimuka bumi ini, tidak satu pun Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Isa as. yang mengajarkan kepada Bani Israil bahwa akan datang manusia bernama Yesus akan menjadi Juruselamat, menebus dosa manusia.Orang Israel memahami satu-satunya Juruselamat adalah Allah SWT. Kalau kemudian orang Israel menyembelih domba untuk penebusan dosa, karena sesuai dengan firman Allah dalam Kitab Imamat"Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus menga-dakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan." (Imamat 23:27)
007. TANYA:Apakah Allah pernah mewahyukan kepada para nabi sebelum Yesus bahwa semua manusia termasuk para nabi yang dilahirkan ke dunia ini sebagai anak cucu Adam, terbelenggu dalam dosa waris, yang hanya dapat ditebus dengan darah Yesus?JAWAB:Tidak pernah. Sebelum hadirnya Paulus dimuka bumi ini, tidak satu pun Nabi mulai dari Nabi Adam as sampai dengan Nabi Isa as. yang mengajarkan kepada Bani Israil bahwa akan datang manusia bernama Yesus akan menjadi Juruselamat, menebus dosa manusia.Orang Israel memahami satu-satunya Juruselamat adalah Allah SWT. Kalau kemudian orang Israel menyembelih domba untuk penebusan dosa, karena sesuai dengan firman Allah dalam Kitab Imamat"Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus menga-dakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan." (Imamat 23:27)
008. TANYA:Siapa yang pertama mengeluarkan ide dan mengumumkan bahwa Yesus adalah Juruselamat?JAWAB:Paulus. Dialah yang pertama menyampaikan kepada orang-orang Yahudi maupun orang-orang Romawi bahwa Yesus mati untuk menebus dosa manusia."Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat." (Galatia 3:13)"Sebab di dalam dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa..." (Efesus 1:7)
009. TANYA:Dari mana bibit ide bahwa Yesus adalah Juruselamat?JAWAB:Ketika Paulus mendengar cerita tentang penyaliban Yesus, yang "katanya" mati, yang "katanya" bangkit kembali, dia yakin bahwa inilah "Kristus Baru" yang 'bangkit dari antara orang mati.' persis seperti dewa Herakles dan dewa Mitra yang dia puja. Paulus dengan cerdik menghubungkan penyaliban Yesus dengan mitos Dewa Herakles yang mengorbankan sapi agar darahnya menjadi penebus dosa dan memberikan kehidupan baru. Perhatikan pemyataan Wilson berikut dalam buku yang sama halaman 27:"Paul was to develop into a richly imaginative, but confused, religious genius who was able to draw out a mythological and archetypical significance from the death of Jewish hero, Jesus of Nazareth"(Paulus menciptakan dengan kekayaan berkhayal, namun membingungkan, keahlian reliji yang memungkinkannya mengaitkan kematian Pahlawan Yahudi, Yesus dari Nazaret, dengan mitos dan model (dewa-dewa Penyembah Berhala).Kemahiran Paulus memainkan kiasan-kiasan untuk menyelipkan ajaran penyembah berhala kedalam kisah kehidupan Yesus, disentil oleh Allah dalam Surah Muhammad:"Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dan kiasan-kiasanperkataan mereka,.." (Muhammad 47:30)
010. TANYA:Apakah orang Yahudi menerima Yesus sebagai Juruselamat?JAWAB:Dari peristiwa penyaliban Yesus orang-orang Yahudi merasa sangat sedih dan kehilangan dengan hukuman penyaliban atas tokoh dan pahlawan mereka. Yesus adalah tokoh dan pemimpin yang diharapkan akan membebaskan Yahudi dari penjajahan Romawi. Mereka merindukan Yesus untuk menjadi Raja sekaligus pemimpin agama. Namun kenyataan pahit yang mereka hadapi ialah bahwa Yesus ditangkap dan dihukum mati dengan penyaliban. Pada saat itu golongan Yahudi terpecah menjadi 2 (dua) golongan :1) Mereka yang menganggap Yesus sebagai Mesias Palsu, karena dia tidak berhasil duduk ditahtaDaud sebagai Raja Israel, malah sebaliknya di ditangkap oleh penguasa Romawi dan dihukum salib2) Mereka yang menganggap Yesus sebagai pahlawan yang membela rakyatnya. Oleh karena itu Yesus pantas dihormati dan dihargai sebagai pahlawan.Golongan Yahudi ini berpandangan sebatas Yesus sebagai Juruselamat yang ingin menyelamatkan umatnya dari penjajah Romawi. Namun disayangkan usahanya gagal dan kandas di tengah jalan. Jadi dalam pemahaman ini, Yesus dianggap "Juruselamaf Yahudi, bukan Juruselamat umat manusia."Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel." (Yohanes 12:13)
011. TANYA:Lalu kalau demikian, siapa yang menafsirkan penyaliban Yesus sebagai penyelamatan umat manusia?JAWAB:Ini adalah pekerjaan Paulus, Pauluslah yang menafsirkan penyaliban Yesus sebagai penyelamat manusia. Menurutnya darah Yesus di tiang salib mirip dengan darah sapi yang menyelamatkan menurut para penyembah dewa Mithra. Wilson dalam bukunya yang sama halaman 166, mengatakan:"Paul's invention of the Christian Eucharist, as an addition to the 'agape meal' or love-feast practiced by all Christians, is of apiece with his understanding of the sacrificial nature of Christ death, which he saw in the same light that the followers of Mithra saw the death of the sacrificial bull. This would have had a powerful appeal to the pagan in Corinth, though it would have been meaningless, and highly distasteful, to the Jews."(Sakramen dalam agama Kristen yang diciptakan oleh Paulus sebagai pelengkap dari 'agape meal' yang dilaksanakan oleh seluruh umat Kristen, sejalan dengan pengertiannya tentang kematian Kristus untuk menebus dosa, yang dia pandang serupa dengan para penyembah dewa Mithra menafsirkan kematian sapi (korban). Ini akan memiliki daya tarik yang kuat bagi para penyembah berhala di Korintus, walaupun ini tidak memiliki arti apa-apa, malah menjijikkan bagi orang-orang Yahudi)
012. TANYA:Apakah ide Paulus ini diterima oleh umat Yahudi (umat Yesus)?JAWAB:Pendapat ini mendapat tantangan dari umat Yahudi dimana-mana. Untuk lebih mengenal ciri khas Yahudi, perhatikanlah penjelasan Henry Chadwick, Religious Professor di Oxford dan Cambridge University, dalam bukunya The Early Church, hal. 18-19: "In the ancient world every one knew at least three things about the Jews; they would not be associated either directly or indirectly with any pagan cult (which seem anti social), they refuse to eat not only meat that had been offered in sacrifice to the gods but also all pork (wich seemed rediculous), and they circumcised their male infant"(Di zaman dahulu setiap orang tahu setidak-tidaknya tiga hal tentang orang Yahudi; mereka tidak akan terlibat langsung ataupun tidak langsung dengan para penyembah berhala (yang dapat dipandang anti sosial), mereka bukan hanya tidak akan makan daging sesajen untuk para dewa, tetapi segala macam daging babi (yang dianggap lucu), dan mereka menyunatkan anak laki-laki mereka).Murid-murid Yesus yang diantaranya masih hidup ketika Paulus berkampanye tentang Yesus, tidak percaya kepadanya sedikit pun. Hal ini dijelaskan John Davidson, dari Cambridge University dalam bukunya The Gospel of Jesus, halaman 812-813:"Paul was active in 50s and 60s AD when many of Jesus' direct disciples were still alive, both in Palestine and elsewhere, and they would never have believed Paul in preference to their own Master. Amongst the disciple of Jesus, Paul's position always seem to have been that of an outsider"(Paulus aktif (menjalankan misi Kristen) di tahun 50an sampai 60an ketika murid-murid Yesus masih hidup, baik di Patestina maupun di tempat lain, dan mereka tidak akan pernah mempercayai keterangan Paulus tentang Tuan mereka (Yesus). Bagi murid-murid Yesus, posisi Paulus selalu dianggap sebagai orang luar.)Oleh karena itu tidak mengherankan bila mereka sangat jengkel dan sakit hati atas perbuatan Paulus mencampur adukkan ajaran Tauhid Yahudi dengan ajaran penyembah berhala."la ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat." (Kisah Para Rasul 18:13)"Akan tetapi Paulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias." (Kisah Para Rasul 9:22)"Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!" (Kisah Para Rasul 21:28)"Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus." (Kisah Para Rasul 23:12)"Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani. (Kisah Para Rasul 24:5)Kekacauan yang diciptakan Paulus terhadap mu-rid-murid dan pengikut-pengikut Yesus di mana-mana dapat disimak pula dari penjelasan Davidson sebagai berikut:"Where ever he went, Paul seemed to stir up new trouble. The disciples living in Jerusalem had never previously encountered such extreme difficulties"(Kemana saja dia pergi, nampaknya Paulus menjadi provokator kerusuhan baru. Para murid Yesus di Yerusalem tidak pernah merasakan persoalan serumit ini sebelumnya.)Dua orang pakar Alkitab dan Naskah Laut Mati, Michael Baigent dan Richard Leigh dalam buku mereka The Dead Sea Scroll Deception, halaman 266 dan 321 malah mencap Paulus sebagai orang kafir pertama yang mengkhianati ajaran Yesus:"Paul is in effect the first 'Christian' heretic, and that his teachings - which become the foundation of later Christianity - are a flagrant deviation from the 'original' and 'pure' form extolled by the leadership... What had been heresy within the framework of Judaism was now to become the orthodoxy of Christianity."(Paulus pada hakekatnya adalah orang kafir 'Kristen' pertama, dan ajarannya - yang kemudian menjadi landasan ajaran Kristen - adalah penyim-pangan yang keji dari ajaran 'asli' dan 'murni' yang dimuliakan oleh para pemimpin (Gerakan Yesus). Apa yang sejak dahulu dianggap syirik dalam ajaran Yahudi (Yesus), saat ini menjadi ajaran Kristen.)Bahkan sejak tahun 85, menurut Chadwick, orang-orang Yahudi akan mengutuk para pengikut Paulus dalam doa mereka:"Semoga orang-orang Kristen dan orang-orang kafir hancur dan musnah."
B. Paulus Menghapus Hukum Taurat
013. TANYA: Mengapa Paulus berusaha menghapuskan hukum Taurat?JAWAB:Ini yang jarang diketahui orang. Paulus berusaha menghapuskan hukum Taurat karena persaingan. Jika dia mengkhotbahkan ajaran Penyembah berhala murni, dia tidak akan mendapat sambutan dari kalangan para penyembah berhala, karena mereka sendiri sudah tidak terlalu tertarik kepada ajaran mereka. Dibandingkan dengan agama Yahudi, ajaran Penyembah berhala dianggap lebih rendah, apalagi karena mereka tidak memiliki kitab suci sebagaimana pengikut agama Yahudi yang menganggap bahwa Kitab Taurat adalah satu-satunya Kitab Suci yang diwahyukan Allah kepada Rasulnya di dunia.Sementara bagi Paulus untuk mengkhotbahkan Reformasi Yahudi sebagaimana yang diajarkan murid-murid Yesus, dia tidak diterima, karena fahamnya dianggap tercemar oleh ajaran penyembah berhala. Inilah yang mendorong Paulus menciptakan agama Kristen untuk merebut para penyembah berhala di kerajaan Romawi dengan menghapuskan hukum Taurat yang selama ini menjadi penghambat orang-orang Romawi untuk menganut agama Yahudi. Dalam agama Kristennya, Paulus sekaligus mengganti Kristus-Kristus para penyembah berhala yang sudah uzur dengan Kristus Yesus, yang cerita kematian dan kebangkitannya masih segar di kepala Paulus. Kecerdikan Paulus ini diterangkan oleh Frank Thielman dalam bukunya Paul and the Law, hal 35:"Paul's argument against the law: he was convinced that salvation could not come by means of the law because if it did, (I) Gentiles would be excluded and (2) Christ's death would be in vain"(Alasan Paulus untuk menghapus hukum Taurat: dia percaya bahwa keselamatan tidak akan tercapai dengan mentaati hukum Taurat karena kalau demikian, (1) Orang-orang Romawi non-Israel tidak akan termasuk dan (2) kematian Kristus akan sia-sia)Oleh karena itu satu-satunya taktik yang digunakan Paulus untuk memuluskan menggiring para penyembah berhala masuk ke ajaran Kristennya, dia harus menyingkirkan hukum Taurat yang dianggap menjadi penghambat.
014. TANYA:Kalau umat Yahudi menolak ide ini mengapa ajaran ini tersebar kemana-mana?JAWAB:Paulus beberapa kali berusaha merayu para pemimpin Gerakan Yesus di Yerusalem agar dia diterima masuk dalam gerakan tersebut untuk memberitakan ajaran Yesus kepada umat Yahudi di perantauan serta kepada orang-orang Romawi, Namun keinginannya ini selalu kandas, karena Pemimpin Gerakan Yesus di Yerusalem, Yakobus (adik Yesus), tahu persis bahwa kalau Paulus diterima dalam gerakan ini akan mencemari ajaran Taurat dengan ajaran penyembah berhala."Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa: Sebab engkau mengatakan supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat-istiadat kita." (Kisah Para Rasul 21: 21)Ini dipertegas oleh pernyataan Max I. Dimont, Professor Sejarah Yahudi di Amerika Serikat dan Kanada dalam bukunya "Jews, God and History" pada halaman 146."Twice he had appealed to the Apostolic Church in Jerusalem to make him an apostle, and twice it had refused him this honor. Then he had a quarrel with James, the brother of Jesus, about the procedure in converting pagans"(Dua kali dia (Paulus) memohon kepada Pemimpin Jemaat (Yakobus) di Yerusalem agar dia diterima menjadi rasul, dan kedua-duanya ditolak. Kemudian dia juga bertengkar dengan Yakobus, saudara Yesus, tentang prosedur menerima para penyembah berhala masuk dalam Gerakan Yesus).Namun ternyata Paulus tidak patah hati dengan kegagalan menghadapi umat Yahudi dan para pemimpin Gerakan Yesus di Yerusalem. Targetnya kemudian diarahkan kepada para penyembah berhala di kerajaan Romawi dengan memodifikasi Gerakan Yesus untuk orang Yahudi, menjadi Gerakan Kristen untuk para penyembah berhala di kerajaan Romawi. Perhati-kan penjelasan Dimont selanjutnya di halaman 147:"Since the Jews would not have Christianity, Paul took it to the pagans To make it easier for them to join his new religion, he make a second decision, that of abandoning Jewish dietary laws and the rite of circumcision. His third decision was to substitute Christ for the Torah, and this was the most crucial one, for it cause the final and unalterable break between the Father and the Son Religion."(Karena orang Yahudi tidak memiliki ajaran Kristen (yang diajarkan Paulus), Paulus kemudian membawanya kepada penyembah berhala. Untuk memudahkan mereka bergabung dalam agama barunya ini, dia membuat keputusan kedua, yakni menghapuskan hukum Taurat yang (mengharamkan babi) serta keharusan bersunat. Keputusannya yang ketiga adalah menggantikan hukum Taurat dengan diri Yesus, dan ini merupakan keputusan yang sangat genting, karena menyebabkan pemisahan abadi dan tidak tergoyahkan antara agama yang menyembah Bapa - Allah SWT - dan agama yang menyembah Anak - Yesus Kristus).Kejahatan seperti yang dilakukan Paulus ini dijelaskan oleh Al Qur'an berikut ini."Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka." (Al-Baqarah 2:59)Karena Paulus saat itu mengabdi untuk orang-orang Romawi, sehingga Injil yang dia tulis bukan untuk orang-orang Yahudi, tetapi untuk menyenangkan para penyembah berhala di Kerajaan Romawi. Dimont menambahkan di halaman yang sama dari bukunya:"The account of the history of Christianity in the Pauline Epistles and the Gospels, especially as the latter relate to the trial of Christ, become understandable now that we realize they were written not for the Jews but for the pagans. . . It is understandable that neither Paul nor the Gospel writers would want to antagonize those whom they were seeking to convert or anger the rulers whom they had to mollify, especially since they could be punished for such ofenses by being thrown to the lions or being crucified head down"(Cerita tentang sejarah Kristen dalam Surat-surat Paulus dan Injil, terutama yang terakhir sehubungan dengan penangkapan Kristus (Yesus), menjadi jelas dan kita sadari sekarang bahwa (Surat-surat dan Injil-injil) tersebut bukan ditulis untuk orang-orang Yahudi, tetapi untuk para penyembah berhala. . . Dapat dipahami bahwa baik Paulus maupun para penulis Injil tidak ingin menentang (ajaran) mereka yang ingin dipengaruhi (para penyembah berhala), atau membuat marah para penguasa (Romawi) yang ingin mereka rayu, terutama karena mereka dapat dihukum bila (mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan kepercayaan penyembah berhala) yang dapat berakibat mereka dijadikan mangsa bagi singa atau disalib dengan kepala terbalik).
015. TANYA:Apakah pada saat Yesus disalib, murid-murid dan para pengikutnya berpikir bahwa Yesus disalib untuk menebus dosa manusia.JAWAB:Tidak pernah. Mereka benar-benar shok melihat pemimpin yang mereka agung-agungkan, dan akan tampil sebagai Mesias baru, yang akan membebaskan bangsa Israel harus menerima nasib yang sangat tragis. Mereka benar-benar terpukul mendengar pemimpin mereka dihukum sebagai seorang kriminal oleh penguasa Romawi. Robert Funk, Pakar Alkitab danan Direktur Westar Institute di Santa Rosa California, dalam bukuriya "Honest to Jesus" halaman 40 mengatakan:"The crucifixion of Jesus must have been a disappointment to his first followers. It certainly frightened them, to judge by their response. With his arrest and crucifixion they fled from Jerusalem, return to Galilee, and resumed their humble lives as fishermen and peasants. To die as ignominiously as Jesus did was not the fate a true Davidic Messiah ought to suffer, since David's successor was supposed to restore the Kingdom of Israel"(Penyaliban Yesus pasti mengecewakan para pengikut utamanya. Ini benar-benar mengerikan mereka, seperti terlihat pada tindakan mereka. Dengan tertangkap dan disalibnya Yesus, mereka melarikan diri meninggalkan Yerusalem menuju Galilea, kembali bekerja sebagai nelayan dan petani. Mati terhina sebagaimana yang dialami Yesus bukanlah nasib yang harus diterima oleh Mesias keturunan Daud, karena keturunan Daud seharusnya membangun kembali kerajaan Israel).
C. Penebusan Dosa Atau Berqurban?
016. TANYA:Apakah ada konsep penebusan dosa dalam agama Yahudi?Apakah Yahudi mengimani bahwa dosa Adam selalu diwariskan mulai kepada anak Adam yang pertama sampai ke generasi kita yang hidup di akhir zaman?JAWAB:Dalam agama Yahudi mereka percaya bahwa keselamatan akan dicapai jika mereka sanggup mentaati hukum Taurat dalam 24 jam kehidupan sehari. Seorang Yahudi, dalam hidupnya sehari-hari, diharapkan akan mampu mentaati secara penuh tanpa cacat kesemua hukum-hukum Taurat yang diwahyukan Allah kepada Nabi Musa as. Namun kenyataannya seorang Yahudi sangat sulit untuk mentaati hukum tersebut tanpa cacat. Dengan demikian setiap orang Yahudi menyadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu saja ada cacat atau lubang dalam upaya mentaati setiap perintah hukum Taurat. Untuk itu mereka perlu berkorban untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang mereka telah perbuat.
017. TANYA:Bagaimana bentuk ibadah pengorbanan tersebut?JAWAB:Hari yang ditentukan untuk ibadah memohon ampun atas dosa mereka yang tidak mampu mentaati hukum Taurat secara sempurna dilakukan pada hari Yom Kippur. Mereka yang merasa pernah melakukan dosa karena tidak mentaati seluruh hukum Taurat, harus mengakui dosa-dosa mereka di atas kepala seekor kambing. Kambing yang telah "dibebani dengan dosa-dosa" seseorang ini, kemudian akan dilepas ke padang gurun sebagai "kambing hitam" (scape goat) sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Imamat."Dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun... Dengan demikian kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing itu harus dilepaskan ke padang gurun." (Imamat 17:21-22)Selanjutnya dalam pandangan agama Yahudi, setelah dosa seseorang telah dilemparkan ke kambing hitam, urusannya belum selesai. Dalam perayaan Yom Kippur, selanjutnya seorang yang menginginkan pengampunan dosa harus mengorbankan seekor domba yang tidak bercacat."Tuhan berfirman kepada Musa: 'Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan." (Imamat 23 :27)
018. TANYA:Mengapa harus tanpa cacat? JAWAB:Karena Tuhan itu sempurna sehingga korban yang diserahkan pun harus sempurna fisik maupun mentalnya. Karena domba adalah binatang yang dianggap berguna dan praktis tidak pernah merugikan orang atau binatang lainnya sehingga secara mental dianggap sempurna karena tidak pemah melakukan dosa."Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela,..." (Keluaran 12:5)
019. TANYA:Apakah para murid dan pengikut Yesus pernah berpikir bahwa manusia dapat dikorbankan untuk menebus dosa mereka sesuai semangat Yom Kippur?JAWAB:Mengorbankan manusia untuk dewa-dewa atau untuk binatang buas bukan ajaran Yahudi, tetapi ajaran penyembah berhala. Demikian pula mengorbankan (melemparkan) manusia ke kawanan singa untuk ditonton merupakan pertunjukan para penyembah bsrhala yang tidak mungkin dilakukan oleh umat nabi-nabi Allah. Apalagi meminum darah Yesus, Rasul Allah sebagai rasa cinta. Wilson menjelaskan penolakan orang-orang Yahudi untuk mengorbankan darah manusia dalam bukunya yang sama di halaman 26:"they would have been disgusted by the idea of the cult of Mithras, since the drinking of blood is one of the most fundamental taboos in Jewish life".(Orang-orang Yahudi akan jijik dengan pandangan penyembah dewa Mithra, karena meminum darah merupakan sesuatu yang paling pantang dalam kehidupan orang-orang Yahudi).
020. TANYA:Apakah pengertian jatuh ke dalam dosa dalam agama Yahudi?JAWAB:Pengertian jatuh ke dalam dosa adalah jika mereka gagal mentaati hukum Taurat dalam kehidupan mereka sehari-hari.
021. TANYA:Apakah Yesus disalib untuk menebus dosa manusia karena Adam jatuh ke dalam dosa yang diwariskan ke seluruh umat manusia secara turun temurun sesuai kitab Kejadian?JAWAB:Justru sebaliknya. Setelah peristiwa penyaliban Yesus, barulah Paulus memeras otak menafsirkan kembali Kitab Kejadian sesuai yang diinginkan, sebagai sarana membenarkan dan memberikan makna bagi penyaliban Yesus. Kerja keras Paulus untuk memanipulasi kitab Perjanjian Lama membuahkan hasil. Dia pun menafsirkan Adam dan Hawa yang makan buah terlarang telah jatuh ke dalam dosa, yang kemudian diwariskan kepada seluruh keturunannya. Padahal sebelum penyaliban Yesus, Paulus tidak pemah mengajarkan bahwa kitab Kejadian adalah cerita tentang "dosa waris" yang akan ditebus oleh darah Yesus kelak. Kecerdikan Paulus dan Gereja ini dengan jelas diterangkan oleh Funk dalam bukunya yang sama halaman 223:"It is dear that the authors of the passion narrative had searched the scriptures for clues to the meaning of Jesus's death and had allowed those clues to guide them in framing the story: event was made to match prophecy"(Jelas kelihatan bahwa para penulis cerita kematian Yesus berusaha mencari ayat-ayat kitab Perjanjian Lama untuk memberi arti pada kematian Yesus, dan mengandalkan penafsiran-penafsiran (baru) tersebut sebagai pendukung untuk merangkai cerita (tentang kematian Yesus): artinya cerita tentang peristiwa diciptakan seakan-akan sudah diramalkan akan terjadi).Paulus sama sekali tidak menyaksikan dan tidak tahu persis, apakah Yesus benar-benar disalib, kalau Yesus disalib apakah Yesus benar-benar mati di tiang salib. Paulus pun tidak tahu, kapan Yesus disalib, dimana, dan bagaimana. Untuk membangun cerita tentang proyek penyelamatan umat manusia melalui darah Yesus, Paulus dan pendukung-pendukungnya kemudian memetik ayat-ayat Perjanjian Lama untuk menyusun cerita kehidupan Yesus. Toh, para pembacanya bukan orang-orang Yahudi di Yerusalem, tetapi orang-orang Romawi dan orang-orang Israel di perantauan, yang praktis tidak tahu kehidupan Yesus di Galilea.Kelicikan ini diterangkan oleh Professor Alvar Ellegard, dalam bukunya Jesus One Hundred Years Before Christ, halaman 192-193:"The Gospel writers chose instead to go in the opposite direction, using the known (the Old Testament) to prove the unknown (largely the life of Jesus)."(Para penulis Injil justru menempuh cara yang terbalik, dengan menggunakan yang diketahui (kitab Perjanjian Lama) sebagai bukti dari yang tidak diketahui (kehidupan Yesus).Kenyataan ini didukung pula oleh Prof. DR E.P. Sanders, Guru Besar Agama Kristen di Cambridge University, dalam bukunya The Historical figure of Yesus, halaman 254:"It is possible to think either that the prophecy created the event or that the prophecy created the story and that the event never occured"(Mungkin saja terjadi apakah ramalan menciptakan kejadian, atau ramalan menciptakan cerita, sehingga tidak ada sesuatu yang terjadi).
022. TANYA:Mengapa Paulus tertarik kepada Yesus yang disalib, padahal sebelumnya dia begitu getol menyiksa dan membunuh para pengikut Yesus?JAWAB:Memang, Yesus yang mengajarkan Tauhid, yang menegaskan bahwa tidak ada yang wajib disembah selain Allah, adalah musuh besar Paulus. Ketika Yesus mengajarkan bahwa darah itu haram, sebaliknya Paulus memandang darah sebagai sajian suci yang wajib diminum untuk memberikan kehidupan yang baru."Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?" (I Korintus 10:16)Paulus dibesarkan di Tarsus, dimana masyarakat menyembah dewa Herakles yang mengorbankan sapi, yang darahnya diminum untuk memberikan kehidupan yang baru (bangkit dari antara orang mati). Herakles adalah dewa. yang mati lalu bangkit kembali dan dianggap sebagai Juruselamat, sebagaimana dijelaskan Wilson dalam bukunya yang sama halaman 26:"From the inscription in Tarsus we know Herakles, in his dying and descent into Hades was regarded as a divine savior"(Dari prasasti yang ditemukan di Tarsus, mengetahui bahwa Herakles, yang mati turun ke Hades dianggap sebagai Juru.selamat). Ketika Paulus mendengar rumor yang "katanya" Yesus mati, yang "katanya" dia bangkit dari kubur, maka dengan serta merta Paulus putar haluan 180 derajat. Kalau sebelumnya Paulus menganiaya kelompok Yesus karena dianggapnya menghalangi ajaran penyembah berhala yang dia anut dan promosikan, maka setelah rumor tersebut tiba ke telinganya, Paulus merasa berdosa bahwa ternyata yang dia aniaya ini adalah Kristus, Tuhan, Anak Allah, Penebus dosa dan Juruselamat umat manusia. Dengan demikian, Paulus menemukan "Kristus Baru" dari orang Yahudi, sekaligus dipromosikannya ke orang-orang Romawi sebagai pengganti para Kristus Zeus, Mithra, Adonis, Thammuz, Osiris dan lain-lainnya yang dianggap sudah uzur.
023. TANYA:Mana buktinya bahwa Paulus adalah orang pertama yang mengajarkan tentang Yesus sebagai penebus dosa?JAWAB:Silahkan baca Surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita." (1 Korintus 15:3)Surat ini ditulis disekitar pertengahan tahun 50an untuk orang-orang Korintus. Daerah ini terkenal sebagai kota metropolitan yang bergelimang dosa oleh pelacuran dan kebobrokan moral yang merajalela. Pada saat surat ini dibuat, belum ada satu pun Injil yang ditulis, serta belum ada seseorang pun baik murid-murid Yesus maupun pengikut-pengikutnya yang mengatakan atau mengajarkan bahwa Yesus mati untuk menebus dosa manusia.
024. TANYA:Bagaimana tanggapan orang-orang Romawi di Korintus terhadap surat Paulus ini?JAWAB:Orang-orang Korintus menyambutnya dengan gembira dan bersemangat. Mereka ingin segera mengenal Yesus Kristus yang masih segar kematiannya serta merindukan pengalaman rohani yang baru dengan "Kristus baru" yang diperkenalkan Paulus.Ketertarikan mereka ini dilukiskan pula bleh Burton L. Mack dalam bukunya Who Wrote the New Testament, halaman 126:"They were impressed rather with the chance to experience the spirit of the new god called Christ and to manifest the spiritual sign that proved they had enter his kingdom."(mereka justru lebih tertarik pada kesempatan untuk mendapatkan pengalaman rohani dari tuhan baru yang disebut Kristus (Yesus) serta menyatakan tanda-tanda rohani yang membuktikan bahwa mereka telah memasuki kerajaannya).Mereka sudah bosan dengan Kristus-kristus mereka yang lama dan sudah uzur, karena dianggap sudah tidak mampu lagi mengatasi persoalan mereka. Hal ini dinyatakan oleh Calvin J. Roetzel dalam bukunya The Letters of Paul, halaman 31:"The decline of social institution and the rise of a spirit of skepticism virtually destroyed the old religions. To be sure, certain primitive form of religion and new religions remained. But even though people still stood in awe of the power and mistery of certain primal forces, belief in the old gods - Zeus, Aphrodite, Apollo etc. -was on the wane."(Melemahnya lembaga sosial dan bangkitnya semangat skeptis, merusak agama-agama yang sudah ada. Namun, agama-agama primitif tertentu dan agama-agama baru masih tetap ada. Tetapi walaupun masyarakat masih mengagumi kekuatan dan misteri penguasa alam tertentu, namun kepercayaan kepada dewa-dewa lama - Zeus, Aphrodite, Apollo dll. - sudah mulai luntur).Pengalaman rohani dengan Kristusnya yang baru ini, diperkenalkan oleh Paulus kemana-mana sebagaimana yang dapat kita lihat dalam Suratnya kepada jemaat di Galatia:"Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?" (Galatia 3:1)
D. Merekayasa Dalil
025. TANYA:Bagaimana pandangan Yahudi tentang Yesus sebagai Penebus dosa?JAWAB:Umat Yahudi tidak segera menerima ide tersebut. Kalau domba yang dikorbankan untuk menebus dosa yang mereka perbuat sudah lumrah dan dianut umat Yahudi terus-menerus. Tetapi kalau manusia yang dikorbankan untuk keselamatan orang per orang tentu sangat tidak mungkin dan tidak manusiawi.Sementara itu praktek para penyembah berhala yang mengorbankan manusia kepada Dewa atau Tuhan untuk mencegah kemarahannya, tidak dikenal dalam hukum Taurat maupun ajaran para Nabi. Memang dalam Kitab Ulangan diceritakan bahwa untuk menghindarkan umat Yahudi dari perbudakan, Tuhan mengutus malaikat kematian untuk membunuh semua anak sulung di Mesir. Namun pengorbanan anak ini, selanjutnya sudah digantikah dengan domba paskah.
026. TANYA:Lalu apa yang dilakukan Paulus untuk mempengaruhi umat Yahudi? JAWAB:Paulus berangkat dari asumsi Yahudi bahwa karena sedemikian sulitnya mentaati hukum Taurat secara sempurna sehingga setiap orang Yahudi, dan begitu pula manusia lainnya, semuanya berdosa."Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu?" (Roma 2:23)
027. TANYA:Bagaimana asumsi ini dikuatkan?JAWAB:Paulus melihat peluang dengan mengarahkan kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama menjadi titik tolak jatuhnya umat manusia kedalam dosa abadi turun temurun.Dalam kitab kejadian dikatakan bahwa Tuhan menciptakan jagad raya. Sebagai klimaks dari penciptaan berbagai benda di jagad raya adalah penciptaan manusia Adam dan Hawa. Manusia hidup rukun dengan Tuhan di surga.Dalam surga ada pohon yang buahnya (buah pengetahuan) tidak boleh disentuh apalagi dimakan oleh manusia, karena kalau mereka memakannya, mereka akan mengetahui yang baik dan yang buruk. Sebagai manusia, larangan ini justru merangsang keingin-tahuan mereka.Lalu kata cerita ini selanjutnya, Iblis menjelma menjadi ular dan menggoda Hawa. Wanita ini kemudian memetik buah itu dan memakannya lalu memberikannya kepada Adam. Dengan perbuatan ini, menurut Paulus, mereka telah melanggar perintah Tuhan dan jatuh dalam dosa, dan sebagai konsekwensinya, Adam dan seluruh manusia jatuh ke dalam dosa waris."Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, Sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati... Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: 'Sekali-kali kamu tidak akan mati'... Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden,... (Kejadian 2:11; 3:4,23)Dengan demikian Paulus berhasil menemukan "dalil" dari kitab Taurat Musa untuk mempengaruhi orang-orang Yahudi bahwa seluruh manusia termasuk orang Israel telah jatuh kedalam dosa warisan "sesuai kitab Suci mereka". Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh para nabi maupun umat Israel sebelum datangnya Paulus. Jangankan Nabi .Ibrahim, Musa, atau Daud as. Yesus sendiri mengajari umatnya agar langsung memohon ampun pada Allah, tanpa harus menjadikan dirinya sebagai tumbal untuk mati di tiang salib."Karena itu herdoalah demikian: Bapa kami (Allah) di Sorga, dikuduskan namaMu... ampunilah kami atas kesalahan kami... (Matius 6:9,12)"Sejak wakiu itu Yesus memberitakan: 'Bertobat-lah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! " (Matius 4: 17)
028. TANYA:Lalu apa hubungan cerita kitab kejadian ini dengan penyaliban Yesus?JAWAB:Karena semua manusia telah jatuh kedalam dosa, mereka sudah menjadi fana dan tidak sempurna, sehingga tidak dapat lagi berhubungan dengan Tuhan yang sempurna, mulia dan baka untuk pengampunan dosa. Disini filsafat Yunani mulai memainkan peran. Untuk menyelamatkan manusia yang jatuh dalam dosa selama bermilyar-milyar tahun, menurut Paulus, Tuhan memilih Yesus yang serupa dengan Allah untuk mati di tiang salib menebus dosa manusia"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia." (Filipi 2:5-7)
029. TANYA:Mengapa jutaan manusia harus menunggu mati bergelimang dosa selama milyaran tahun, baru kemudian Allah menetapkan Yesus sebagai penebus dosa?JAWAB:Inilah pertanyaan yang tidak dijelaskan oleh Paulus, serta tidak diterangkan oleh gereja selama 2000 tahun.
030. TANYA:Apakah dengan demikian orang Yahudi sudah dapat menerima Yesus sebagai korban pengganti domba yang setiap tahun mereka sembelih? .JAWAB:Ajaran aneh yang baru diperkenalkan Paulus ini, bagi umat Yahudi memiliki beberapa kelemahan :1) Bahwa Tuhan harus memaku anaknya ditiang salib untuk menebus dosa manusia adalah bertentangan dengan pikiran sehat rasa kemanusiaan dan rasa keadilan.Saat ini pun kalau ada seorang ayah yang memaku anaknya sampai mati, apalagi anak yang baik hati, bukannya mendapat pujian, malah akan dijebloskan ke penjara.2) Domba yang dikorbankan umat Israel adalah domba yang diperiksa dan diyakini sehat tanpa luka juga tanpa cacat"Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela." (Keluaran 12:5)Sementara mereka tidak pernah mengetahui dan memeriksa apakah Yesus pernah cedera atau patah tulang. Yang jelas, sebelum disalib, Yesus terlebih dahulu mendapat siksaan yang berat. Malah di tiang salib masih dilukai perutnya."Tetapi seorang dari antaraprajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak. dan segera mengalir keluar darah dan air." (Yohanes 19:34)3) Domba yang dikorbankan adalah binatang yang tidak pernah berbuat dosa. Sementara Yesus yang hidup sebagai seorang Yahudi dan taat pada hukum Taurat dianggap tidak luput dari dosa, sebagaimana doanya setiap hari dalam Injil Matius."Dan ampunilah kami akan kesalahan kami,.... (Matius 6:12)"... hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa,... (Timotius 1:9)4) Sesuai ajaran Kitab Nabi Yesaya, hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa manusia, sedangkan seseorang tidak punya kuasa untuk mengampuni dosa orang lain."Beginilah firman Tuhan, Penebusmu..., (Yesaya 44:24)
031. TANYA:Bagaimana Paulus dan pengikut-pengikutnya menghadapi kenyataan ini?JAWAB:Bukanlah bernama Paulus kalau dia tidak mampu mencarikan alasan untuk membenarkan ajaran barunya1) Untuk mempertahankan bahwa Yesus adalah sempurna tidak bercacat, Paulus menemukan ayat 46 pasal 12 dari kitab Keluaran sebagai pendukung:... Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikit pun dari daging itu keluar rumah; satu tulang pun tidak boleh kamu patahkan.,. (Keluaran 12:46)Kalau kita memperhatikan, tidak ada hubungan antara kitab Keluaran 12:5 dengan Keluaran 12:46. Mematahkan tulang domba yang sudah dibakar dan membawanya keluar rumah di Kejadian 12:46, tidak ada hubungannya dengan kesempurnaan domba yang akan dikorbankan di Kejadian 12:5.Jadi cerita tentang Yesus yang tidak dipatahkan kakinya dalam Injil Yohanes 19:36 agar sesuai dengan Keluaran 12:5, adalah merupakan contoh bagaimana Paulus dan para pendukungnya, berusaha mencari pembenaran ajaran mereka dari kitab Perjanjian Lama baik selaras maupun mustahil.2) Untuk meyakinkan umat Yahudi bahwa Yesus adalah manusia yang suci dan pantas menggantikan fungsi domba korban, pendukung Paulus yang menulis Injil Lukas membuat cerita tentang kelahiran Yesus sebagai Anak Allah."Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan akan disebut kudus, Anak Allah." (Lukas 1 :35)Namun anehnya, Paulus dalam suratnya kepada Timotius menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi yang taat pada hukum Taurat, termasuk Yesus, adalah orang berdosa."...hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa,." (Timotius 1 :9)3). Ketika Paulus menulis suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, dia belum memikirkan pentingnya ucapan Yesus sebagai otoritas untuk mendukung kedudukannya sebagai Juruselamat. Untuk mendukung hal ini, pengikut Paulus yang menulis Injil Lukas menggambarkan bahwa Yesus berkuasa mengampuni dosa seseorang, tanpa memahami pengertian sesungguhnya"Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la: 'Hai saudara, dosamu sudah diampuni" (Lukas 5:20)Dengan ayat ini Paulus dan orang-orang Romawi pendukungnya memproklamirkan bahwa Yesus telah mendapat limpahan kuasa penuh dari Allah untuk mengampuni dosa manusia. Dengan ayat ini, Yesus "katanya" mengumumkan ke seluruh pelosok dunia bahwa dirinya adalah Juruselamat.Namun sangat disayangkan karena para pendukungnya tidak memahami ucapan Yesus ini, serta pengertian "dosa" dalam agama dan tradisi Yahudi. Hampir seantero dunia saat itu, baik orang-orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lainnya, menghu-bungkan penyakit yang menimpa seseorang dengan dosa yang mereka lakukan. Silahkan perhatikan penjelasan penulis Injil Yohanes atas hal ini:“Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." (Yohanes 5:14)Uskup John Shelby Spong dari New Jersey, Amerika Serikat dalam bukunya Why Christianity Must Change or Die di hal. 6-7, mengkritik para pemimpin Gereja yang masih mempertahankan mati-matian kekeliruan ini"For many biblical assumptions are today dismissed as quite simply wrong. Sickness for example, does not result from sin being punished."(Sekian banyak penafsiran Alkitab yang saat ini harus disingkirkan karena ternyata salah. Penyakit, misalnya, bukan disebabkan oleh hukuman karena berdosa)Dengan demikian menjadi sangat jelas bahwa dari konteks pengertian dosa, telah terjadi kekeliruan baik di kalangan Yahudi maupun Kristen.a. Kekeliruan umat Yahudi adalah menganggap penyakit merupakan hukuman Tuhan atas dosa yang diperbuat manusia. Sehingga kalau seseorang disembuhkan, berarti dosanya sudah diampuni oleh Allah."Kuasa Tuhan (Allah) menyertai Dia (Yesus), sehingga dia dapat menyembuhkan orang sakit"... (Lukas5:17)Dari ayat-ayat di atas, jelas terlihat ada dua pihak yang memainkan peran. Pihak pertama adalah Yesus yang meyembuhkan penyakit, dan pihak kedua adalah Allah yang mengampuni dosa seseorang dengan kesembuhan.b. Sementara kekeliruan umat Kristen, lebih parah lagi, yakni selain memandang penyakit sebagai hukuman atas dosa, juga menganggap bahwa Yesus yang menyembuhkan penyakit seseorang, sekaligus sebagai penguasa yang mengganti kedudukan Allah sebagai pemberi ampun atas dosa seseorang.Padahal dalam ayat Injil di atas, Yesus menggunakan kata kerja pasif:"Dosamu sudah diampuni (oleh Allah)." bukan:"Dosamu sudah “ku"ampuni" atau,"Aku (Yesus) sudah mengampuni dosamu."
032. TANYA:Apakah dengan kenyataan ini pengikut-pengikut. Paulus menjadi patah hati?JAWAB:Tidak. Setelah gagal meyakinkan umat Israel dengan penafsiran yang keluar dari konteks, salah seorang pengikut Paulus, tanpa rasa takut berdosa, menambahkan 5(lima) ayat palsu di akhir Injil Matius (Matius 28:16-20)"Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu- ragu. Yesus mendekati mereka dan, berkata: 'Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:16-20)Inilah ajaran Kristen yang dipromosikan Paulus dan para pengikutnya. Kalau memanipulasi pengertian ayat-ayat kitab Perjanjian Lama masih dianggap tidak mempan, mereka tidak segan-segan menciptakan ayat-ayat palsu, kemudian disuapkan kemulut Yesus untuk diucapkan.Selama hampir 2000 tahun, Gereja berhasil menutup-nutupi kepalsuan ayat-ayat ini. Namun para pakar Alkitab dan Sejarawan Kristen tidak tinggal diam dan akhirnya mengungkapkannya kepada umum (Paul Tillich, 1968; Robert W. Funk, 1993 dan Hugh J. Schonfield, 1998).Ayat-ayat di atas sesungguhnya bukan bermaksud untuk menyatakan bahwa Yesus, yang sekarang adalah maha kuasa, mampu menciptakan satu matahari lagi atau empat buah bulan lagi agar setiap malam menjadi purnama, tetapi semata-mata diarahkan untuk mendukung pendapat bahwa sesungguhnya Yesus telah diberi kuasa oleh Tuhan untuk mengampuni dosa manusia. Ayat palsu ini sangat dibutuhkan, karena Paulus ingin membelenggu pengikut-pengikutnya yang ketakutan di bawah bayang-bayang dosa warisan untuk tetap menggantungkan harapan mereka kepada Anak Allah sebagai satu-satunya Juruselamat.Kita semua telah berdosa menurut Paulus. Agar kita bebas dari belenggu dosa, maka kita membutuhkan kematian seseorang yang ilahi untuk menebus dosa seluruh manusia. Seseorang yang ilahi ini menurut Paulus dan pendukung-pendukungnya adalah Yesus, karena manusia biasa tidak dapat menebus dosa seluruh umat manusia.Pendapat ini kemudian didukung oleh pengikut Paulus yang menulis Injil Markus dengan mengatakan bahwa Yesus adalah penebus dosa manusia."Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Markus 10:45)Penulis Injil Markus dengan cerdik menciptakan cerita penyaliban Yesus dalam konteks festival memperingati pembebasan Yahudi dari perbudakan di Mesir. Sehingga umat Israel akan segera teringat dan mengaitkan penyaliban Yesus dengan domba paskah yang disembelih. Padahal Paulus sendiri tidak pernah menghubung-hubungkan saat kematian Yesus dengan Passover (Paskah). Sedemikian rapinya Gereja mengemas cerita Tuhan yang terpaksa harus mengorbankan anaknya untuk mati di tiang salib menebus dosa seluruh umat manusia, sehingga kebanyakan orang terlena dan melupakan bahwa cerita ini sangat kejam dan bertentangan dengan akal sehat.
033. TANYA:Bagaimana upaya Paulus dan pendukung-pendukungnya untuk meyakinkan orang-orang Yahudi bahwa Yesus tidak berdosa sementara dia adalah manusia biasa seperti mereka yang tidak luput dari dosa?JAWAB:Untuk mengatasi hal ini Paulus memiliki jurus mengangkat Yesus menjadi manusia ilahi dengan mengumumkan kepada umat Israel bahwa Yesus adalah Anak Allah. Karena Yesus Anak Allah, dengan demikian dia ilahi tanpa dosa,"Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah." (Kisah Para Rasul 9:20)Selanjutnya bukan hanya Paulus. Para pendukung Paulus termasuk Roh jahat pun ikut-ikutan latah mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah,"Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah." (Markus 1:1)"Kata Natanel kepada-Nya: 'Rabbi (Tuan Guru). Engkau adalah Allah, Raja orang Israel" (Yohanes I: 49)"Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" dengan keras ia (roh jahat itu) berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" (Markus 5: 8,7)
034. TANYA:Apakah umat Yahudi dapat menerima peningkatan status Yesus dari anak Maria (Maryam) menjadi Anak Allah?JAWAB:Tidak bisa. Umat Yahudi memang mengaku sebagai anak-anak Allah, umat pilihan Allah, tetapi kalau anak Allah secara individu tidak lazim bagi mereka. Oleh karena itu ketika Paulus mengumumkan bahwa Yesus adalah Anak Allah, mereka menolak dan menentangnya, Ini dijelaskan oleh Paul Tillich dalam bukunya A History of Christian Thought:"Son of God is very familiar pagan concept, The pagan Gods propagated sons on earth. Because of this the words only begotten were added."(Anak Allah adalah istilah yang sangat umum dalam ajaran Penyembah Berhala. Tuhan-tuhan Penyembah Berhala beranak pinak di bumi. Oleh karena itu, mereka menambahkan istilah anak tunggal).Allah mengutuk ajaran tentang Allah mempunyai anak:"Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak, Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak." {Maryam 19:88-92)Allah malah menyentil mereka dengan pertanyaan:"Bagaimana Dia (Allah) mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri." (Al-An'am 10:101)
035. TANYA:Bagaimana dengan para penyembah berhala di kerajaan Romawi?JAWAB:Mereka sangat senang Anak Tuhan merupakan figur yang penting dalam Struktur Ketuhanan Penyembahan Berhala dalam filsafat Yunani. Anak Allah inilah yang akan mewakili Allah menyelamatkan manusia di dunia dengan menunjukkan kepada manusia kode-kode dan rambu-rambu yang tepat untuk dapat kembali dengan selamat bersatu dengan Allah (Similitude).Ajaran ini kemudian dianut oleh para pemimpin Gereja dan dijadikan landasan ajaran Kristen."Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal... ".(Yohanes 3:16)Perbuatan orang-orang Kristen yang mengikuti ajaran orang-orang kafir untuk mengangkat Yesus sebagai Anak Allah telah diterangkan oleh Allah hampir 1.400 tahun sebelum para pakar Alkitab membeberkannya."Orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? " (At Taubah 9:30)
E. Wanita Sumber Dosa
036. TANYA:Mengapa Paulus dapat menjamin bahwa Yesus tanpa dosa sementara Maria yang dihamili oleh Allah (Roh Kudus) adalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa?JAWAB:Memang menurut pandangan Kristen, wanita adalah sumber dosa atau awal dosa yang menimpa manusia. Wanitalah yang menggoda laki-laki untuk ikut tenggelam dalam dosa awal. Wanita pulalah yang mengabadikan dosa warisan turun temurun melalui setiap anak yang dia lahirkan. Ini dijelaskan oleh Santo Agustinus, pemimpin gereja dari Hippo yang dikutip oleh Karen Armstrong dalam bukunya A History of God, halaman 144-145"Banished (from Paradise) after his sin, Adam bound his offspring also with penalty of death and damnation, that offspring which by sinning he had corrupted in himself, as in a root, so that what ever progeny was born (through carnal concupiscence, by which a fitting retribution for his disobedience was bestowed upon him) from himself and his spouse - who was the cause of his sin and the companion of his damnation - would drag through the ages the burden of Original Sin, by which it would itself be dragged through manifold er rors and sorrows, down to that final and never-ending torment with the rebel angels ."( Terusir (dari sorga) setelah berbuat dosa, Adam mengikutkan pula seluruh keturunannya dalam hukuman kematian dan kutukan, dimana keturunan yang oleh karena dosa yang dia lakukan terhadap dirinya, adalah seperti akar; sehingga setiap keturunan yang dilahirkan (melalui nafsu birahi manusia dimana hukuman yang setimpal atas pelanggarannya ditimpakan kepadanya) dari hubungannya dengan isterinya - yang merupakan penyebab dosanya dan pendamping kutukannya - akan memikul dari zaman ke zaman beban dosa warisan yang kemudian akan dipikulkan seterusnya melalui kesalahan-kesalahan dan penderitaan yang berlipat ganda serta siksaan yang tidak berakhir....)Bagaimana malang dan sialnya menjadi seorang wanita dalam Kristen, dapat kita simak dari buku yang sama. Pernyataan tegas Tertullian, pemimpin Gereja yang memvonis wanita sebagai jelmaan setan yang menjadi penyakit abadi di tengah-tengah umat manusia."Do you not know that you are each an Eve? The sentence of God on this sex of yours lives in this age: the guilt must of necessity live too. You are the devil gate way, you are unsealer of the forbidden tree; you are the first deserter of the divine law; you are she who persuade him whom the devil was not valiant enough to attack. You so carelessly destroyed man, God's image. On account of your desert, even the Son of God had to die.(Tidakkah engkau ketahui (hai wanita) bahwa masing-masing kamu adalah Hawa? Hukuman Tuhan menimpa golonganmu wanita, sampai saat ini. Kesalahan terpaksa harus berlangsung terus. Engkau adalah gerbang masuknya setan. Engkaulah yang menjangkau buah terlarang; engkaulah yang pertama merusak hukum Tuhan. Engkau, wanita yang menggoda laki-laki yang sebenarnya sulit untuk ditaklukkan oleh setan. Tanpa perasaan, engkau merusak laki-laki yang merupakan gambaran Tuhan. Oleh karena pelanggaranmu, sehingga Anak Allah pun harus mati.Betapa rendahnya wanita di mata para pemimpin Gereja. Berdasarkan pandangan mereka, wanita yang berhubungan dengan suaminya, akan menyebarkan dosa-dosa turunan yang berlipat ganda atas seluruh umat manusia melalui setiap kehamilan dan kelahiran anak, laksana WTS yang menyebarkan penyakit Sypilis dan AIDS di masyarakat.Namun karena menurut pandangan Paulus, bibit yang bakal menjadi manusia adalah sepenuhnya 100% dari sperma laki-laki sehingga baginya, wanita hanya berfungsi untuk menyimpan dan menyuburkan sperma agar tumbuh menjadi manusia sempurna.Dengan demikian, kalau bapaknya Yesus adalah Tuhan, maka otomatis Yesus menjadi ilahi, karena Maria, ibunya, tidak punya peran apa-apa. Pandangan seperti ini sesungguhnya merupakan penghinaan Gereja terhadap kaum ibu yang dianggap sama sekali tidak punya andil dalam kejadian seorang janin.Menurut Santo Agustinus, Yesus yang memainkan peranan Juruselamat sama sekali tidak boleh tercemar oleh dosa manusia. Oleh karena itu peranan perawan Maria yang tidak dihamili manusia tetapi oleh Allah (Roh Kudus}, memberikan jaminan 100% bahwa Yesus adalah Anak Allah yang tidak dicemari oleh dosa warisan sehingga dia siap untuk menjalankan tugas Juruselamat.
037. TANYA:Tetapi bagaimana dengan pernyataan Nabi Muhammad saw ketika ditanyai oleh orang Yahudi 14 abad yang lalu tentang asal usul kejadian manusia:"Rasulullah ditanya oleh seorang Yahudi: 'Hai Muhammad; katakanlah kepadaku. Dari apa manusia itu diciptakan?' Rasulullah saw menjawab: 'Hai Yahudi, Manusia tercipta dari nutfah laki-laki dan nutfah perempuan." (Hadith diriwayatkan oleh Ibnu Hambal)Pernyataan ini kemudian dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, 13 abad kemudian oleh para pakar kedokteran di abad ke 19. Bukankah pernyataan Rasulullah dan penemuan para pakar kedokteran ini melemahkan, malah meruntuhkan kesucian Yesus?JAWAB:Jangan membayangkan Gereja akan sedemikian mudah menyerah! Sekali lagi bagi mereka tidak ada masalah. Dalam perjalanan sejarah Kristen, urusan bongkar-pasang keputusan Sidang Gereja tentang keimanan, bukan suatu pekerjaan yang sulit. Jika Gereja terperangkap dalam suatu kenyataan bahwa mereka telah mengeluarkan keputusan dogma yang terbukti keliru, tinggal undang para uskup untuk bersidang. Berdasarkan pengalaman, untuk mengatasi permasaalahan seperti ini, inisiatif untuk mengundang para uskup datang baik dari Paus, Uskup Agung atau Kaisar Romawi. Biasanya, terutama di zaman Kerajaan Romawi, konsep SKnya sudah ada, tinggal menunggu kedatangan para uskup untuk tanda tangan. Dalam sidang, para uskup yang mayoritas atau yang didukung Kaisar, atau Paus, akan memutuskan untuk mengutuk atau membatalkan keputusan lama yang pernah diagungkan sebagai wahyu Allah, kemudian menggantinya dengan keputusan "wahyu Allah" yang baru, dan, beres!Edward Gibbon, pakar sejarah yang terkenal, mengutip pemyataan Hilary, melukiskan kesibukan Gereja membongkar pasang keimanan Kristen dalam setiap Sidang Gereja, dalam bukunya The Decline and Fall of the Roman Empire, halaman 397:"It is a thing equally deplorable and dangerous, that there are as many creeds as opinion among men, as many doctrines as inclination, and as many sources of blasphemy as there are faults among us; because we make creeds arbitrarily and explain them as arbitrarily. The Homoousion is rejected, and received, and explained away by successive synods. The partial or total resemblance of the Father and of the Son is a subject of dispute for these unhappy times. Every year, nay, every moon, we make new creeds to describe invisible mysteries. We repent of what we have done., we defend those who repent, we anathematize those whom we defended. We condemned either the doctrine of others in ourselves, or our own in that of others; and, reciprocally tearing one another to pieces, we have been the cause of each other ruin"(Ini merupakan hal yang tercela dan berbahaya dimana demikian banyak kredo (deklarasi keimanan) seperti banyaknya pendapat manusia, demikian banyaknya ajaran (Kristen) seperti banyaknya keinginan, dan sedemikian banyaknya sumber kemusyrikan seperti banyaknya kesalahan yang kita perbuat karena kita menciptakan deklarasi keimanan secara asal-asalan saja dan menjelaskannya secara asal-asalan pula. Homoousian (Allah satu zat dengan Yesus) mula-mula kita tolak, setelah itu kita terima (lagi), lalu kita hapuskan lagi pada sidang- sidang Gereja selanjutnya dengan berbagai alasan. Keserupaan antara Bapa (Allah) dengan Anak (Yesus), baik sebagian maupun keseluruhan merupakan sumber percekcokan di hari-hari yang suram ini. Bukannya setiap tahun, tetapi malah setiap bulan, kita membuat deklarasi keimanan yang baru untuk menjelaskan misteri yang tidak nampak. Kita minta ampun atas apa (kekeliruan) yang pernah kita perbuat, kita mempertahankan mereka yang bertobat, (tetapi kemudian) kita mengkafirkan mereka yang pernah kita pertahankan. Kita mengutuk baik ajaran orang lain yang ada pada kita, atau ajaran kita pada orang lain, dan secara timbal balik kita saling menghancurkan antara satu dengan yang lain, dan masing-masing kita menjadi penyebab keruntuhan lainnya)Selanjutnya dalam bukunya yang sama di halaman 695, Gibbon melukiskan bagaimana perasaan Petrus dan Paulus bila mereka menyaksikan perubahan-perubahan ajaran Kristen saat ini."If the Christian apostles, St. Peter or St. Paul, could return to the Vatican, they might possible inquire the name of the Deity who is I worshipped with such mysterious rites in the magnificent temple"(Seandainya rasul-rasul Kristen, Santo Petrus atau Santo Paulus, dapat kembali ke Vatican (saat ini), mereka mungkin akan menanyakan, siapakah nama Tuhan yang disembah (orang-orang Kristen) dalam upacara yang sedemikian aneh dalam Katedral yang besar-besar itu).Selanjutnya dalam bukunya yang sama di halaman 695, Gibbon melukiskan bagaimana perasaan Petrus dan Paulus bila mereka menyaksikan perubahan-perubahan ajaran Kristen saat ini."If the Christian apostles, St. Peter or St. Paul, could return to the Vatican, they might possible inquire the name of the Deity who is I worshipped with such mysterious rites in the magnificent temple"(Seandainya rasul-rasul Kristen, Santo Petrus atau Santo Paulus, dapat kembali ke Vatican (saat ini), mereka mungkin akan menanyakan, siapakah nama Tuhan yang disembah (orang-orang Kristen) dalam upacara yang sedemikian aneh dalam Katedral yang besar-besar itu). Namun untuk hal ini, Tuhan "tidak akan marah", karena yang duduk bersidang ini adalah wakil-wakilnya di dunia yang walaupun sekali-sekali keliru tetapi dijamin tidak bersalah. Jaminan ini diberikan oleh "Wakil Tuhan" di Dunia, Santo Ignatius, dalam suratnya ke Jemaat Kristen di Smyrna yang dikomentari oleh Paul Tillich dalam bukunya A History ofChrstian Thought, halaman 19:"Where the bishop is, the congregation should be. Prophet who appears may be right or wrong, but the bishop is right. The bishops were representatives of true doctrine."(Apa yang dikatakan uskup, jemaat harus tunduk. Nabi boleh salah atau benar, tetapi uskup selalu benar. (Karena) uskup adalah pembawa ajaran yang benar). Ketika Nabi Muhammad saw memberikan pernyataan tentang peranan laki-laki dan perempuan dalam pembentukan janin manusia, Gereja tidak ambil pusing. Walaupun Hadis Rasulullah ini dicatat oleh para perawi Hadis, namun dampak ilmiahnya belum terasakan, karena pandangan Gereja masih dikuatkan oleh pendapat Hartsoeker (1694) yang mengatakan bahwa janin 100% tercipta dari sperma laki-laki.Namun gelombang penemuan-penemuan baru di bidang embriology yang dirintis oleh Pander (1817), Prevost dan Dumas (1824) dan Van Baer (1829), sebagaimana dikemukakan oleh Dr. Mohammad Ali Albar dalam bukunya Human Development, halaman 53, mengarah kepada penyangkalan teori-teori sebelumnya. Ketika dunia mengetahui bahwa temyata laki-laki dan perempuan. sama-sama berperan dalam terciptanya janin dalam kandungan seorang ibu, orang mulai berfikir bahwa Yesus tidak akan bebas dari dosa, karena ibunya adalah keturunan Hawa yang ikut memberikan andil mencemari Yesus dengan dosa warisan.Para pemimpin Gereja terperanjat. Untuk mengatasinya Paus bergegas melakukan sidang untuk meralat keimanan tentang Bunda Maria agar Yesus tetap terjaga kesuciannya. Pada saat itu, 18 abad setelah Yesus tiada, Gereja kemudian meralat keimanan umat dengan menetapkan ajaran yang baru bahwa bunda Maria tidak berdosa, sehingga pada waktu dia melahirkan Yesus, dosa warisan turun temurun dari Adam tidak mencemarinya.Akhirnya pada tahun 1854, dengan campur tangan Tuhan, Paus Pius IX mengeluarkan SK yang menetapkan bahwa Bunda Maria tidak tercemar oleh dosa warisan (Immaculate conception). SK ini sebagian dikutip oleh Tony Lane dalam bukunya Christian Thought halaman 211:"We declare, pronounce and define that the most blessed Virgin Mary, at the first instant of her conception was preserved immaculate from all stain of original sin, by the singular grace and privilege of the Omnipotent God, in the virtue of the merits of Jesus Christ, the saviour of mankind, and that this doctrine was revealed by God and therefore must be believed firmly and constantly by all the faithful"(Kami menyatakan, mengumumkan, dan menyimpulkan bahwa Perawan Maria yang paling diberkati, pada kelahirannya terlindung/suci dari segala pencemaran dosa warisan, melalui rahmat dan keistimewaan satu-satunya dari Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kebajikan jasa-jasa Yesus Kristus, Juruselamat umat manusia, dan bahwa doktrin ini, diwahyukan oleh Allah sehingga dengan demikian harus diyakini dengan teguh dan abadi oleh semua yang beriman).Dengan demikian, Paus sebagai wakil Tuhan di dunia telah berhasil menyelamatkan keimanan umat yang mulai goyah. Dengan menerbitkan SK, Paus berusaha meyakinkan umatnya bahwa Yesus sudah disucikan lagi, karena Maria yang pernah dianggap berdosa sejak tahun 50an - berdasarkan ajaran Paulus dan pemimpin Gereja seperti Tertullian - sudah disucikannya dengan SK Ineffabilis Deus yang baru terbitkan 1800 tahun kemudian dengan "mengatas-namakan Allah".Perbuatan Paus Pius IX yang mengklaim SK ini sebagai wahyu Allah sangat dikutuk oleh Allah dalam Surah Al-An'am:"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya,..." (Al-An'am 6:93)Wahyu Allahnya yang baru, digunakannya untuk merevisi Wahyu Allah yang lama dalam Surat Paulus kepada Timotius dan kepada Jemaat Kristen di Roma yang menyatakan bahwa semua orang (termasuk Bunda Maria) berdosa."Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa." (Roma 5:12)"Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa." (I Timotius 2:14)Seharusnya, SK Paus Pius IX ini batal demi hukum, karena SK Paus yang lebih rendah, bertentangan dengan "SK Allah" yang lebih tinggi. Namun umat Kristen sudah tidak memperdulikan hal ini lagi, karena kalau mereka tidak mau menerima SK ini, konsekwensinya adalah: Yesus otomatis batal menjadi Juruselamat!.Ketergantungan umat Kristen terhadap sembahan / Juruselamat selain Allah ini, dijelaskan Allah dalam Al-Qur'an:"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka." (Maryam 19:81)
038. TANYA:Siapa Juruselamat menurut Yesus? JAWAB:Juruselamat satu-satunya menurut Yesus adalah Allah, dan agar kita selamat, menurut Yesus kita harus taat pada perintah Allah (bertaqwa). Kalau Yesus mengajarkan "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", "Ikutilah perintah Allah", "Cintailah Allah dengan sepenuh hatimu, dengan sepenuh jiwa ragamu dan dengan sepenuh kekuatanmu, bukan untuk sekedar pamer, tetapi benar-benar menegaskan bahwa satu-satunya Juruselamat adalah Allah." Perhatikan ayat-ayat Injil berikut ini:"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (taqwa)." (Matius 7:21)"Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku." (Yohanes 12:49-50)"Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu," (Lukas 3:3)"Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Matius 19:17)
039. TANYA:Kalau demikian apakah Yesus sama sekali tidak dianggap sebagai Juruselamat?JAWAB:Ini yang perlu dijelaskan dan ditegaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.Dalam bahasa Indonesia kita mengenal juru yang berarti salah seorang yang melakukan tugas sebagaimana dijelaskan.Juru Rawat berarti salah seorang yang melakukan tugas perawatan.Juru Mudi berarti salah seorang yang melakukan tugas mengemudi.Kalau juru selamat diartikan salah seorang yang menyelamatkan, berarti Yesus dapat dianggap juru selamat, karena beliau adalah salah seorang Nabi yang diutus untuk Bani Israel dengan ajaran untuk menyelamatkan.Kalau pengertian ini yang kita anut, berarti siapa saja yang melakukan tugas-tugas menyelamatkan orang lain adalah juruselamat, termasuk semua nabi terhadap umatnya, para dokter terhadap pasiennya, petugas pemadam kebakaran terhadap penghuni rumah yang terbakar, dan lain-lain.
040. TANYA:Bagaimana sikap umat Kristen terhadap ajaran tentang Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat?JAWAB:Umat Kristen terlalu diliputi rasa takut akan bayang-bayang dosa waris.Santo Agustinus sedemikian hebat mendramatisir ajaran tentang dosa warisan. sehingga umat Kristen merasa bahwa keberadaan mereka di dunia ini, sebagai laki-laki, apalagi sebagai perempuan, merupakan keberadaan maupun tindakan-tindakan yang hanya melipatgandakan dosa-dosa yang sudah ada.Ajaran Paulus dan pengikut-pengikutnya demikian hebat membelenggu pemikiran umat Kristen. Dan ajaran dosa warisan, hukum Taurat tinggal menjadi pajangan yang tidak punya arti apa-apa."Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa."Dengan dihapuskannya hukum Taurat, bayangan Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Bijaksana serasa ikut pupus, digantikan dengan Yesus, "Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat""Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus." Galatia 2: 16)"Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? (Galatia 3:1)Berbagai pertanyaan pun datang menghantuia. Bagaimana mereka harus mengatasi rasa takut?b. Bagaimana manusia yang sudah terkutuk ini diperbaiki?c. Bagaimana manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa ini diselamatkan?Ketakutan seperti inilah yang ditunggu-tunggu oleh Gereja dan untuk itu mereka sudah menyiapkan jawabannya beserta tenaganya. Resep satu-satunya yang mereka sodorkan sebagai jawaban untuk mengatasi rasa takut dan khawatir adalah dengan menggantikan kedudukan Allah dengan Yesus sebagai satu-satunya juruselamat.Untuk melengserkan kedudukan Allah sebagai Juru Selamat, kelompok pendukung Paulus memaksakan serah terima jabatan Penguasa Sorga dan Bumi dari Allah kepada Yesus melalui ayat palsu berikut ini:" Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." (Matins 28:18)
041. TANYA:Apa dampak ajaran Paulus ini terhadap Umat Kristiani?JAWAB:Dampaknya cukup hebat, coba silakan dekati salah seorang Kristiani yang bisa diajak diskusi atau berbincang-bincang tentang Yesus. Arahnya pasti dan jelas Bukannya Yesus sebagai Nabi, bukan Yesus sebagai Anak Allah, bukan Yesus sebagai oknum kedua dari Trinitas, tetapi hampir pasti, pembicaraan akan selalu mengarah ke Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Ajaran Kristen pun hampir semua dikemas untuk bermuara ke Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.Perhatikan upacara pembaptisan, perhatikan lambang salib, perhatikan penyembuhan atas nama Yesus. Bahasa dosa warisan dan penebusan dosa sedemikian kental dan kuat, sehingga sudah mirip dengan mantera yang tidak boleh dibantah, diganggu gugat, atau dipertanyakan.
042. TANYA:Dari mana Gereja mendapatkan ide untuk mendukung Yesus sebagai Juruselamat?JAWAB:Menurut filsafat Yunani yang diajarkan oleh Aristoteles dan Plotinus, Tuhan yang maha mulia tidak menciptakan dunia ini atau pun menghakimi manusia di akhir zaman. Kemuliaan Tuhan tidak boleh dicemari dengan mengurusi dunia dan manusia yang berdosa.Oleh karena itu segala tugas yang menyangkut urusan dunia termasuk menghakimi dan mengampuni manusia yang jatuh dalam dosa, diserahkan kepada perantara yakni Logos.Para pemimpin gereja yang berlatar belakang fllsafat Yunani ini tinggal melantik Yesus menjadi Logos untuk menjalankan fungsi perantara antara Tuhan dan manusia. Selesai pelantikan, Yesus sudah harus sibuk mewakili Tuhan, sebagai hakim dan Juruselamat untuk menyelamatkan dunia beserta isinyaKalau mereka masih belum cukup, masih bisa ditambahkan dengan ayat palsu (Matius 28:18) untuk lebih meyakinkan bahwa Yesus benar-benar adalah perantara Tuhan yang mulia dengan manusia, dimana Tuhan telah menyerahkan semua kekuasaannya baik di langit maupun di bumi kepada Yesus.
F. Pemalsuan Kitab Suci
043. TANYA:Apa sebabnya kalau kita membaca Injil dalam Alkitab, Surat-Surat Paulus maupun surat-surat para murid Yesus seakan-akan semua sama mendendangkan Yesus sebagai Juruselamat?JAWAB:Jangan salah kaprah! Jangan sampai pembaca terperdaya membaca nama-nama murid-murid Yesus yang terpandang sebagai penulis Injil dan Surat-surat yang mencantumkan nama mereka dalam Alkitab.Para pakar Alkitab dan sejarawan sependapat bahwa dalam kitab Perjanjian Baru hanya Surat-surat Paulus yang dianggap ditulis oleh Paulus. Itu pun tidak semuanya. Semua Injil yang ada dalam kitab Perjanjian Baru ditulis oleh orang misterius yang tidak dikenal. Perhatikan pernyataan Prof. Sanders dalam bukunya yang sama halaman 63-64:"We do not know who wrote the gospels.... Present evidence indicates that the gospels remained unfitted until the second half of the second century. I have summarized this evidence elsewhere...The gospels as we have them were quoted in the first half of the second century, but always anonimously. . Names suddenly appear about the year 180."(Kita tidak tahu siapa yang menulis Injil-injil..... Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa Injil-injil tetap tidak memiliki nama sampai pada tahun 150an. Saya telah memeriksa bukti-buktinya di mana-mana. Injil-injil sebagaimana yang kita miliki telah dikutip sebelum tahun 150an, tetapi tanpa nama... Nama-nama penulis tiba-tiba muncul sekitar tahun 180)Mereka ini adalah orang-orang Romawi pengikut Paulus yang menulis Injil bukan untuk bacaan umat Yahudi (umatnya Yesus) tetapi untuk kepentingan orang-orang Romawi penganut filsafat Yunani.Sebenarnya ada lebih 300 Injil yang berbeda-beda yang tersebar di masing-masing gereja tanpa diketahui siapa penulisnya.Pemberian nama-nama Injil baru diberikan tahun 180 demi kepentingan mempertahankan Injil-injil yang diinginkan untuk masuk dalam kanonisasi Alkitab.Jadi kalau pembaca melihat nama Matius dan Yohanes, jangan sekali-kali membayangkan bahwa Injil yang mencantumkan nama mereka adalah tulisan mereka. Ini hanyalah sekedar upaya Gereja mencatut nama mereka agar sidang kanonisasi mau menerimanya masuk dalam Alkitab.Ini dijelaskan pula oleh Professor Alvar Ellegard, dari University of Guteborg, Sweden dalam bukunya Jesus, One Hundred Years before Christ, halaman 188:"Thus we can only conclude that ascribing the authorship of the Gospels to a certain of Jesus' disciples was a step taken towards the mid- second century AD by member of the Church who, like Papias and Justin, were eager to find - or indeed fabricated -support for the view that the Gospels they chose to accept as canonical were the memories of Jesus' contemporaries"(Dengan demikian kita hanya dapat menyimpulkan bahwa dengan mencatut nama- nama murid-murid Yesus sebagai penulis Injil-injil adalah suatu langkah yang diambil menjelang tahun 150an oleh para pemimpin Gereja yang, seperti Papias dan Justin, sangat bersemangat untuk memperoleh - atau benar- benar memalsukan - dukungan agar orang berpendapat bahwa Injil-injil yang mereka pilih sebagai kitab suci tersebut adalah tulisan mereka yang sezaman dengan Yesus)Dengan mencantumkan nama murid-murid Yesus berarti Injil tersebut harus diterima karena ditulis oleh murid Yesus atau saksi mata kehidupan Yesus.Oleh karena itu kalau pembaca melihat bahwa Matius dan Markus sudah melantik Yesus menjadi Anak Allah, atau Yohanes melantik Yesus menjadi Logos penyembah berhala, harap jangan kaget atau terkecoh!Janganlah pembaca bermimpi bahwa Matius murid Yesus yang hidup siang malam dengan Yesus dan sama-sama orang Yahudi, akan lancang mengatakan bahwa Yesus Anak Allah, seperti ajaran Platonis yang dipromosikan oleh Paulus, atau ramai-ramai makan babi.Demikian pula jangan sampai pembaca terkecoh bahwa Yohanes murid kesayangan Yesus akan tega mengkhianati tuannya dengan melantiknya menjadi Logos penyembah berhala yang turun dari sorga ke dunia untuk menebus dosa manusia, sebagaimana yang dipromosikan Paulus dalam Suratnya kepada jemaat di Filipi. Semua ini adalah hasil kerja pengikut-pengikut setia Paulus yang siap melakukan apa saja untuk mendukung tuannya.Demikian pula Gereja, tetap saja menyembunyikan kepada jemaat mereka kenyataan bahwa Injil yang mereka pilih sesungguhnya bukan hasil kerja murid-murid Yesus. Ini dijelaskan pula secara detail oleh Herman Hendrickx dalam bukunya From One Jesus, to four Gospels." Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Spong dalam bukunya Why Christianity Must Change or Die, halaman XV:"I contended that the authors of the synoptic Gospels, Matthew, Mark, and Luke, were not eyewitnesses, nor were these Gospels even based primarily on eyewitness memories of the life of Jesus."(Saya yakin bahwa para penulis Injil-injil Matius, Markus dan Lukas, bukanlah saksi mata, dan bahkan Injil-injil ini malah tidak didasarkan pada catatan-catatan para saksi mata kehidupan Yesus)Iktikad kurang baik Gereja juga terlihat dari penempatan Injil-injil sebelum Surat-surat Paulus yang dapat memberi kesan keliru seakan-akan cerita tentang kelahiran Yesus, cerita tentang kematian, kebangkitan maupun terangkat ke sorga sudah ada sebelum Paulus menulis Surat-suratnya.Padahal kenyataannya hampir semua adalah mitos yang baru dibuat-buat puluhan tahun setelah surat-surat Paulus selesai ditulis berdasarkan kepentingan narasi untuk mendukung ajaran PaulusBelum lagi ribuan perubahan maupun tambahan ayat-ayat palsu yang baru dibuat oleh penyalin-penyalin Injil yang pada ujung-ujungnya bermuara pada Yesus sebagai Juruselamat sebagaimana yang diinginkan Paulus.
044. TANYA:Apakah pengaruh ajaran Paulus tentang Yesus sebagai Juruselamat bagi bangsa-bangsa Eropa yang Kristen?JAWAB:Orang-orang Kristen Eropa berhasil diyakinkan oleh ajaran Paulus dan para pemimpin Gereja bahwa Yesus adalah satu-satunya Juru Selamat dan bahwa berdasarkan ayat-ayat Injil, Yesus sudah memerintahkan umat Kristen untuk mengkristenkan dunia, sehingga mereka merasa terpanggil untuk mengemban tugas-tugas tersebut"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,..." (Matius 28:19)"Lalu la berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.." (Markus 16:15)Para misionaris pun menjelajah benua Afrika, Asia dan Amerika Latin. Mereka mendompleng armada kapal-kapal dagang menyebar ke seluruh dunia untuk menjajah sekaligus mengajak atau kalau perlu memaksa penduduk yang dijajah untuk menerima Yesus menjadi Juruselamat mereka.Mereka tidak perduli bahwa kebanyakan negara atau kerajaan di Afrika dan Asia yang mereka datangi sudah beragama Islam. Yang penting sebagai misionaris yang taat kepada perintah Yesus, misi mengkristenkan dunia sebagaimana yang diperintahkan harus dilaksanakan. Kalau penduduk yang dijajah tidak mau tunduk, disiksa atau dibinasakan! Sebagaimana yang mereka lakukan terhadap umat Islam Moro di Luzon dan Visayas Filipina."Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." (Lukas 19:27)Ternyata, ayat-ayat Injil yang memerintahkan para misionaris untuk menyebarkan Kristen ke seluruh dunia adalah ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan kemudian oleh Gereja.Injil Matius seharusnya berakhir pada pasal 28:15. Hugh J. Schonfield dalam hukunya The Original New Testament halaman 124 menjelaskan:"This (Matthew 28: 15) would appear to be the end of the Gospel. What follows (Matthew 28: 16-20) from the nature of what is said, would then be a later addition"(Ayat ini - Matius 28:15 - nampak sebagai akhir dari Injil Matius. Ayat-ayat selanjutnya - Matius 28:16-20 - dari kandungan peryataannya, baru ditambahkan kemudian).Selanjutnya, mengenai Injil Markus seharusnya berakhir pada Markus 16:8. Injil Markus dalam buku The five Gospels yang disusun oleh Robert W. Funk, langsung berakhir pada Markus 16:8 tanpa penjelasan Alkitab Revised Standard Version juga menutup Injil Markus pada Markus 16:8, dan menempatkan Markus 16:9-20 pada catatan kaki (footnote). Sementara itu Alkitab Good News Bible memiliki dua tambahan kumpulan ayat-ayat masing- masing a) Markus 16:9-20 dan yang satu lagi b) Markus 16:9-10} Keduanya terpisah dari teks Injil Markus disertai penjelasan:"Some manuscripts and ancient translations do not have this ending to the Gospel (verses 9- 20)"(Beberapa naskah dan terjemahan tua, tidak memiliki tambahan di akhir Injil ini (ayat-ayat 9-20)Selanjutnya, mengenai Injil Markus seharusnya berakhir pada Markus 16:8. Injil Markus dalam buku The five Gospels yang disusun oleh Robert W. Funk, langsung berakhir pada Markus 16:8 tanpa penjelasan Alkitab Revised Standard Version juga menutup Injil Markus pada Markus 16:8, dan menempatkan Markus 16:9-20 pada catatan kaki (footnote). Sementara itu Alkitab Good News Bible memiliki dua tambahan kumpulan ayat-ayat masing- masing a) Markus 16:9-20 dan yang satu lagi b) Markus 16:9-10} Keduanya terpisah dari teks Injil Markus disertai penjelasan:"Some manuscripts and ancient translations do not have this ending to the Gospel (verses 9- 20)"(Beberapa naskah dan terjemahan tua, tidak memiliki tambahan di akhir Injil ini (ayat-ayat 9-20)
045. TANYA:Mengapa umat Islam di berbagai negara melakukan perlawanan terhadap usaha pengkristenan, dan paling dimusuhi? JAWAB:1. Umat Islam menyadari bahwa ajaran Kristen yang dicemari ajaran penyembah berhala berusaha membengkokkan ajaran Islam yang lurus."Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan meilainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.” (Ali Imran 3:69)"Katakanlah: “Hai Ahli kitab mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?" Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan." (Ali Imran 3: 99)"(Yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat." (Al-A'raf 7:45)2. Kristen memusuhi Islam karena merasa selama ada umat Islam, mereka sulit menutup-nutupi kecurangan ajaran mereka. Setiap kali mereka berusaha mempropagandakan ajaran Kristen, mereka selalu akan terbentur pada fakta-fakta sejarah tentang kehidupan dan ajaran murni Yesus, yang pada kenyataannya justru lebih banyak dianut dan dijalankan oleh umat Islam dibanding umat Kristen yang mempertuhankannya,3. Umat Islam tahu dengan jelas bahwa ajaran Kristen yang diajarkan Paulus dan dimodifikasi oleh Gereja adalah ajaran yang menyimpang dari ajaran Yesus, sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran. Dari Al-Quran pula umat Islam tahu bahwa Allah telah mengamanatkan kepada Rasulullah beserta seluruh umat Islam untuk memberikan peringatan kepada umat Kristen agar tidak terjerumus lebih jauh ke lembah kemusyrikan dengan menyekutukan Allah."Ini adalah sebuah kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadaniu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab (Al-Qur'an) itu (kepada orang kafir) ..." (Al-A'raf 7:2)"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah." (Ali Imran3:64)Saat ini walaupun sangat terlambat, peringatan Allah ini juga telah disampaikan oleh para tokoh Agama Kristen, sejarawan dan pakar Alkitab, antara lain, Uskup Agung Jenkins dari Inggris, Uskup John Shelby Spong dari Amerika Serikat, Robert Funk, John Davidson, Reverend Dr. Charles Francis Potter, Barbara Thiering dari Australia, serta puluhan atau mungkin ratusan ribu lainnya yang tidak disebutkan disini. Malah Spong secara khusus mengatakan yang sekaligus merupakan judul bukunya: "Mengapa Ajaran Kristen Harus Berubah Atau Mati"

046. TANYA:Sendainya kita sepakat pada pengertian bahwa Yesus adalah bukan satu-satunya juru selamat, tetapi hanya salah seorang juru selamat, apakah kita dapat menerimanya?JAWAB:Saya pernah mengunjungi Kantor Pos Kendari dan menanyakan sanksi apa yang akan dikenakan kepada seseorang yang sengaja mengambil kiriman paket orang lain. Petugas Pos menjawab, itu adalah tindakan kriminal yang harus dihukumKita ketahui baik melalui Al-Qur'an maupun Alkitab bahwa Yesus hanya diutus sebagai Nabi untuk Bani Israel."Dan sebagai Rasul untuk bani Israil." (Ali Imran 3:49)"Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." (Matius 2:6)Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan la berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria," (Matius 10:5)"Jawab Yesus: 'Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." (Matius 15:24)Malah menurut Yesus, bangsa lain dianggap anjing dan babi, serta tidak pantas mengikuti dia."Jangan kamu memberikan barang yang kudus (Ajaran Yesus) kepada anjing (orang bukan Yahudi) dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi..." (Matius 7:6)Kita ini adalah bangsa Indonesia, bukan Bani Israel. Yesus bersama Injilnya adalah paket yang dikirim Allah untuk Bani Israel. Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersama Al-Qur'an adalah paket yang dikirimkan Allah untuk seluruh umat manusia. Jadi alangkah tidak etisnya kalau kita sampai lancang menerima paket yang bukan ditujukan kepada kita, walaupun ada yang menggoda kita untuk menerimanya. Mungkin si penggoda dapat saja menghapus nama si penerima dan menggantinya dengan nama kita, namun kita toh masih mempunyai pikiran dan perasaan serta hati nurani untuk menolak dan mengatakan bahwa paket tersebut sebenarnya bukan untuk kita.Jadi alangkah tidak tahu diri, kita orang-orang Indonesia (yang bukan orang Yahudi) kalau mau lancang menerima Yesus sebagai Juruselamat yang sama sekali tidak pernah dialamatkan kepada kita.Saya tidak habis pikir, kalau kita orang-orang Indonesia yang disebutnya anjing dan babi, dan bukan dombanya, masih mengharapkan sesuatu darinya. Tentu kita tidak ingin melanggar perintah Tuhan. Kalau kita melakukan tindakan kriminal terhadap negara, hukumannya adalah penjara. Tetapi kalau kita melakukan tindakan kriminal terhadap Allah, hukumannya adalah neraka. Oleh karena itu kalau orang mengatakan "Allah Juruselamat kita melalui Yesus Kristus", hanya ada dua pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.Kalau ini diucapkan oleh umat Israel ada benarnya, karena dapat ditafsirkan sebagai berikut :1) Allah adalah Juruselamat2) Allah tidak berbicara langsung dengan Bani Israel, tetapi mengutus Yesus3) Yesus menyelamatkan Bani Israel dengan ajaran Injil yang diwahyukan Allah.Kalau ini diucapkan oleh orang-orang Romawi penganut filsafat Yunani, yang kemudian dianut oleh orang-orang Kristen, arahnya menyimpang dari ajaran Tauhid yang disampaikan para nabi termasuk Yesus.1) Allah adalah Juruselamat2) Allah yang suci tidak dapat langsung menyelamatkan manusia yang berdosa3) Allah mengutus anaknya ke dunia untuk dijadikan korban menyelamatkan umat manusia melalui darahnya di tiang salib.Kalau ini diucapkan oleh kita, orang-orang Indonesia, tentu tidak tepat, karena kita bukan orang Israel dan Yesus tidak punya urusan dengan kita.
047. TANYA:Kalau Paulus mengatakan bahwa Yesus sebagai Anak (Tuhan) Allah adalah Juruselamat, siapa yang meningkatkan status Yesus sebagai Tuhan Juruselamat?JAWAB:Athanasius. Kalau menurut Paulus, Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan sudah bisa menyelamatkan, maka menurut Athanasius, Yesus Kristus harus menjadi Tuhan selain Allah untuk menyelamatkan manusia. Sedikit saja ketuhanannya berkurang, maka pekerjaan penyelamatan akan bubar.Pendapat Paulus ini dikemukakan oleh Richard E Rubenstain dalam bukunya When Jesus Became God, halaman 9:"Therefore if Christ is any less than God, he could not save us. And if we did not believe that he was God, we would not be saved"(Oleh karena itu, kalau Kristus sedikit lebih kecil dari Tuhan (Allah), dia tidak akan dapat menyelamatkan kita. Dan kalau kita tidak percaya bahwa dia adalah Tuhan", maka kita tidak akan selamat)Coba bayangkan! Siapa yang tidak takut dengan ancaman seperti ini? Daripada masuk neraka, lebih baik "menerima" Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.Ancaman Athanasius ini kemudian dikuatkan dengan SK Ketuhanan Yesus yang dia sponsori, untuk ditetapkan oleh Kaisar Romawi dan dewan Gereja pada Konsili di Nicea 20 Mei 325."He (Jesus) is God from God, Light from Light, and true God from true God"(Dia (Yesus) adalah Tuhan yang berasal dari Tuhan, Cahaya yang berasal dari Cahaya, dan Tuhan sesungguhnya yang berasal dari Tuhan sesungguhnya).
F. Penyembuhan Atas Nama Yesus
048. TANYA:Apa kegiatan yang dapat dipandang sebagai upaya untuk mendukung ajaran Yesus sebagai Juruselamat?JAWAB:Salah satunya adalah penyembuhan spiritual atas nama Yesus. Gereja memanfaatkan penyembuhan spiritual dimana-mana untuk mengingatkan orang atas beberapa peristiwa penyembuhan spiritual yang dilakukan Yesus sebagaimana tercatat dalam Alkitab Dengan kegiatan-kegiatan penyembuhan yang disertai khotbah-khotbah dan doa-doa, maka lengkaplah penampilan Pendeta, Pastor atau penginjil mewakili figur Yesus untuk menyembuhkan orang sakit sambil berkhotbah.
Sedemikian besar pengaruh pengobatan ini sehingga apa pun yang dikatakan oleh Pastor, Pendeta dan penginjil seakan-akan semua bisa terjadi. Kegiatan penyembuhan ini merupakan salah satu otoritas Gereja yang berusaha untuk tetap dipertahankan, walaupun lama-kelamaan kebohongannya makin terungkap.
Ada dua faktor yang nampaknya sulit bagi Gereja saat ini untuk mempertahankan peranannya sebagai pemegang otoritas penyembuhan atas nama Yesus:1) Penemuan bakteri, virus dan jamur serta senyawa kimia / fisik sebagai penyebab penyakit membuat orang sadar bahwa penyakit-penyakit seperti malaria, kusta, dan keracunan kimia bukan urusan para Pastor, Pendeta ataupun penginjil untuk disembuhkan atas nama Yesus. Apalagi orang yang buta karena penyakit kusta atau yang lumpuh karena penyakit polio. Walaupun disebut-sebut nama Yesus 7 hari 7 malam, mereka yang buta tidak akan melihat dan orang yang lumpuh tersebut tidak akan dapat berjalan. Bidang ini merupakan otoritas para dokter dimana para pastor, pendeta dan penginjil tidak punya peran.Namun bagi orang-orang yang masih berfikir primitif, yang masih percaya kepada tahayul, masih mudah terpengaruh propaganda mereka.2) Para ahli kedokteran jiwa sejak lama sudah 81 mengungkapkan adanya hubungan antar jiwa seseorang dengan fisiknya. Dalam ilmu kedokteran dikenal istilah Psychophysiologic Disorder yang oleh James C. Coleman, James N. Butcher dan Robert C Carson, dalam buku mereka "Abnormal Psychology and Modern Life, 1984, didefinisikan sebagai "physical disorder in which psychological factors play a major causative role", (penyakit fisik dimana faktor-faktor kejiwaan berperan sebagai penyebab utamanya)Peranan kejiwaan ini selanjutnya dijelaskan:"an emotional upset may lower resistance to physical disease... the overall life situation of an individual has much to do with the onset of a disorder, its form, duration and prognosis"(perasaan yang kalut dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit……. Situasi kehidupan seseorang secara keseluruhan sangat berkaitan erat dengan kejadian, jenis, lamanya maupun berkembangnya suatu penyakit)Bagaimana langkah-langkah terjadinya penyakit fisik akibat gangguan psikologis digambarkan sebagai berikut:a. Timbulnya kekalutan perasaan sebagai dampak dari situasi stres yang berlarut-larut.b. Ketidakmampuan menanggulangi kekalutan perasaan ini,c. Respon berbagai sistim organ tubuh terhadap gangguan perasaan yang berakibat rusaknya organ-organ tubuh tertentu, atau secara umum merobah dan melemahkan sistim pertahanan tubuh.Jadi ada banyak penyakit fisik yang disebabkan oleh faktor kejiwaan. Banyak dokter yang karena kesibukan melayani pasien menyebabkannya mereka tidak sempat mendiagnosa dengan tepat penyebab sesungguhnya terjadinya penyakit. Akhirnya yang diberikan adalah obat-obat dari apotek untuk menyembuhkan gejala penyakit yang tidak menyentuh gejala kejiwaan penyebabkan terjadinya penyakit fisik.Penyakit-penyakit fisik yang berhubungan dengan kejiwaan seperti ini dengan mudah dapat disembuhkan dengan sugesti oleh dokter, dukun, hypnoterapist dan lain-lain tanpa harus berteriak atas nama Yesus. Para penulis yang sama di halaman 275, sebaliknya menjelaskan bahwa emosi positif sangat mendukung penyembuhan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan."Positif emotion seem often to produce a certain immunity to physical disease or to be associated with speedy and uncomplicated recoveries when disease does strike"(Emosi positif nampaknya sering menghasilkan daya tahan tubuh tertentu terhadap penyakit atau berkaitan erat dengan kesembuhan yang segera dan mudah dari suatu penyakit)Penyakit-penyakit seperti inilah yang sekarang menjadi komoditi Gereja untuk memproklamasikan Yesus sebagai Juruselamat, tanpa sedikit pun ada iktikad baik dan kejujuran mereka untuk menjelaskan kepada jemaat bahwa penyakit seperti ini sesungguhnya dapat disembuhkan sendiri oleh otak si penderita berkat kebesaran hati dan kesediaannya bekerjasama untuk sembuh. Proses penyembuhan seperti ini dijelaskan oleh Mark R. Rosenzweig dan Arnold L. Leiman dalam buku mereka Physiological Psychology, hal. 6-7:"Various regions of the brain do indeed contain naturally produced chemical that are now called endorphine, short for "endogenous morphine". Such compounds can relieve pain and in some cases they are more effective than morphine" ( (Di berbagai lokasi dalam otak ternyata mengandung zat kimia yang dihasilkan secara alami yang saat ini disebut endorphine, singkatan dari "endogenous morphine", Senyawa ini dapat menghilangkan rasa sakit dan dalam beberapa hal jauh lebih kuat dari morphin)Penulis sendiri telah menyembuhkan ratusan orang baik di Indonesia maupun di Filipina sejak penulis mengikuti pelatihan hypnotisme tahun 1980 di Jakarta.Dalam ratusan penyembuhan ini, tidak sekalipun penulis memanggil-manggil nama Yesus, tetapi orang yang mau sembuh, Alhamdulillah sembuh juga.Sesungguhnya penyembuhan spiritual terjadi atas jutaan manusia setiap hari di muka bumi ini, terutama di Asia Selatan, Afrika dan lain-lain, tanpa harus berteriak-teriak atas nama Yesus. Kejadian-kejadian ini tidak dipublikasikan secara luas, karena tidak ada sponsor dan tidak memiliki nilai komersil.Upaya untuk memahami penyebab penyakit dan berupaya untuk mencari obatnya tanpa harus berbohong merupakan esensi sabda Rasulullah saw dalam Hadisnya yang mengatakan:"Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya, kecuali penyakit maut."Dari Hadis di atas, kita mendapat gambaran bahwa penyakit bakteri dan virus diobati dengan obat-obat antibiotik, sementara penyakit yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan diobati pula dengan pengobatan kejiwaan. Bahwa penyakit kejiwaan diobati dengan antibiotik atau penyakit bakteri dan virus diobati dengan pengobatan kejiwaan, tentu hasilnya tidak akan optimal, atau malah sia-sia.Jadi kegiatan penyembuhan atas nama Yesus terhadap setiap penyakit yang disiarkan melalui stasiun-stasiun televisi, radio, koran dan pertunjukan di lapangan terbuka sesungguhnya dapat dianggap pembodohan dan pendangkalan intelektual manusia. Dalam idiom bahasa Inggris dikenal dengan hammer and nail (palu dan paku). Artinya setiap persoalan diselesaikan dengan palu dan paku. Pintu rusak, dipaku; mobil mogok dipaku; anak bandel, dipaku! Semua penyakit diselesaikan atas nama Yesus! TBC diobati atas nama Yesus, kanker diobati atas nama Yesus, kolera diobati atas nama Yesus, lumpuh karena polio diobati atas nama Yesus, ditabrak mobil diobati atas nama YesusKalau ini dilaksanakan di masyarakat primitif 2000 tahun yang lalu, masih dapat dimaklumi. Tetapi kalau ide ini disuapkan kepada manusia yang berpikiran waras di abad ke XXI ini, sudah sangat keterlaluan. Sesungguhnya tujuan utama berbagai pertunjukan penyembuhan di depan umum ini, bukan dimaksudkan untuk membuktikan kuasa Yesus menyembuhkan penyakit, tetapi sebagai propaganda dengan menggunakan juru-jurus hipnotis dan sugesti agar orang mau menerima Yesus sebagai Juruselamat.Berapa banyak kasus penderita penyakit kronis yang hanya terhibur sesaat oleh placebo effect di waktu pengobatan, tetapi kemudian penyakitnya tetap saja bercokol. Dan ribuan kegagalan pengobatan seperti ini tentu tidak menguntungkan propaganda Yesus sebagai Juruselamat, kalau disebar-luaskan di koran atau ditayangkan di televisi. Sebagaimana dijelaskan, kebanyakan orang menderita gangguan fisik karena pengaruh psikologis. Gangguan kejiwaan seperti stress, menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan metabolisme yang berdampak pada gangguan pisik.
Oleh karena itu dalam kasus-kasus ringan, hiburan, pemberian harapan, pemberian semangat dan lain- lain, akan dapat memperbaiki ketidakseimbangan emosional, yang pada gilirannya akan memulihkan kembali metabolisme tubuh seperti sedia kala.
Seorang yang kena histeri, misalnya, yang mengamuk dan berteriak-teriak, oleh para penginjil menganggapnya sebagai kerasukan setan. Oleh karena itu menurut mereka, setannya harus diusir atas nama Yesus, agar setan tersebut keluar dari orang yang kena histeri. Namun apa yang terjadi ketika pasien seperti ini dibawa ke rumah sakit? Dokter tidak akan memanggil pastor, pendeta atau penginjil untuk berdoa mendatangkan Yesus agar setannya pergi. Apa yang dilakukan oleh dokter adalah mengambil alat suntik dan obat penenang, menyuntikkannya kepada pasien, dan sim salabim, pasiennya sembuh seketika!!! Tanpa kehadiran penginjil dan Yesus, setan yang menguasai pasien lari tunggang-langgang ditembak oleh dokter dengan suntikan obat penenang tanpa harus menyebut nama Yesus.
Para pastor, pendeta dan penginjil terutama mereka yang sudah dilatih dengan keterampilan hipnotis dan sugesti di Amerika Serikat dan Eropa sangat mengerti akan hal ini. Oleh karena itu, pada saat mereka melakukan pengobatan di lapangan, mereka menyadari bahwa penderita penyakit akibat gangguan kejiwaan, akan mendapat manfaat dari teknik pengobatan ini, sementara mereka yang menderita penyakit bakteri, virus dan lain sebagainya, walaupun tidak sembuh, setidaknya akan mendapatkan pengaruh placebo effect sesaat.
Jadi apa yang dilakukan para pastor, pendeta dan penginjil internasional hanyalah praktek hipnotherapy biasa, yang kemudian tiba-tiba menjadi luar biasa setelah dikemas dalam paket atas nama Yesus Juruselamat yang mengagumkan, dan diiklankan berdasarkan pesan sponsor.
Paula Fredriksen, Guru Besar Sejarah Kristen di Boston University, dalam bukunya Jesus of Nazareth King of Jews, halaman 115, menjelaskan bahwa para pastor, pendeta dan penginjil yang melakukan penyembuhan spiritual atas nama Yesus, sesungguhnya hanyalah melakukan praktek hipnotis dan sugesti biasa yang dikemas dengan bahasa primitif di zaman Yesus. Bagi orang-orang yang kritis di zaman modern, jelas ini sesuatu yang menyesatkan."Modern culture, too, is familiar with charismatic cures worked by suggestion. Our explanation differ from those given in ancient sources - where we use the language of psychosomatic disease and suggestion, people in antiquity spoke of demons and special power – but the phenomenon observed seem identical"(Dalam budaya modern pun, penyembuhan spiritual yang dilakukan dengan sugesti (seperti di zaman Yesus) banyak dilakukan orang. Penjelasan (ilmiah) yang kita berikan berbeda dengan pemahaman. di masa lalu - ketika kita menjelaskan penyakit dengan bahasa psikologi dan sugesti, orang-orang di zaman dahulu (yang didukung para penginjil) mengatakan kemasukan setan atau roh jahat - padahal wujud (penyakit) nya sama saja).Mengomentari ketidak-jujuran para pastor, pendeta dan penginjil Internasional di daratan Eropa dan Amerika yang berkeliling dunia untuk mengkris-tenkan orang-orang Asia dan Afrika, L. Braker, ahli mesin perkapalan dari Utrecht, negeri Belanda, dalam perjalanannya dari Filipina menuju Indonesia pada tanggal 31 Desember 1999 mengatakan:"Hanya orang bodoh, yang tidak tahu siapa Yesus sebenarnya. Para penginjil itu bukanlah orang-orang yang jujur, tetapi sekedar menggunakan agama sebagai barang dagangan. Mereka tidak memperkenalkan siapa Yesus sebenarnya, tetapi malah memperkenalkannya sebagai barang dagangan. Mereka tidak punya nyali untuk mengatakan 'kuda adalah kuda'. Saya memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama Kristen, dan Saya bisa menjadi jutawan hanya dengan ikut berkeliling dunia memanipulasi Yesus. Tetapi saya punya harga diri. Dan harga diri saya lebih utama dari uang jutaan dollar."Dr. Bruce Goldberg dalam bukunya New Age Hypnocis mencantumkan beberapa alamat di Amerika Serikat sebagai pusat-pusat pelatihan dan penyediaan alat-alat bantu hipnotis.Penulis sangat menyayangkan satu hal. Selama ini para penginjil merajalela di seluruh Indonesia, bahkan di berbagai negara terutama di negara-negara berkembang untuk melakukan propaganda, bahwa mereka melakukan penyembuhan atas nama Yesus. Bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Dan selama yang saya ketahui, belum pernah ada satu pun, dokter umum, psikiater, atau pakar psikologi di Indonesia yang pernah menjelaskan kepada umum ketidak-jujuran para penginjil yang mengatakan kepada jemaat bahwa yang punya andil dan berperan menyembuhkan seseorang adalah Yesus, padahal mereka mengetahui dengan jelas bahwa yang berperan dalam suatu proses penyembuhan adalah 1) obat, 2)lingkungan yang mendukung, 3) penampilan pengobat (dokter, dukun, hipnoterapist, penjual jamu penginjil dan lain-lain yang meyakinkan, serta 4) kesediaan pasien untuk bekerja sama dan semangatnya untuk sembuh.
Apa yang dilakukan penginjil sebenarnya hanyalah praktek hipnotherapy (penyembuhan dengan hipnotisme dan sugesti), yang juga banyak dilakukan oleh para dukun, dokter dan para hipnoterapist lainnya, tanpa loudspeaker yang memekakkan telinga dan tanpa liputan kamera televisi.
049. TANYA:Bukankah banyak "bukti-bukti" penyembuhan atas nama Yesus yang dibicarakan orang atau ditulis dibuku, koran, majalah maupun jurnal?JAWAB:Inilah yang sering membuat orang salah kaprah, karena prosesnya salah kaprah (false attribution). Para Pastor, Pendeta maupun Penginjil Internasional terutama dari Amerika dan Eropa, yang kemudian ikut-ikutan pula para penginjil lokal, dengan bangga mengatakan bahwa Yesus telah menyembuhkannya, padahal mereka menyadari bahwa mereka berdusta. Dari mana penyembuhan itu berasal, perhatikan pernyataan para pakar Psikologi berikut ini.Mark R. Rosenzweig dan Arnold L. Leiman dalam buku mereka Physiological Psychology menjelaskan bahwa seseorang mudah terpengaruh oleh lingkungan yang menghasilkan efek Placebo."Placebo effect usually takes place when the pills are given in a medical environment, accompanied by the confident reassurances of a physician... Now some researchers suggest that the placebo gives relief because the clinical setting promotes the release of endorphins"(Efek Placebo biasanya berlangsung di saat pemberian pil di lingkungan pengobatan yang disertai dengan dukungan moril dokter... Saat ini beberapa peneliti menemukan bahwa placebo dapat menyembuhkan karena lingkungan pengobatan yang mendukung dihasilkannya endorphins)Dari pernyataan berbagai pakar kedokteran dan psikologi kita dapat menarik kesimpulan bahwa penyembuhan spiritual yang dilakukan oleh para pastor, pendeta dan penginjil, dipengaruhi antara lain oleh faktor-faktor berikut ini:1) Penampilan Pendeta, Pastor atau penginjil yang rapi dan berwibawa, mampu melahirkan keyakinan pada penderita bahwa Pastor, Pendeta maupun penginjil tersebut, memiliki kemampuan untuk melakukan penyembuhan2) Para Pastor, Pendeta dan penginjil terlatih dalam olah vokal dan retorika sehingga apa yang mereka ucapkan dapat memberikan pengaruh pada penderita3) Para Pastor, Pendeta dan penginjil terlatih dalam jurus-jurus hypnotisme sehingga mereka sudah trampil menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menaklukkan suyet (penderita)4) Penderita mau bekerja sama sebagai syarat mutlak penyembuhan. Kesemua faktor diatas, akan memberikan efek placebo pada penderita yang pada gilirannya akan merangsang produksi endorphine.Coba perhatikan alangkah jelasnya! Tidak satu pun ilmuwan yang mengatakan bahwa atas nama Yesus menjadi prasyarat penyembuhan. Mereka semuanya sembuh karena penampilan Pastor, Pendeta dan penginjil, dukun, dokter, penjual jamu, tabib dan lain-lainnya; lingkungan yang sengaja diciptakan untuk mendukung proses penyembuhan serta semangat penderita untuk sembuh.
Oleh karena itu penulis dengan senang hati, menyediakan hadiah cuma-cuma tanpa diundi sebesar Rp. 1.000.000,00,- kepada siapa saja penginjil di muka bumi ini, yang dapat membuktikan bahwa mereka yang menderita penyakit-penyakit kronis seperti TBC, Kusta, AIDS, Kanker stadium akhir, atau lumpuh karena penyakit polio, dapat sembuh seketika atau segera “atas nama Yesus”.

Mengapa Rasululloh SAW menikahi Aisyah Ra

*bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem **In the Name of God, the Compassionate, the Merciful * Seorang teman kristen suatu kali bertanya kepada saya, "Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?" Saya terdiam. Dia melanjutkan, "Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?" Saya katakan padanya, "Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini." Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. ------------------ Muslim Answer ------------------ Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah. Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti itu. Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islam, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk men-tunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah terhadap orang tua dan suami tua tersebut. Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur di bawah 18 tahun, dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima. Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain penghormatan saya terhadap Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya. Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisham ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun. Bukti #1: Pengujian Terhadap Sumber Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua. Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50). Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah diberi tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50). Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301). KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah buruk dan riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel. KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam: Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu 610 M: turun wahyu pertama Abu Bakr menerima Islam 613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat 615 M: Hijrah ke Abyssinia. 616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam. 620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah 622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina 623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah Bukti #2: Meminang Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun. Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyahh dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979). Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh usai (610 M). Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya. KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah. Bukti # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah" (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978). Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun. KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar. Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma' Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992). Menurut Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933). Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933) Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow). Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah 622M). Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga. Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun. Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..? KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah. Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]." Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr. Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb." Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah. BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan) Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, Kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha' wa amarr). Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi. KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun. Bukti #7: Terminologi bahasa Arab Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah. Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin". Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut). Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya. Bukti #8. Text Qur'an Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur'an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun? Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tersebut mengatakan: Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6) Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia menikah" sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan. Disini, ayat Qur'an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka. Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tersebut secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambil tugas sebagai isteri. Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun. Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,"berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya? Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Quran. KESIMPULAN: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata. Bukti #9: Ijin dalam pernikahan Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan. Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan. Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras tentang persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun. Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah. KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik. Summary: Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat. Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam. Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab

kepalsuan Injil

Posted - 16 Nov 2003 : 06:41:56
Membongkar Kepalsuan dan Kebobrokan Injil: ==================================: untuk membahas sejarah penyusunan injil secara padat dan ringkas akan saya tampilkan kembali artikel tanggapan saya terhadap tulisan Jefry komala, dan saya postingkan dibeberapa situs berbulan-bulan yang lalu, namun hingga saat ini belum dan entah kapan akan dijawab olehnya. : Tulisan ini saya buat untuk menanggapi sebuah artikel yang dihimpun oleh sdr.jefry komala mengenai sejarah penyusunan al-kitab hingga menjadi seperti sekarang ini.saya rasa umat kristen,khususnya katolik,sudah mengenal nama sdr.jefry komala di internet,sdr.jefry sering menulis untuk gerejakatolik.net dan juga posting di situs2 seperti paroki st.andreas misalnya.saya harap tulisan saya ini disikapi dengan kepala dingin dan fikiran jernih,karena saya mendasarkan argumen saya pada bukti2 yang dipaparkan oleh umat kristen sendiri dan tentu saja fakta2 historis.selamat membaca.: catatan:JK=jefry komala D.A=(dimitry YBT) : : JK: Tidak ada seorangpun yang dapat memastikan siapa yang menulis Kitab Taurat, tetapi tidak disangkal bahwa nabi Musa memegang peran yang unik dan penting dalam berbagai peristiwa-peristiwa yang terekam dalam kitab-kitab ini. Sebagai orang Katolik, kita percaya bahwa Alkitab adalah hasil inspirasi Ilahi dan karenanya identitas para manusia pengarangnya tidaklah penting.: =====: DA: terimakasih,fakta diatas akan sangat memudahkan saya dalam berdiskusi dengan orang2 yang secara fanatik buta mengatakan"AL-KITAB ADALAH FIRMAN TUHAN!"ternyata tidak!menafikan identitas pengarang al-kitab adalah tindakan gegabah!apa yang membuat anda yakin al-kitab sebagai inspirasi ilahi ?,sementara didalamnya terdapat begitu banyak pertentangan,kekeliruan,kisah mesum,inkonsistensi,rasialisme,nubuat dan ramalan yang tak terbukti,petunjuk menyesatkan,kesalahan secara science,etc...dan anda masih berani bilang semuanya itu hasil inspirasi ilahi?: =====: JK : Kitab-kitab Perjanjian Lama pada awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani (Hebrew) bagi Israel, umat pilihan Allah. Tetapi setelah orang-orang Yahudi terusir dari tanah Palestina dan akhirnya menetap di berbagai tempat, mereka kehilangan bahasa aslinya dan mulai berbicara dalam bahasa Yunani (Greek) yang pada waktu itu merupakan bahasa internasional. Oleh karena itu menjadi penting kiranya untuk menyediakan bagi mereka, terjemahan seluruh Kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani. : =====: DA: buka kembali catatan sejarah,bahasa yunani menjadi bhs.international,karena imperialisme/ekspansionisme/penjajahan...dan perlu dibuktikan kembali mengenai pernyataan anda bahwa bahasa ibrani pada saat itu hampir punah dan juga seberapa besar urgensi untuk mentranslasi PL dari ibrani ke Greek pada waktu itu.dan perlu diingat bahwa bangsa yunani sebagai bangsa penjajah adalah bangsa yang menyembah banyak dewa (polytheistik)secara religi dan filosofis,semua aspek kehidupan bangsa yunani sangat dipengaruhi kepercayaan mereka menyembah banyak dewa.sehingga secara logis,mereka sebagai bangsa penjajah tidak akan hanya berpangku tangan melihat bangsa yahudi yang berdiam ditanah jajahannya sedang berusaha menerjemahkan sebuah kitab suci yang keyakinannya sangat bertolak belakang dengan mereka,yunani=polytheis yahudi=monotheis,sehingga penerjemahan PL pada waktu itu tentu tidak bebas dari intervensi bangsa yunani baik secara religi,ideologi,maupun filsafat.: ======: JK: Pada waktu itu Ibrani adalah bahasa yang nyaris mati dan orang-orang Yahudi di Palestina umumnya berbicara dalam bahasa Aram. Jadi tidak mengherankan kalau Septuagint adalah terjemahan yang digunakan oleh Yesus, para Rasul dan para penulis kitab-kitab Perjanjian Baru. Bahkan, 300 kutipan dari Kitab Perjanjian Lama yang ditemukan dalam Kitab Perjanjian Baru adalah berasal dari Septuagint. Harap diingat juga bahwa seluruh Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani: ====: DA: tidak ada bukti bahwa selain berbahasa aram,yesus dan para murid menguasai bahasa yunani,andaipun mereka menguasai bahasa tsb,lihat kembali point diatas,bagaimana situasi dan kondisi yang meliputi penerjemahan PL dari bahasa ibrani ke bahasa yunani!apakah bangsa yunani mendukung kegiatan beragama yahudi yang monoteistik?tentu tidak!!!karena bangsa yunani sendiri terkenal dengan kebiasaannya menyembah banyak dewa!(polytheisme)jadi sangat besar resikonya menggantungkan kepercayaan terhadap terjemahan kitab suci monoteistik kepada bangsa yahudi tang pada saat itu berada di bawah kekuasaan bangsa kafir polytheis penyembah berhala dan banyak dewa2!: ========.: JK: Tuhan Yesus sendiri, sejauh yang kita ketahui, tidak pernah menuliskan satu barispun dari kitab Perjanjian Baru. Dia tidak pernah memerintahkan para Rasul untuk menuliskan apapun yang diajarkan oleh-Nya.: ====: DA: kalau pun yesus menulis injil,tidak akan ada satupun dalil-dalil yang mendukung trinitas atau penuhanan yesus!dan sekali lagi terimakasih telah menjelaskan pada umat anda bahwa memang jelas perjanjian baru itu tidak ditulis oleh yesus,tetapi ditulis berpuluh tahun setelah kematiannya,dan hukum2 aslinya sendiri telah jauh berbeda dan diselewengkan sedemikian rupa!jadi memang jelas dan nyata bahwa yesus tidak punya andil dan tanggung jawab sedikitpun atas kerusakan yang ada pada kitab PB sepeninggalnya.: ======= : JK: Jadi bukan melalui sebuah buku yang mungkin bisa rusak dan hilang, dan disalah tafsirkan dan diubah-ubah isinya, melainkan melalui cara yang lebih aman dan alami dalam menyampaikan firman yaitu dari mulut ke mulut. Demikianlah para Rasul mengajar generasi seterusnya untuk melakukan hal yang serupa setelah mereka meninggal. Oleh karena itu melalui Tradisi seperti inilah Firman Allah disampaikan kepada semua generasi umat Kristen sebagaimana pertama kali diterima oleh para Rasul.: Tidak satu barispun dari kitab-kitab Perjanjian Baru dituliskan sampai setidaknya 10 tahun setelah wafatnya Kristus. Yesus disalibkan pada tahun 33 dan kitab Perjanjian Baru yang pertama ditulis yaitu surat 1 Tesalonika baru ditulis sekitar tahun 50 Masehi. Sedangkan kitab terakhir yang ditulis yaitu kitab Wahyu Yohanes pada sekitar 90-100 Masehi. Jadi anda bisa melihat kesimpulan penting disini: Gereja Katolik dan iman Katolik sudah ada sebelum Alkitab dijadikan. : =====: DA: ...gereja katolik tidak pernah ada sebelum paulus mempropagandakan penyelewengannya terhadap ajaran sejati yesus,yaitu dogma palsu trinitas serta penuhanan yesus!bahkan gereja roma baru mengambil sebutan katolik pada permulaan abad ke 3,dimana istilah/terminologi tersebut diambil untuk menunjukkan bahwa gereja roma mempunyai pendekatan yang universal dalam menyembah tuhan(catholic berarti"luas"dan"menyeluruh")walaupun sebetulnya tujuan sejatinya adalah menjadikan gereja roma sebagai satu-satunya lembaga yang diakui dan doktrin trinitas sebagai satu-satunya doktrin yang absolut kebenarannya.meskipun untuk mencapainya,gereja melakukan pembantaian besar-besaran terhadap para pengikut arian atau siapapun yang mencoba mempertanyakan kebenaran doktrin trinitas!jadi harap diingat!GEREJA KATOLIK,BAIK SECARA HISTORIS MAUPUN TERMINOLOGIS BARU MUNCUL PADA PERMULAAN ABAD KE 3,sebelumnya hanya disebut sebagai gereja paulian atau gereja roma,jadi pernyataan anda diatas sama saja seperti mengatakan:asap ada lebih dulu dari api!dan mengenai penyampaian firman dengan tradisi mulut ke mulut,mestinya kira semua bisa berfikir bahwa: kata2 yang disebarkan dari mulut ke mulut jauh lebih rentan terhadap pemalsuan,penyisipan,manipulasi,pengurangan,penambahan dibandingkan dengan kitab yang tercatat,kitab yang tercatat saja bisa diselewengkan,apalagi sesuatu yang menyebar dari mulut ke mulut.: ========: JK: Beribu-ribu orang bertobat menjadi Kristen melalui khotbah para Rasul dan missionaris di berbagai wilayah, dan mereka percaya kepada kebenaran Ilahi seperti kita percaya sekarang, dan bahkan menjadi orang-orang kudus tanpa pernah melihat ataupun membaca satu kalimatpun dari kitab Perjanjian Baru. Ini karena alasan yang sederhana yaitu bahwa pada waktu itu Alkitab seperti yang kita kenal, belum ada. Jadi, bagaimanakah mereka menjadi Kristen tanpa pernah melihat Alkitab? Yaitu dengan cara yang sama orang non-Kristen menjadi Kristen pada masa kini, yaitu dengan mendengar Firman Allah dari mulut para misionaris. : ======: DA: seberapa jauh anda bisa menggantungkan kebenaran terhadap sesuatu yang diwartakan dari mulut ke mulut?,pernyataan anda merendahkan alkitab seolah-olah kedudukannya tidak lebih tinggi dari kumpulan cerita gosip!dan harap diingat!istilah Kristen baru muncul setelah misi antiokia!pada waktu itupun istilah kristen berkonotasi hinaan!saat itu perlu diingat bahwa kristen terbagi menjadi dua,kristen yang memegang teguh ajaran asli yesus yaitu ke-Esaan Tuhan,dan kristen yang terpengaruh ajaran paulus yang menyimpang jauh dari ajaran asli yesus!sekali lagi jangan mengatakan:asap ada lebih dulu dari api.dan harap bila anda ingin mengemukakan suatu fakta historis,disertakan pula nama tempat,waktu dan gambaran kondisi zaman itu.: ======: JK : Sebelum kanon Alkitab ditetapkan, ada banyak perdebatan. Ada yang beranggapan bahwa beberapa kitab Perjanjian Baru seperti surat Ibrani, surat Yudas, kitab Wahyu, dan surat 2 Petrus, adalah bukan hasil inspirasi Ilahi. Sementara pihak lain berpendapat bahwa beberapa kitab yang tidak dikanonisasi seperti: Gembala Hermas, Injil Petrus dan Thomas, surat-surat Barnabas dan Clement adalah hasil inspirasi Ilahi. Keputusan resmi Gereja Katolik menyelesaikan hal diatas sampai 1100 tahun kemudian. Hingga jaman Reformasi Protestan, tidak ada lagi perdebatan akan kitab-kitab dalam Alkitab.: Melihat sejarah, Gereja Katolik menggunakan otoritasnya untuk menentukan kitab-kitab yang mana yang termasuk dalam Alkitab dan memastikan bahwa segala yang tertulis dalam Alkitab adalah hasil inspirasi Ilahi. Jika bukan karena Gereja Katolik, maka umat Kristen tidak akan dapat mengetahui yang mana yang benar.: ====: DA: dasar2 apa yang dipakai gereja katolik untuk meng-apokrif-kan injil2 lain?dasarnya hanyalah OTORITAS SEMU!jika bukan karena gereja katolik,maka umat kristen tidak akan tersesat seperti ini,itu pernyataan yang lebih tepat!seperti kita ketahui bersama,pada dasarnya perbedaan pokok dari kedua golongan injil diatas hanya terletak pada hakikat keEsaan Tuhan dan kemanusiaan Yesus yang berusaha dihancurkan oleh gereja roma yang ingin berkuasa secara mutlak dan menjadikan trinitas sebagai doktrin absolut serta penuhanan yesus.dan buka kembali catatan sejarah,umat manusia tidak akan lupa betapa 1100 tahun sebelum masa reformasi protestan,adalah 1100 tahun yang bergelimang darah jutaan manusia yang berusaha menyampaikan kebenaran hakikat keEsaan Tuhan.jumlah korban kekejaman gereja katolik ini jauh lebih besar dari holocaust bangsa yahudi oleh hitler dan nazinya selama PD II(1939-1945): ======: JK : Alkitab lengkap tertua yang masih ada hingga sekarang berasal dari abad ke-empat, dan isinya sama dengan Alkitab yang dipegang oleh umat Katolik yaitu terdiri dari 73 kitab. Apa yang terjadi dengan manuskrip-manuskrip asli yang ditulis oleh para penulis kitab Injil? Ada beberapa alasan akan hilangnya kitab-kitab asli tersebut:: =====: DA: 4 abad setelah yesus mati,kira2 seberapa besar distorsi yang telah terjadi dalam meriwayatkan kata2 dan perbuatan yesus melalui tradisi mulut ke mulut?,seberapa besar penambahan atau pengurangan yang terjadi,seberapa terjaminnyakah al-kitab yang kini dipegang anda sekalian saat ini?tapi setidaknya,para kaum kristen terpelajar,ahli sejarah gereja,sarjana inji,dan termasuk anda juga,masih berjiwa besar untuk mengakui bahwa manuskrip-manuskrip asli kitab injil telah lenyap tak berbekas.terimakasih.: ========: JK : Umat Kristen purba, setelah membuat salinan Alkitab, juga tidak terlalu peduli untuk menjaga kitab aslinya. Mereka tidak beranggapan penting untuk memelihara tulisan-tulisan asli oleh Santo Paulus atau Santo Matius oleh karena mereka percaya penuh kepada Gereja Katolik yang mengajarkan lewat Tradisi melalui mulut para Paus dan para uskup-uskupnya.: ===: DA: kalau aslinya saja tidak punya,darimana bisa yakin al-kitab yang dijamin gereja ini betul-betul asli?,kita tidak bisa melihat perbedaannya antara sumber asli dengan kitab yang diklaim"asli"seperti umat kristen sering katakan bila disodorkan pernyataan bahwa injil itu palsu,mereka selalu minta tunjukkan"kalau gitu mana yang asli?"nah...terbuktilah!umat kristen memang tidak punya manuskrip injil yang asli,,bila anda minta ditunjukkan dan ingin melihat hakikat injil dan taurat yang asli,berpeganglah pada Al-Qur'an,didalamnya anda bisa menemukan hakikat ajaran asli injil maupun taurat ,yaitu KeEsaan Allah SWT,sebagaimana diimani dan diajarkan semenjak Nabi Adam AS s/d Nabi Ibrahim AS s/d Nabi Musa AS s/d Nabi Isa AS s/d Nabi Muhammad SAW.: =====: JK: dalam Alkitab terjemahan bahasa Jerman, Martin Luther menambahkan kata 'saja' pada surat Roma 3:28. Sehingga ayat tersebut berbunyi: "Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman saja, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat". : Bahkan sebelum pecahnya Reformasi Protestan, ada banyak versi-versi Alkitab yang beredar pada masa itu. Banyak diantaranya mengandung kesalahan-kesalahan yang disengaja - seperti dalam kasus-kasus kaum heretic, pembangkang gereja yang berusaha mendukung doktrin-doktrin yang mereka ciptakan sendiri, dengan menuliskan Alkitab yang sudah diganti-ganti isinya. Ada juga kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja oleh karena faktor human error, mengingat pekerjaan menyalin Alkitab dilakukan dengan tulisan tangan, ayat demi ayat, yang sangat memakan waktu dan tenaga. : ====: DA: mengharukan sekali akhirnya mendengar pengakuan dari umat kristen sendiri bahwa penyalinan alkitab tidak lepas dari faktor human error,terima kasih sekali lagi,anda telah memudahkan umat kristen untuk mengerti hal ini dengan bahasa yang gamblang.tentu saja faktor human error dalam sebuah kitab suci jelas menodai kesuciannya dan menurunkan derajatnya!sehingga tidak layak lagi dijadikan pegangan dan diyakini secara membabi buta tanpa mau menyelidiki sejauh mana kebenarannya.: =====: JK : Oleh karena itu di akhir tulisan ini, kita dapat membuat kesimpulan-kesimpulan penting:: Berdasarkan sejarah, Alkitab adalah sebuah kitab Katolik. Perjanjian Baru ditulis, disalin dan dikoleksi oleh umat Kristen Katolik. Kanon resmi dari kitab-kitab yang membentuk Alkitab - Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru - ditentukan secara penuh kuasa oleh Gereja Katolik pada abad ke empat. Oleh karena itu, dari Gereja Katolik-lah kaum Protestan bisa memiliki Alkitab.: ====: DA: gereja katolik lahir atas prakarsa siapa dan pada abad berapa?lihat lagi diatas,katolik sebagai terminologi baru muncul abad berapa?adanya kekuasaan tidak berarti kebenaran akan terjamin 100% bukan?justru,yang sering terjadi,kekuasaan adalah lahan subur bagi korupsi,manipulasi,penyimpangan dan berbagai malpraktik lainnya.(anda sendiri yang menyebutkan dengan jelas kalimat:DITENTUKAN SECARA PENUH KUASA OLEH GEREJA KATOLIK)kesimpulan yang dapat ditarik adalah :----al-kitab adalah hasil karya penyimpangan dan penyelewengan oleh oknum yang berkuasa untuk mempertahankan sebuah hegemoni!hegemoni gereja katolik!tapi bila anda ingin mengatakan:ALKITAB YANG ADA PADA ZAMAN INI DENGAN SEGALA KERUSAKANNYA,ADALAH SEBUAH KARYA GEREJA KATOLIK,maka pernyataan inilah yang lebih benar.: ====: JK : Menuruti akal sehat dan logika, Gereja Katolik yang memiliki kekuasaan untuk menentukan Firman Allah yang infallible - bebas dari kesalahan -, pasti juga memiliki otoritas yang infallible - bebas dari kesalahan - dan juga bimbingan dari Roh Kudus. Seperti telah anda lihat, terlepas dari deklarasi oleh Gereja Katolik, kita sama sekali tidak memiliki jaminan bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab adalah Firman Allah yang asli. Jika anda percaya kepada isi Alkitab maka anda juga harus percaya kepada otoritas Gereja Katolik yang menjamin keaslian Alkitab. : ====: DA: bebas dari kesalahan tapi koq bisa2nya gereja katolik mengutuk dan menghukum orang yang mengatakan bumi itu bulat dan mengitari matahari.sejarah tak bisa berdusta bung.gereja katolik mengkafirkan orang2 benar seperti copernicus dan galileo hanya karena mereka mengatakan kebenaran bahwa bumi itu bukan pusat semesta sebagaimana yang diajarkan injil dan gereja katolik.bahkan akhirnya gereja katolik meminta maaf dan menarik pernyataan kafirnya galileo galilei,walupun sangaaaaaaat terlambat!baru 359 tahun setelah pengkafiran dan penghukuman terhadap galileo galilei.bayangkan!gereja baru menarik pernyataannya menjelang abad 21 setelah 359 tahun berbuat kesalahan,berarti pernyataan anda bahwa gereja bebas dari kesalahan jelas salah besar,toh gereja sendiri berarti mengaku salah dengan menarik kembali pernyataannya tersebut.dalam hal kesalahan injil mendeskripsikan tata ruang semesta,masihkan anda mau melemparkan kesalahan ini kepada inspirasi ilahi?tidak mungkin Sang Pencipta salah dalam mendeskripsikan ciptaanNya sendiri!!!berfikirlah!!!: ======: JK: Gereja Katolik melandaskan Perjanjian Lama pada Kanon Alexandria - lebih dari satu abad sebelum kelahiran Yesus Kristus - yang menetapkan 43 kitab yang disebut Septuagint sebagai kitab-kitab Perjanjian Lama.: ====: DA: sekali lagi...tidak ada yang namanya gereja katolik sebelum adanya paulus yang mempopulerkan penuhanan terhadap yesus!yang ada adalah gereja roma/gereja paulian!bahkan lebih lucu lagi,mana mungkin gereja katolik lahir sebelum yesus lahir,"tuhannya"belum lahir,tapi koq lembaga penyembahnya sudah muncul duluan?jelas ngawur!SALAH!api atau percikan api muncul terlebih dahulu dari asap!tidak sebaliknya!: =====: JK : Perlu ditegaskan disini bahwa baik Yesus maupun para murid-muridNya menggunakan Septuagint yaitu berdasarkan Kanon Alexandria. : =====: DA: ketegasan memang perlu,tapi apa buktinya?apa buktinya Yesus menggunakan septuagint?apa buktinya bahwa yesus berbicara dan menguasai bahasa yunani?kalaupun demikian...yakinkah anda bahwa imperium ptolemeus mempunyai itikad baik untuk betul2 melindungi bangsa yahudi dalam menterjemahkan isi PL sesuai aslinya?silahkan kaji bagaimana hubungan bangsa yahudi sebagai bangsa terjajah dan bangsa yunani sebagai penjajah,dan lebih penting lagi bangsa yahudi adalah bangsa beragama monoteistik menyembah satu tuhan sementara bangsa yunani adalah bangsa kafir penyembah berhala dan banyak dewa!harap diingat sebagai contoh,bahwa pada saat penjajahan indonesia oleh belanda,banyak sekali orientalis kristen belanda yang mencoba menterjemahkan Qur'an ke dalam bahasa indonesia dan maknanya diputarbalikkan,tapi untungnya umat Islam selalu memiliki Al-Qur'an dalam bahasa dan teks aslinya yaitu bahasa Arab.lain halnya dengan umat kristen yang tidak lagi memiliki manuskrip asli injil yang kini musnah tak tentu rimbanya.jadi sudah terang,sangat tak berdasar,mempercayai terjemahan dibawah otoritas : bangsa penjajah yang agama dan orientasinya berbeda sementara naskah aslinya sendiri entah kemana?itu namanya berlindung dari hujan dibawah rumah laba-laba: ======: JK : Selama berabad-abad Gereja dilanda oleh berbagai pembangkangan (heresy). Para pembangkang ini menggunakan Alkitab yang sudah diselewengkan isinya untuk mendukung doktrin-doktrin mereka sendiri. Gereja Katolik sebagai penjaga keaslian Alkitab juga memiliki hak dan kuasa untuk memastikan bahwa umat Kristen memiliki Alkitab yang isinya tidak dikorupsi demi kepentingan sekelompok orang. Oleh karena itu otoritas Gereja Katolik memusnahkan alkitab-alkitab yang isinya penuh kesalahan ini dan menggantinya dengan Alkitab yang murni isinya. Martin Luther bukan satu-satunya orang yang pernah mengkorupsi isi Alkitab.: ======: DA: sebuah pengakuan yang mengharukan tentang kenyataan bahwa betul gereja katolik telah memusnahkan al-kitab2 yang bertentangan dengan doktrinnya atas nama kekuasaan.mengenai siapa yang sesungguhnya menyelewengkan al-kitab,pernyataan anda adalah pernyataan yang gegabah dan tidak didukung bukti-bukti!: =======: JK : Umat Katolik sebaiknya menghindari berbagai versi Alkitab Protestan, diantaranya: RSV (Revised Standard Version), KJV (King James Version), NIV (New International Version), Tyndale Bible dan Zonderfan Bible. Untuk mengenalinya mudah saja, tidak satupun diantaranya mempunyai kitab-kitab Deuterokanonika. Jadi anda tahu membedakan yang mana Alkitab Katolik dan yang mana Alkitab Protestan. : ====: DA: mengapa harus dihindari?bukankah pada hakikatnya,ayat2nya sama-sama saja,bagaimana bisa mengatakan yang satu palsu,sementara yang diklaim"palsu"sama saja dengan yang diklaim"asli"toh,ujung2nya trinitas dan penuhanan yesus juga?bedanya yang satu lebih padat sementara yang satu lagi lebih ramping.: ====: JK: Pertama-tama perlu ditegaskan disini, bahwa Alkitab bahasa Indonesia tidaklah diterjemahkan dari Alkitab bahasa Inggris. Lihatlah pada bagian awal Alkitab dimana tertulis bahwa "Teks Perjanjian Lama diterjemahkan dari Bahasa Ibrani. Teks Perjanjian Baru diterjemahkan dari Bahasa Yunani. Teks Deuterokanonika diterjemahkan dari Bahasa Yunani". Kedua, perlu diketahui bagi orang Indonesia yang jelas bukan native English speaker - bahwa kata "Lord" dalam Alkitab berarti "God" atau "Tuhan". Kata "Lord" bukan hanya digunakan pada Yesus, tetapi juga pada Allah Bapa dalam ayat-ayat Perjanjian Lama.: =====: DA: sebuah pendapat yang meragukan.coba selidiki injil berbahasa indonesia tertua ada di tahun berapa,coba selidiki bahasa indonesia baru digunakan secara luas tahun berapa?dan selidiki,siapa yang melakukan penerjemahan tersebut?jangan menuduh bangsa indonesia yang saat itu bodoh dan terjajah yang menerjemahkannya,jangankan bahasa ibrani atau bahasa yunani,bisa bahasa belanda saja waktu itu bukan main hebatnya(sebelum politik balas budi belanda)jadi pernyataan anda diatas tidak didukung fakta historis sama sekali.: ======: JK: Catatan: (1) Injil Matius dipercaya selama ini sebagai Injil yang pertama ditulis dan ditulis oleh Santo Matius, salah satu dari ke-12 rasul. Akan tetapi hasil penelitian ahli alkitab menunjukkan persamaan nara-sumber antara Injil Matius dan Injil Markus. Pertanyaannya adalah, mengapa Rasul St. Matius harus mengutip dari sumber Injil Markus mengingat dia adalah orang yang mengenal Yesus secara pribadi. Sementara banyak persamaan dengan Injil Matius, Injil Markus - yang terpendek diantara keempat Injil - menceritakan kisah-kisah Yesus dengan kata-kata yang lebih mendetail. Oleh karena itu dipercaya bahwa Injil Markus adalah yang pertama ditulis dan bahwa Santo Matius penulis Injil bukanlah Rasul Matius, melainkan umat Kristen generasi kedua, sama seperti Santo Markus sendiri yang namanya sering muncul dalam surat-surat Santo Paulus maupun Santo Petrus, dikenal juga sebagai Yohanes Markus.: Penulis : Jeffry Komala: Nara sumber:[1] Where We Got The Bible: Our Debt to the Catholic Church, 22nd edition, by The Right Rev. Henry G. Graham, published by Tan Books & Publishers, Inc.;[2] Beginning Apologetics 1: How to Explain and Defend The Catholic Faith, by Father Frank Chacon and Jim Burnham, published by San Juan Catholic Seminars;[3] The Catholic Bible (NAB): Personal Study Edition, published by Oxford University Press;[4] Berbagai situs web Katolik di Internet.: Rekomendasi bacaan: A History of Christendom (3 volumes), by Warren H. Carroll. : Sumber inspirasi: The Catholic Answer lay apostolate. Website: http://www.catholic.com : ====: DA: saya garis bawahi kata "dipercaya"yang dalam konteks diatas ,sinonim dengan kata"dianggap"atau"diasumsikan": seberapa pastinya suatu hal yang diklaim sebagai kebenaran?,bila fondasinya hanya berupa asumsi atau anggapan,kita berbicara mengenai kitab yang dianggap suci,!kitab yang dijadikan pedoman dalam kehidupan rohani suatu umat!jangan menyamakan kitab suci dengan tabloid gosip yang semua isinya hanya berdasarkan anggapan atau asumsi!: ======: end of copy : D.A:: berhubung hingga saat ini,belum ada jawaban sama sekali dari jefry komala, maka terpaksa saya harus berasumsi bahwa beliau menyetujui semua sanggahan saya terhadap tulisannya tersebut. oleh karena itu saya tidak akan membahas tulisan di atas lebih lanjut.: pada kesempatan ini saya akan mengupas mengenai bukti kepalsuan dan keanehan injil baik dari segi isi maupun sejarahnya, melalui tulisan tanya jawab antara umat Kristen dengan Drs. Henricus Pidyarto Gunawan,o carm. dalam bukunya"Umat bertanya Romo Pid menjawab"vol.6. romo drs.henricus pidyanto gunawan adalah seorang lulusan insitut biblicum,roma(1982-1986),lulusan program doktoral teologi alkitabiah dari universitas st.thomas aquino,roma(1988-1990)yang juga pernah mengecap pendidikan seminari menengah Malang tahun 1967. : Romo Pid menggambarkan Al-Kitab sebagai berikut:: ***"Menurut keyakinan Katolik, AL-Kitab bukanlah suatu kitab sekali jadi. Al-Kitab bukan buku yang didiktekan langsung oleh Allah, sehingga segala sesuatu yang ada didalamnya harus sempurna dalam segala hal (karena seandainya memang didiktekan Allah,pasti segalanya harus sempurna) Tidak. Alkitab adalah rekaman iman manusia kepada Allah yang telah mewahyukan diri kepada manusia secara perlahan-lahan selama ribuan tahun. Allah memang adalah "pengarang" alkitab (tanda kutip dari romo pid sendiri.), akan tetapi dilain sisi, alkitab itu juga adalah karya manusia, karena yang merumuskan sabda Allah itu adalah manusia yang diilhami dan dibimbing roh kudus. isi pokok alkitab memang berasal dari Allah, tetapi cara perumusannya terserah pada kemampuan penulis manusiawi.(hal.29): ***: tanggapan D.A(YBT): dari penjelasan romo pid diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan:: 1.Al-Kitab tidak sempurna karena tidak langsung didiktekan oleh Allah: 2.Al-Kitab-menurut umat Kristen-merupakan karya kolaborasi Tuhan dan manusia: 3.perumusan isi pokok al-kitab terserah pada kemampuan penulis manusiawi: Romo pid, sebetulnya sudah sangat berjiwa besar dengan mengakui bahwa al-kitab tidak bisa lagi diyakini sebagai semata firman Tuhan. hal ini mestinya menjadi pelajaran bagi mereka yang mengatakan bahwa alkitab adalah 100% karya dan firman Tuhan.kemudian seberapa besar persentase perumusan alkitab yang diserahkan pada kemampuan penulis?10%,50% atau 100%. dengan keadaan seperti itu sangat sulit memilah-milah mana yang merupakan perumusan si penulis, dan mana yang merupakan andil dari Tuhan atau Roh kudus seperti yang diyakini umat Kristen. namun,perhatikanlah, . : Firman Allah: : "Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akbat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Baqarah 79) : : selanjutnya penulis akan mengutipkan lagi pernyataan2 romo pid mengenai al-kitabnya itu, dalam tanya jawab antara umat Kristen sendiri dengan dirinya yang telah dirangkum dalam bukunya.: ***: Pertanyaan Umat Kristen:(hal 18): 1.sebelum daftar resmi (kanon) Alkitab ditentukan, sebenarnya ada lebih banyak tulisan. hal yang mengagetkan saya ialah cerita yang mengatakan bahwa disaat para bapa konsili tidak mufakat, maka votinglah yang berlaku. kalau begitu, bagaimana bisa mempercayai "kadar" firman Tuhan? bisa jadi, kitab yang ditolak oleh mayoritas lebih berkadar"firman Tuhan"daripada yang diterima.: ----komentar D.A (YBT):: saudara-saudara inilah pertanyaan yang diajukan oleh seorang Kristen yang kritis, yang mau menggunakan akal pikirannya dan tidak hanya sekedar percaya buta saja. mentalitas, seperti inilah yang agak susah ditemukan pada umat Kristen yang lebih sering cenderung percaya buta saja tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. atas pertanyaan ini Romo Pid menjawab sbb: : *** jawabanRomo Pid:: memang benar, yang menetapkan kanon alkitab...adalah otoritas gereja, dalam hal ini konsili. darimana saya tahu bahwa kitab ini adalah bagian dari Al-Kitabsedang kitab lain tidak?dari keputusan gereja!mengapa? sebab dalam alkitab sendiri tidak ada sabda Tuhan yang menentukan kitab mana saja yang merupakan firman-Nya.....jadi iman saya juga tergantung dari iman gereja. ini suatu hal yang mendasar yang perlu kita akui. namun perlu juga kita yakini bahwa dalam konsili-konsili, roh kudus bekerja secara istimewa maka suatu keputusan konsili, biarpun lewat voting, adalah berkat bimbingan roh kudus. : ---komentar D.A(YBT): kita telah melihat sendiri, bahwa pertanyaan logis yang kritis dari seorang umat Kristen, pada akhirnya ditanggapi oleh Romo Pid dengan menyarankan untuk hanya percaya saja. percaya buta dan menggantungkan iman pada gereja.jelas bahwa sikap seperti ini tidak menjawab kegelisahan batin seorang umat Kristen, karena lagi-lagi ia dihadapkan hanya pada satu pilihan:PERCAYA BUTA!sangat memprihatinkan seorang romo lulusan program doktoral teologia menjawab dengan demikian apologetiknya,demikian reduktifnya,...bila seorang romo lulusan doktor teologia saja tidak dapat lepas dari belenggu pemikiran yang dogmatis-doktriner dan kembali hanya bisa percaya buta, apalagi umat Kristen yang awam? : ***Pertanyaan umat Kristen ke-2:(hal.18): 2.Banyak ucapan yang menurut para ahli bukan berasal dari Yesus sendiri tapi "dititipkan" pada mulut Yesus. apakah ada usaha untuk memilah-milah, mana yang asli dari Yesus, Mana yang bukan? : Jawaban Romo Pid:: "menurut para ahli, ada ucapan-ucapan yang mungkin sekali tidak berasal dari mulut Yesus sendiri, tetapi "dititipkan" pada mulut Yesus. kalaupun teori ini benar, kita tidak perlu bingung. rumusan ucapan bisa saja tidak asli dari Yesus, tetapi isi ucapan itu pasti sesuai dengan ajaran Yesus, sebab para penulis suci setia pada wahyu Yesus Kristus: : -----Komentar D.A (YBT): lagi-lagi jawaban romo Pid tidak menjawab kegelisahan si penanya, romo pid kembali menyarankan si penanya untuk percaya buta dan tidak perlu bingung, tetapi di sisi lain tidak ada dasar yang bisa dipercayai. bagaimana mungkin sang penulis masih bisa disebut setia pada wahyu Yesus, bila ia telah berani menitipkan kata pada mulut Yesus. setia berarti : hanya menuliskan apa yang dikatakan!bukan menyisipkan,mengurangi,maupun menambahkan!: ada beberapa kesimpulan penting dari jawaban2 romo pid pada hal.18 tersebut,yaitu:: 1.penetapan kanon alkitaboleh konsili dilakukan melalui voting!: 2.ada ucapan-ucapan yang tidak berasal dari mulut Yesus namun dititipkan dalam mulutnya oleh para penulis!: maka perhatikanlah, : Firman Allah: : "Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akbat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Baqarah 79) : Maha Benar Allah dengan segala FirmanNya. : kemudian saya akan kutipkan kembali tanya-jawab yang terjadi antara umat Kristen dengan Romo Pid,(hal.23): ***Pertanyaan Umat Kristen (redaksinya tidak sama huruf per huruf namun intinya sama): 1.Dasar apa yang dipakai untuk menentukan bahwa hanya enpat Injil(Markus,Matius,Lukas,Yohanes) yang diakui sebagai Injil Sinoptik?: $$$jawaban Romo Pid:: "pada prinsipnya, kita harus percaya bahwa roh kuduslah yang membimbing pimpinan gereja (Magesterium) dalam menentukan kitab mana yang adalah sabda Allah dan mana yang bukan.: ---komentar D.A (YBT): saudara-saudara,kita saksikan sendiri, pada akhirnya romo pid sebagai seorang romo dan doktor teologia bidang alkitabiah, lagi-lagi menjawab bahwa semuanya"HARUS PERCAYA SAJA".tanpa fakta dan bukti pendukung satupun!inikah yang dinamakan kekuatan iman?mereka menggantungkan harapan pada persangkaan bahwa roh kudus akan membimbing gereja dalam menentukan injil mana yang benar, tapi saat ditemukannya berbagai keanehan dan kontradiksi, akankah mereka juga menyalahkan semua kesalahan pada roh kudus???: ***Pertanyaan umat Kristen no.2: 2.Kitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani,kalau begitu Kitab PB itu hanyalah saduran, sebab Yesus dan para rasul berbicara bahasa Aram, bagaimana keaslian Injil, dapat dipertanggung jawabkan?: $$$jawaban Romo Pid:: "Kita menerima suatu kitab sebagai injil yang otentik dari Yesus, bukan pertama2 karena kita bisa memperoleh kepastian bahwa kitab itu benar-benar memuat kata-kata Yesus, persis seperti aslinya.Kita menerima injil itu sebagai asli dari Yesus karena kita percaya bahwa injil itu benar-benar menyampaikan ajaran Yesus yang menyelamatkan kita. karena itu, meskipun suatu ucapan Yesus ternyata diwartakan secara sedikit berbeda satu dengan yang lain, iman kita tidak perlu goyah. para penulis suci sendiri, tidak menganggap perlu bahwa mereka mewartakan kebenaran secara seragam dalam hal-hal yang tidak hakiki/esensial. mereka merasa bebas untuk sedikit mengubah ucapan Yesus agar lebih sesuai dengan kebutuhan umat yang diadapi mereka, jadi,kita tak bisa membaca alkitab dengan mentalitas dan tuntutan seorang manusia modern yang suka menuntut kepastian dan ketelitian data sejarah. memang menerjemahkan suatu kalimat dari satu bahasa ke bahasa lain itu tidak selalu mudah. bisa jadi terjemahannya tidak 100% tepat. namun, bagi kita tidak terlalu penting apakah ucapan Yesus yang dimuat dalam injil yang bhs,Yunani itu persis sama dengan ucapan Yesus dalam bahasa Aram, asal intinya sama.: ---komentar D.A:: tampaknya Romo Pid sudah benar-benar kehilangan ilham dan inspirasi dari roh kudus, sehingga jawabannya kembali pada ajakan untuk"PERCAYA SAJA"dan menganggap hal-hal penting menjadi"TIDAK TERLALU PENTING": perhatikan point---"Kita menerima suatu kitab sebagai injil yang otentik dari Yesus, bukan pertama2 karena kita bisa memperoleh kepastian bahwa kitab itu benar-benar memuat kata-kata Yesus, persis seperti aslinya"---sekarang, bagaimana kita bisa yakin 100% kalau injil memuat ajaran Yesus kalau ternyata tidak ada kepastian bahwa kata-kata Yesus disadur ke dalam bahasa Yunani sesuai aslinya???kemudian romo pid mengatakan bahwa para penulis tidak merasa perlu untuk mewartakan hal-hal yang tidak esensiil secara seragam!betulkah demikian?bukankah kita telah membuktikan bahwa peristiwa kebangkitan Yesus sebagai peristiwa yang sangat esensiil dan fundamental dalam iman Kristen, ternyata tidak diwartakan secara seragam oleh para penulis injil 4?bukankah peristiwa kenaikan ke langit yang juga sangat esensial hanya terdapat dalam 2 injil sinoptik sementara 2 yang lain tidak mencatat?apakah kedua peristiwa itu kurang esensial dan fundamental bagi iman Kristen sehingga para penulis juga menerapkan sikap"TAK PERLU SERAGAM"dalam penulisan kedua peristiwa tersebut dalam injil?kemudian mengenai pernyataan romo pid bahwa injil tidak bisa dibaca dengan mentalitas manusia modern yang membutuhkan kepastian dan ketelitian data sejarah secara tidak langsung mengakui bahwa injil memang tidak memiliki dasar historis yang kuat dan akurat dan dilain sisi juga menyatakan bahwa injil tidak selalu cocok untuk segala zaman, tidak aktual, dan tidak up-to date- ...serendah itukah kualitas kitab yang mereka yakini sebagai Firman Tuhan?: adapun point2 penting dari jawaban romo pid tersebut adalah sbb:: 1.tidak ada kepastian bahwa injil benar-memuat kata-kata Yesus persis seperti aslinya: 2.penulis injil tidak merasa perlu untuk mewartakan kebenaran secara seragam.: 3.penulis injil merasa bebas untuk mengubah ucapan Yesus: 4.kandungan Al-Kitab tidak memiliki akurasi dan dasar historis yang cukup.: 5.penerjemahan kata2 Yesus dalam bahasa aram ke bahasa Yunani tidak 100% tepat (hmm...tidak 100%tepat atau 100% tidak tepat?) : mari kita lanjutkan ke tanya jawab selanjutnya:: ***Pertanyaan umat Kristen(hal 11): 1.siapakah penulis ke 4 injil?apakah mereka hidup pada zaman Yesus? kalau mereka tidak hidup pada zaman Yesus, apakah berarti mereka mengarang berdasarkan ccerita orang-orang Yahudi lalu diilhami roh kudus? tahun berapa kira-kira mereka hidup?apa pekerjaan mereka?: $$$jawaban romo pid:: Kita tidak tahu dengan pasti siapakah para penulis ke empat Injil. menurut tradisi kuno yang diikuti oleh gereja, pengarang ke 4 injil itu adalah rasul Matius (injil pertama),rasul Markus (injil kedua),Rasul Lukas (injil ke-3)dan Rasul Yohanes (injil ke-4)...para ahli tafsir modern tidak selalu menerima pendapat tradisional mengenai para pengarang injil ini. misalnya, banyak ahli yang tidak menerima bahwa njil Yohanes benar2 ditulis oleh rasul Yohanes karena beberapa macam alasan. bagaimana sikap kita? siapa persisnya penulis ke 4 injil memang tidak diketahui secara pasti. yang penting kita harus percaya bahwa ke 4 injil benar-benar ditulis oleh seseorang berdasarkan iman para rasul dan berdasarkan ilham roh kudus sendiri.jadi, tidak soal apakah penulis Injil itu pernah melihat dan hidup bersama Yesus atau tidak. Karena tidak ada kepastian mengenai siapa pengarangnya, maka pertanyaan2 lain tidak dapat dijawab dengan pasti juga.: ----komentar D.A (YBT):: saudara-saudara, entah sudah keberapa kalinya romo pid mengucapkan"HARUS PERCAYA" dan mengatakan"TIDAK JADI MASALAH" dalam menanggapi kegelisahan umat Kristen tersebut. namun patut dicatat bahwa romo pid mau tak mau harus mengajkui bahwa penulis 4 injil sampai saat ini tidak diketahui pasti. dan menarik bahwa romo pid saat menganalisa siapa-siapa kira-kira penulis ke 4 injil sesungguhnya dengan menggunakan istilah"seseorang" dan bukan"orang-orang"apakah dia hendak menyatakan bahwa kemungkinan ke-4 injil memang hanya ditulis oleh satu orang yang sama?siapa dia?romo pid tak memberikan jawaban,dan bukan hanya romo pid,tapi juga sebagian besar ahli dan sarjana alkitab dan teologia.dengan demikian terbuktilah hipotesa saya pada bagian sebelumnya, bahwa penulis Injil tidak menyaksikan dan bersama Yesus semenjak ia ditangkap di Getsemani,disalib,dan seterusnya. murid Yesus langsung saja tidak mungkin menyaksikan dan menuliskan secara akurat semua proses tersebut karena mereka semua meninggalkan Yesus ketika ia ditangkap,. dan lebih parah lagi, bila ternyata yang menulis injil adalah bukan murid Yesus,bagaimana mungkin mereka dapat mewartakan proses penyaliban,kematian,kebangkitan dan seterusnya secara akurat?padahal seluruh dasar iman kristen tersebut bergantung pada pewartaan dalam injil oleh sang "penulis misterius" ini.: adapun kesimpulan penting dari jawaban diatas adalah:: 1. tidak diketahui secara pasti siapa yang menulis ke 4 injil sinoptik: 2.tidak jelas apakah penulis ke 4 injil ini pernah melihat dan hidup bersama Yesus atau tidak: 3.anggapan bahwa markus,matius,lukas,dan yohanes yang menulis injil sinoptik hanya berdasarkan tradisi kuno yang diikuti oleh gereja,sementara para ahli sendiri menentang hipotesa tersebut. : kemudian seorang umat Kristen yang lain -yang saat itu bisa jadi sedang gelisah-menanyakan salah satu masalah-yang mustinya tidak bisa dianggap remeh- dalam injil:: ***Pertanyaan umat Kristen:: 1.Apakah yang dimaksud dengan tanda (...)/tanda kurung yang terdapat pada Alkitab?: $$$jawaban romo pid:: ada ayat2 tertentu dalam alkitab yang dimasukkan diantara tanda(...)karena ayat-ayat itu sangat problematik dan hampir pasti tidak asli. contoh pertama,Mat 6:13b yang berbunyi"Karena engkaulah yang mempunyai kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya .Amin.Kalimat ini diletakkan diantara tanda (...) karena tidak terdapat pada manuskrip-manuskrip yunani yang paling kuno dan penting. selain itu, dalam komentar doa bapa kami oleh para bapa gereja, ayat itu tidak pernah disinggung. karena kedua alasan ini para ahli menyimpulkan bahwa Mat 6:13b itu tidak asli, melainkan tambahan kemudian yang dibuat oleh para penyalin injil berdasarkan praktek pada waktu itu.: contoh kedua, I Yoh 5:7 yang berbunyi:"sebab ada tiga yang memberi kesaksian (didalam surga:Bapa,Firman,dan Roh Kudus:dan ketiganya adalah satu.dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu" karena alasan2 yang sama dengan Mat 6:13b, kata-kata yang ada diantara tanda (...) pada I Yoh 5:7 pun juga hampir pasti tidak asli.: ---Komentar D.A (YBT):: nampaknya romo pid-dalam masalah yang satu ini--tidak bisa menggunakan jurus"PERCAYA SAJA"dan"TIDAK JADI MASALAH".saudara-saudara, ini adalah bukti nyata bahwa ternyata didalam injil terdapat penambahan2 dan penyisipan kata yang telah diakui sendiri oleh para ahli dan sarjana injil.itupun kalau terlacak, tidak ada jaminan bahwa tidak ada lagi kalimat palsu dalam injil selain yang sudah disinyalir tersebut. kemudian mengenai I Yoh 5:7,penting dicatat bahwa ayat dalam kurung tersebut adalah referensi doktrin trinitas, bila ayat tersebut memang tidak asli, lalu bagaimana nasib doktrin tersebut dalam injil? jelas tak berdasar!: maka semua kesimpulan yang dapat dikumpulkan dari hasil tanya jawab romo pid dengan umat Kristen mengenai injil/alkitab secara berurutan dari awal adalah sbb:: 1.Al-Kitab tidak sempurna karena tidak langsung didiktekan oleh Allah: 2.Al-Kitab-menurut umat Kristen-merupakan karya kolaborasi Tuhan dan manusia: 3.perumusan isi pokok al-kitab terserah pada kemampuan penulis manusiawi: 4.penetapan kanon alkitab oleh konsili dilakukan melalui voting!: 5.ada ucapan-ucapan yang tidak berasal dari mulut Yesus namun dititipkan dalam mulutnya oleh para penulis!: 6.tidak ada kepastian bahwa injil benar-memuat kata-kata Yesus persis seperti aslinya: 7.penulis injil tidak merasa perlu untuk mewartakan kebenaran secara seragam.: 8.penulis injil merasa bebas untuk mengubah ucapan Yesus: 9.kandungan Al-Kitab tidak memiliki akurasi dan dasar historis yang cukup : 10.penerjemahan kata2 Yesus dalam bahasa aram ke bahasa Yunani tidak 100% tepat : 11. tidak diketahui secara pasti siapa yang menulis ke 4 injil sinoptik: 12.tidak jelas apakah penulis ke 4 injil ini pernah melihat dan hidup bersama Yesus atau tidak: 13.anggapan bahwa markus,matius,lukas,dan yohanes yang menulis injil sinoptik hanya berdasarkan tradisi kuno yang diikuti oleh gereja,sementara para ahli sendiri menentang hipotesa tersebut.: 14.Di akui bahwa terdapat kalimat-kalimat dalam injil yang tidak asli dan merupakan sisipan (itu pun baru sejauh yang diketahui,atau sudah diketahui namun ditutup-tutupi) : jelaslah bahwa baik umat Kristen maupun alkitab itu sendiri telah membuktikan bahwa begitu banyak masalah, pertentangan, kontradiksi dan paradoks yang tak terpecahkan, belum lagi hal-hal yang menodai alkitab sebagai kitab suci umat Kristen seperti pornografi,kemustahilan,anjuran berbuat dosa(alkoholisme misalnya)dll,dll,: dengan bukti-bukti nyata yang menunjukkan kerendahan kualitas alkitab ,jelaslah bahwa al-kitab yang diyakini umat Kristen saat ini tidak bisa lagi dijadikan pegangan,pedoman hidup,dan tidak bisa diyakini sebagai 100% Firman Tuhan, terbukti bahwa ada penyisipan,pengurangan,dan penambahan disana-sini.: perhatikanlah, : Firman Allah: : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya"(QS 4:82) : : Premis Mayor:.Kitab yang memiliki banyak pertentangan, bukanlah dari sisi Allah: Premis Minor:.Injil umat Kristen memiliki banyak pertentangan, : Kesimpulan/konklusi: Injil umat Kristen bukanlah dari sisi Allah! : dengan demikian gugur dan runtuhlah salah satu tiang penyangga yang amat penting bagi dasar iman Kristen. APAKAH BENAR YESUS DISALIB??????????Peristiwa penyaliban, tidak bisa tidak,memiliki posisi yang amat penting dalam iman Kristen. dengan matinya Yesus dipalang salib (menurut keyakinan Kristen) maka dosa umat manusia telah tertebus dengan pengorbanan Yesus tersebut. namun ternyata, peristiwa pwnyaliban itu sendiri memiliki berbagai keganjilan yang mendasar.: umat Islam jelas memiliki panduan Al-Qur'an dalam memandang hal ini. : Firman Allah:: "dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,'Isa putra Maryam, Rasul Allah",padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. (QS 4:157) : namun,untuk membangun dialog yang adil, maka baiklah kita akan menguji peristiwa penyaliban dengan mengacu pada keyakinan Kristen bahwa yang ditangkap di taman Getsemani dan kemudian disalib di golgota adalah Yesus.: penting untuk mengkaji ulang peristiwa penangkapan Yesus di taman Getsemani yang merupakan hasil pengkhianatan Yudas Iskariot. untuk itu saya akan lampirkan kembali posting saya mengenai Yudas Iskariot. : Menarik dan perlu dipertanyakan,kemanakah dan bagaimana nasib yudas setelah ditangkapnya"yesus": 1.mengapa yudas menghilang dan tak disebut-sebut lagi setelah ditangkapnya"yesus": 2.bukankah yudas sebagai informan penangkapan yesus,mestinya ikut serta dengan pasukan penangkap yesus dan ikut datang melapor?tapi yudas hilang begitu saja dari ke 4 injil tepat setelah ditangkapnya"yesus"!kemana yudas pergi? : dan yang lebih penting lagi,saya minta anda perhatikan 2 ayat dari PB yang sangat berbeda isinya dalam memberitakan nasib yudas iskariot! : menurut Matius 27:3-7: Yudas melemparkan uang perak (bayarannya sebagai informan penangkapan yesus) ke dalam bait suci, pergi dan mati gantung diri!setelah itu para imam mengambil uang perak tersebut dan membeli sebuah tanah yang akhirnya di sebut "tanah darah!"-----------------TAPI--------: perhatikanlah!: menurut Kisah para rasul 1:18: Yudaslah yang membeli tanah dengan uang perak hasil kejahatannya!(sementara di Mat 27,para imamlah yang membeli tanah tsb!)lalu yudas mati dengan jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar,(sementara di Mat 27,yudas mati gantung diri!)dan itu diketahui oleh semua penduduk yerusalem!: hanya 2 ayat tersebut didalam PB yang menceritakan nasib Yudas dan kedua-duanya BERTENTANGAN satu sama lain!selain ayat itu yudas seolah-olah lenyap ditelan bumi,bahkan cerita dalam Matius tentang yudas sama sekali tidak terdapat di ke 3 injil lainnya!: PERTANYAAN PENTING!:: 1.kemana sesungguhnya yudas setelah yesus ditangkap, kenapa dia seolah-olah lenyap ditelan bumi?: 2.mana yang benar?yudas mati gantung diri atau karena jatuh tertelungkup sehingga isi perutnya terburai semua?: 3.siapa yang membeli tanah darah?para imam atau yudas?ditambah lagi dengan adanya pernyataan"seluruh penduduk yerusalem mengetahuinya": 4.mengapa periwayatan matius dan kisah rasul bisa berbeda?mana yang betul dan salah,atau mungkinkah kedua sumber itu hanya bualan belaka?lagipula ke 3 injil lain tidak sedikitpun menyinggung nasib yudas setelah penangkapannya,bukankah posisi yudas sebagai informan penangkapan "yesus"adalah sangat penting?bila tidak ada yudas,mungkin"yesus"tidak tertangkap,bila"yesus'tidak tertangkap maka "yesus"tidak disalib!dan darimana herodes yakin bahwa orang yang ditangkap itu adalah yesus?bukankah herodes menanyai-nanyai yesus,sementara yesus sendiri tidak menjawab apa2!karena itu Yudas Iskariot sebagai murid yang kenal dekat dengan yesus dan sebagai informan mestinya ikut hadir untuk memastikan semuanya bahwa orang yang ditangkap adalah benar2 yesus!tapi dimana yudas???dia lenyap sama sekali setelah,orang yang disangka yesus itu ditangkap!!!: silahkan tanggapi pertanyaan2 di atas! : walaupun terdapat berbagai keanehan, seperti saya paparkan diatas, tapi baiklah...sekali lagi kita harus mencoba menyelami alam pikiran iman Kristen yang meyakini bahwa yang ditangkap di getsemani adalah benar-benar Yesus,(sesungguhnya dengan merujuk pada QS 4:157, maka sesungguhnya dengan rupa yang telah diserupakan dengan Yesus, maka memang sudah wajar bila semua orang pada saat itu terkecoh dengan penampilan orang yang sudah diserupakan dengan yesus tersebut, sehingga mereka mengira orang itu adalah betul-betul Yesus): sampai peristiwa penangkapan di Getsemani sesungguhnya bila mengasumsikan bahwa penulis Injil 4 adalah betul2 murid Yesus, maka terputus sudah mata rantai pengisahan, karena pada saat Yesus ditangkap, seluruh muridnya lari berhamburan meninggalkan dia.APALAGI BILA TERNYATA YANG MENULIS INJIL SINOPTIK BUKAN SUNGUH2 MURID YESUS!hal ini akan kita buktikan nanti dalam bagian tentang Injil.: Markus 14:50 : Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri.: Matius 26:56: ...lalu semua murid itu meningalkan dia dan melarikan diri. : dengan demikian, semua yang dilakukan oleh "Yesus" dan apa yang dikatakannya sesudah ditangkap sampai disalibkan, sesungguhnya dituliskan berdasarkan persangkaan belaka dan dasarnya sangat lemah,sehingga sesungguhnya kita tidak tau pasti apa saja yang dilakukan dan dikatakan orang yang diyakini sebagai yesus itu setelah ditangkap sampai disalibkan, mengingat tidak ada satupun murid Yesus yang dianggap sebagai penulis Injil menyertai Yesus pada saat itu.hal ini terbukti dari banyaknya ketidak sesuaian dan kontradiksi periwayatan antara 4 injil tersebut. karena itu kami akan melakukan verifikasi langsung ke saat penyaliban.: mungkin ada baiknya bila saya copykan kembali salah satu artikel lama saya, : darimana orang2 yang mengenal yesus yakin bahwa yang disalib itu yesus? tentu harus ada saksi bukan?siapakah saksi tersebut?dan tentu saja semestinya untuk lebih memastikan bahwa yang disalib adalah yesus, saksi2 tersebut harus melihat dari dekat.sudah terpenuhikah syarat2 tersebut?mari kita buka ayat2 injil dan kita kaji bersama. : SAKSI-SAKSI PENYALIBAN YESUS DAN JARAK PENGLIHATAN MEREKA:: -----menurut-------: : Injil Matius---------:maria magdalena, maria ibu yakobus dan yusuf,ibu anak-anak zebedeus: MEREKA MELIHAT DARI JAUH!: Injil Markus---------maria magdalena,maria ibu yakobus dan yoses: MEREKA MELIHAT DARI JAUH!: Injil Lukas------------semua orang yang mengenal yesus dari dekat(siapa???)dan perpempuan2 yang mengikutinya dari galilea(namanya tak disebutkan)DAN MEREKA SEMUA BERDIRI JAUH-JAUH KETIKA MELIHAT ITU!: Injil Yohanes---------maria magdalena bersama maria bunda yesus (percakapan yesus dengan bundanya hanya ada dalam injil yohanes dan tidak ada di ke 3 injil lain!): DAN MEREKA MELIHAT DARI DEKAT! (PERHATIKAN PERBEDAANNYA! TERLALU MENYOLOK!) : PERTANYAAN:: 1.versi mana yang benar dan versi mana yang salah?: 2.bila versi yang benar adalah mereka yang melihat dari jauh, lalu bagaimana mereka begitu yakin kalau yang disalib itu betul-betul yesus?: 3.bila versi yohanes yang benar,mengapa hanya ada pada injil yohanes?sekali lagi versi mana yang benar?: 4.mengingat ke 4 injil tersebut dijamin keabsahan dan kesuciannya oleh gereja,maka tentu adanya kesalah versi dalam periwayatan akan menodai injil sendiri,jadi siapa yang salah dan berbohong?:GEREJA,INJIL DAN PENULISNYA,ATAU PERISTIWA PENYALIBAN "YESUS" MEMANG TIDAK PERNAH TERJADI???atau mungkin ke 3 pernyataan diatas benar semuanya???bahwa GEREJA TELAH BERBOHONG,INJIL DAN PENULIS INJIL BERBOHONG DAN PERISTIWA PENYALIBAN"YESUS"MEMANG TIDAK PERNAH TERJADI!mengingat bukti2 yang telah saya paparkan maka pernyataan ke 2 lebih masuk akal! : tapi sekali lagi, walaupun sudah disodorkan bukti-bukti yang jelas, umat Kristen akan mengatakan mati-matian kalau yang disalib pada saat itu adalah Yesus!maka baiklah,dengan kerangka pemikiran tersebut,kita kaji lebih lanjut. : yang menjadi pokok permasalahan adalah bahwa untuk menyokong doktrin penebusan dosa Kristen, maka tidak bisa tidak,Yesus harus mati karena penyaliban.: namun, betulkah "Yesus" mati karena disalib? : Yesus berada di kayu salib sejak jam 12 siang dan pada jam 3 ia melepaskan nyawanya....(Matius 27:46): waktu diatas serupa dengan catatan injil lukas 23:44-46,injil markus 15:33-37 juga mencatat waktu yang kurang lebih sama. namun, injil yohanes tidak mencatat kapan tepatnya Yesus mati.: "Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati, maka ia memanggil kepala pasukan, dan bertanya kepadanya,"apakah yesus sudah mati?(Markus 15:44): kecurigaan dan keheranan Pilatus tampaknya beralasan, karena dia tahu berdasarkan preseden yang sudah-sudah, secara normal, tidak ada orang yang meninggal secepat itu(3 jam)karena disalib, kecuali bila kematian dipercepat dengan cara mematahkan kaki-dan hal ini tidak dilakukan terhadap Yesus.: "...melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya".(Yohanes 19:33): ---darimana mereka tahu bahwa Yesus telah mati dengan hanya "MELIHAT?"----: "tetapi seseorang dari antara prajurit itu menikam lambungnya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air"(Yohanes 19:34): aliran darah dan air membuktikan -secara medis-bahwa Yesus masih hidup!Ensiklopedia biblica,pada artikel"cross"kolom 1960 mengatakan:"Yesus hidup kembali jika penikaman ini benar"tentu saja umat Kristen meyakini kebenaran injil Yohanes yang meriwayatkan penusukan Yesus dengan tombak sehingga memancar air dan darah segar bukan?, karena itu Yesus belum mati dan masih hidup!: Ralph o.Munchaster dalam bukunya"What is the proof for the ressurection"hal.20 mengatakan:"Al-Kitab mengimplikasikan bahwa penyebab kematian Yesus adalah Cardiac Arrest (gagal jantung) di indikasikan oleh darah dan air yang mengalir keluar dari luka tikaman tombak (para pakar medis mengkonfirmasikan ini).: pendapat ini juga disebutkan dalam buku"Manusia kain kafan": sementara,pendapat yang agak berbeda datang dari Dr.W.B Primrose:"Air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban".: pertanyaannya: lalu bila mereka meyakini bahwa Yesus mati.apa penyebab kematiannya?mati karena disalib atau mati karena gagal jantung?mungkinkah gagal jantung tersebut disebabkan proses penyaliban?bila ya, tapi bagaimana dengan memancarnya darah dan air dari lambung Yesus yang menandakan bahwa ia masih hidup?untuk memenuhi doktrin penebusan dosa, tentu Yesus harus mati karena disalib bukan???tapi ternyata periwayatan injil sendiri telah menyodorkan bukti-bukti yang meragukan tentang betul/tidaknya Yesus mati karena disalib!: Doktrin penebusan dosa tidak membutuhkan penjelasan medis mengenai kematian Yesus, demi penebusan dosa Yesus harus mati karena disalib!TITIK!bukan karena gagal jantung ,(pernyataan ini sesungguhnya semakin merendahkan keualitas keilahian yang diyakini umat Kristen terhadap Yesus) bukan karena adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal,DSB DST,penjelasan2 semacam itu adalah suatu reduksi luar biasa dan tak menyelesaikan masalah! : sesudah itu injil menjelaskan, bahwa Yusuf dari arimatea, meminta dan menurunkan mayat Yesus (Yoh 19:38,Lukas 23:53,Markus 15:46,Mat 27:57-60): sampai disini timbul pertanyaan...bila yang diturunkan dari salib itu memang Yesus, masih hidup atau sudah matikah ia ketika diturunkan???ternyata diantara umat Kristen masih tidak ada kesepakatan! bila memakai interpretasi sesuai ensiklopedia Biblica misalnya, maka Yesus masih Hidup!tapi bila memakai interpretasi sebagian besar umat Kristen bahwa Yesus Mati, mati karena apa? karena gagal jantung?karena gangguan syaraf pembuluh darah lokal? atau karena ditusuk tombak?...doktrin penebusan dosa menghendaki Yesus yang mati disalib!...tapi ternyata sangat meragukan bahwa dalam 3 jam dipalang salib, "Yesus" menemui ajalnya!kakinya juga tidak dipatahkan!kemudian ketika ditusuk tombak,memancar air dan darah segar sebagai tanda Ia Masih Hidup!lalu kapan ia mati sesungguhnya sesuai keyakinan Kristen?kapan persisnya Yesus mengatakan"sudah selesai???"bukankah tidak ada saksi yang melihatnya dari dekat?, lalu darimana datangnya fantasi penulis injil ini?siapapun dia, jelas bahwa dia tidak menyaksikan proses penyaliban, karena injil sendiri meriwayatkan semua murid lari tunggang langgang saat Yesus ditangkap di Getsemani.: kemudian, bila Yesus masih hidup sebelum ditusuk tombak,apakah ia mati karena ditusuk tombak tersebut?...atau sesungguhnya "Yesus" juga masih hidup pada saat diturunkan oleh Yusuf? pertanyaan2 ini sangat penting dijawab oleh umat Kristen sedunia! mengingat peristiwa penyaliban dipenuhi oleh berbagai misteri dan kontradiksi yang tak terjawab, terlebih lagi diriwayatkan dalam injil oleh mereka yang tidak menyaksikan langsung(entah itu para murid atau bahkan para murid) maka sesungguhnya tidak ada dasar dan pegangan yang kuat untuk meyakini bahwa Yesus telah mati disalib! karena itu gugurlah salah satu tonggak dasar terpenting keimanan Kristen. dengan begitu, keguguran kisah penyaliban berbanding lurus dengan runtuhnya pula doktrin penebusan dosa yang menghendaki matinya Yesus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia agar semua umat Kristen yang mengakui Yesus masuk ke surga seluruhnya!namun,bukankah umat Kristen yakin dan percaya buta kalau mereka semua akan masuk surga karena telah ditebus oleh kematian "Yesus" di palang salib?: maka,Perhatikanlah! : Firman Allah: : "Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (QS. Al-Baqarah 111) : mengenai segala misteri yang menyelubungi kisah penyaliban yang dipercayai umat Kristen sebagai penebusan dosa mereka oleh Yesus, Allah SWT telah menjawabnya dengan amat jelas, : Firman Allah: : "Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,'Isa putra Maryam, Rasul Allah",padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. (QS 4:157) : Maha benar Allah dengan segala firmanNya. : jelaslah bahwa mereka-dalam hal ini umat Kristen-tidak memiliki bukti apa-apa tentang penyaliban Yesus yang mereka yakini untuk menebus dosa-dosa mereka.lalu mengapa mereka masih berpaling dan mendustakan ayat-ayat Allah yang Mulia,yang telah memberikan solusi yang jelas terhadap semua kerancuan den kebingungan mereka dalam semua iman Kristen? : Firman Allah:: "Hai Ahli Kitab marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah, jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah)" (QS. Ali Imran 64) : semoga kebenaran dapat membukakan hati dan fikiran kita semua, Amien. APAKAH ASAL-USUL PERAYAAN NATAL?????????Verifikasi asal usul perayaan Natal 25 Desember: =========: bila kita bertanya pada umat Kristen, apa yang mereka rayakan pada tanggal 25 Desember? serempak mereka akan menjawab"Natal!": tanyakan pada mereka apa makna dari perayaan Natal?mereka akan menjawab"memperingati hari kelahiran Kristus sang penebus dosa kedunia": hal tersebutlah yang diyakini hampir seluruh umat Kristen sebagai dasar perayaan Natal pada 25 Desember. tapi marilah kita uji, apakah benar bahwa Yesus dilahirkan 25 Desember, apakah benar bahwa tanggal 25 desember sejak dulu memang untuk merayakan hari kelahiran Yesus? : marilah kita uji bersama-sama.untuk itu perlu saya kutipkan mengenai sejarah perayaan Natal dari sumber-sumber Kristen sendiri, yang pertama adalah sbb: : (Sejarah tanggal hariraya Natal) : Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, kebiasaan ini baru mulai dalam abad ke IV, sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena Gereja tidak tahu dengan pasti bilamana pada hari dan tahun berapa Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data tentang hal itu. Dalam Lukas 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8), itu berarti bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November. : Klemens dari Alexandria mengejek orang-orang yang berusaha menghitung & menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad-abad pertama hidup kerohanian anggota-anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahunnya umumnya - terutama oleh Origenes - dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir : orang-orang seperti Firau & Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian : orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya. : Tetapi di sebelah Timur (=Eropa Timur) orang telah sejak dahulu memikirkan mujizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan-tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan "Pesta Epiphania" (=Pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epiphania ialah munculnya Yesus - sebagai Anak Allah - pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan (= Gereja di seluruh Eropa) bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epiphania, tetapi terutama kelahiranNya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini Gereja - pada permulaan abad ke-IV - merayakan pesta Epiphania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran & pesta baptisan Yesus. : Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab & puji-pujian (=nyanyian). Ephraim dari Syria menganggap Epiphania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan : "Malam perayaan Epiphania ialah malam yang membawa damai-sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, dimana seluruh dunia sedang berjaga-jaga?!" Pada malam perayaan Epiphania semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di guha Betlehem di mana Yesus - menurut kepercayaan orang - dilahirkan. : Di Roma perayaan Natal kemudian - antara tahun 325 & tahun 354 - beralih dari tanggal 6 Januari ke tanggal 25 Desember. Dalam agama kafir pada waktu itu tangal 25 Desember dirayakan sebagai pesta untuk menghormati dewa matahari. Kaisar Konstantin menghendaki, supaya agama Kristen menggunakan praktik-praktik keagamaan yang ada pada waktu itu. Sementara itu konsili Nicea (325) dengan kuat menggarisbawahi, bahwa Yesus sejak lahir-Nya adalah Anak Allah. Hal ini mendorong gereja untuk merayakan hari ulang tahun (= dies natalis) Yesus sebagai suatu pesta tersendiri, lepas dari pesta BaptisanNya. : Untuk itu gereja menggantikan pesta kafir - pesta dewa matahari - dengan "pesta Kristen" : "pesta Natal Yesus Kristus" sebagai terang dunia. Tetapi pengaruh pesta kafir ini lama sekali nampak dalam pesta Natal. Begitu rupa, sehingga Paus Leo - dalam abad ke-V - harus menasihatkan orang-orang Kristen pada waktu itu supaya mereka jangan merayakan pesta dewa matahari, tetapi Natal Yesus Kristus. : Dari Roma perayaan Natal pada tanggal 25 Desember disebarkan ke seluruh dunia. Juga ke Indonesia. Jadi yang kita rayakan (catatan pengutip: umat Kristiani maksudnya) pada tanggal 25 Desember bukanlah suatu tanggal histories, tetapi suatu fakta, yaitu fakta keselamatan dari kelahiran Yesus Kristus, Juru selamat dunia : dikutip dari : Buku Katekisasi Perjanjian Baru I,: Dr. J.L. Ch. Abineno : BPK Gunung Mulia - Jakarta, : tahun 1984.: Bab 3 Kelahiran Yesus ( = Natal II): Sejarah tanggal hariraya Natal: Halaman 14 - 16 : D.A (YBT):dengan bukti-bukti diatas maka jelaslah bahwa hari lahir Yesus tidak diketahui sampai saat ini dengan pasti, maka tidak tepat bila umat Kristen merayakan hari Natal setiap tanggal 25 Desember, terlebih perayaan pada tanggal 25 Desember diadopsi dari pesta agama kafir memperingati hari lahir dewa Mitra ,dewa Matahari.: perlu juga saya kutipkan kembali hasil diskusi saya dengan umat Kristen di forum diskusi paroki st-andreas mengenai masalah Natal: : tanggapan sdr.Hoho:(Kristen): : JAWABAN HOHO KE 1: : Salam sejahtera selalu untuk saudara: : Jawab :: : 1. Yesus lahir bukan di bulan Desember baca di alkitab sangat jelas Lukas 1:26-32. "1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, : 25 Desember dipersembahkan kepada Dewa Matahari oleh kaum kafir. Matahari, adalah sumber cahaya dan terang bagi dunia. Maka karena Yesus dianggap dan diimani sebagai terang itu sendiri, maka pantaslah Yesus menggantikan Dewa Matahari yang dipuja itu sebagai sumber terang dan cahaya yang sejati. Jadi tidak ada masalah toh... Justru dengan demikian terdapat refleksi teologis yang lebih dalam dan bermakna. : : tanggapan saudara Martin:: Shallom, :tentang kapan Tuhan Yesus lahir, memang tidak perlu ditutup-tutupi jika itu bukan tanggal yang aslinya. Namun, jika misalnya saya ingin merayakan tanggal 29 Februari, ya tidak ada yang melarang, dan tidak akan mengurangi makna Natal itu SAMA SEKALI bagi saya. Hanya saja saya senang untuk merayakannya bersama saudara-saudara seiman yang lain di seluruh dunia dengan bersama-sama, dan kami mencoba mencari kesepakatan tanggal dan diambillah tanggal 25 Desember. Gitu kronologi ceritanya (hm..hm..kayak saya saja yang buat tanggal 25 Desember itu). Dan kalau kita lihat, kita tidak bisa dapatkan tanggal lahirnya Yesus Kristus di Alkitab: =====: kemudian yang paling baru adalah diskusi saya dengan Yacinta di forum yang sama dan jawaban yang diberikannya juga tidak jauh berbeda dengan rekan-rekannya sebelumnya.sebelumnya, Yacinta telah mengcopykan sebuah artikel panjang tentang sejarah Natal. : tanggapan D.A (YBT):: semua artikel-artikel panjang yang sudah susah-payah anda kutipkan hanya semakin mempertegas kenyataan yang sudah saya paparkan sebelumnya yaitu:: 1.HARI LAHIR YESUS YANG SEJATI TIDAK DIKETAHUI: 2.PERAYAAN NATAL PADA TANGGAL 25 DESEMBER ADALAH HASIL ADOPSI DARI HARI LAHIR DEWA MITRA,DEWA BANGSA KAFIR. : untuk lebih jelasnya saya lampirkan lagi INTI dari kutipan2 artikel anda diatas!: ============: copy artikel yacinta : Orang-orang kafir pada hari tersebut memberikan pujaan khusus kepada dewa Mithra untuk merayakan kelahiran matahari yang kasat mata., ilahi (= Dies Natalis Solis Invicti). Bukti dari ibadat kafir ini bisa ditunjukan pada masa pemerintahan kaisar Aurelianus. Ia mengumumkan pada tahun 274 bahwa 25 Desember adalah hari penghormatan khusus untuk Dewa matahari. Pada tanggal tersebut orang-orang Roma secara khusus memberi penghormatan kepada Dewa Saturnus, dewa pertanian dan datangnya matahari: ===========: YBT:PERHATIKAN!: ==========: copy Yacinta:: Orang-orang Nasrani kala itu mengambil upacara tersebut. yang dipuja tidak lagi matahari atau dewa pertanian tetapi Yesus. Inkulturasi ini sekaligus juga "counter culture" terhadap kultus kafir pada Dewa Matahari di Roma. Orang Kristiani secara sadar-sengaja mengganti pusat pemujaan dengan matahari baru: Yesus. Matahari sejati yang membawa fajar baru untuk dunia gelap bangsa manusia. Usaha ini banyak didukung oleh Kaisar Konstantin yang kala itu masih kafir. Ia sendiri dibaptis pada tahun 312.: ==============: YBT: PERHATIKAN!: ================: copy Yacinta:: PERAYAAN DEWA MATAHARI? : Pada tahun AD-274 di Roma tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran: Matahari karena diakhir musim salju tanggal itu Matahari mulai kembali: penampakan sinarnya dengan kuat. Lalu bagaimana sikap umat Kristen: menghadapi perayaan kafir ini? Umumnya umat Kristen yang hidup dengan benar: memang tidak merayakan hari Matahari ini dan meninggalkannya, tetapi harus: diakui bahwa masih ada sebagian umat yang belum benar-benar meninggalkan: tradisi kekafirannya dan merayakan hari perayaan dewa Matahari itu. Lalu: bagaimana sikap pemimpin gereja menghadapi hal ini? : Adanya fakta bahwa sukar bagi orang Roma yang baru bertobat menjadi Kristen: meninggalkan perayaan itu disebabkan karena ketika kaisar Konstantin menjadi: Kristen, maka umumnya orang Roma ikut-ikutan menjadi Kristen statistik tanpa: mereka meninggalkan ritus kekafiran semula. Hal ini menyebabkan para: pemimpin gereja waktu itu berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka akan: perayaan itu menjadi perayaan Matahari Kebenaran yang kemudian menggantinya: menjadi Natal dan meresmikannya di Roma tahun 336, dan menjadikan tanggal 25: Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Hal ini diperkenalkan: oleh Kaisar Konstantin yang memilih tanggal itu sebagai pengganti tanggal: 5-6 Januari. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375: dan pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria: dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan sudah menanamkan: akarnya. : Dari data sejarah itu dapatlah diketahui bahwa Natal bukanlah dimulai: sebagai 'hari Matahari' karena semula diadakan pada tanggal 5-6 Januari,: tetapi yang benar adalah usaha dari pemimpin gereja Barat (Roma) untuk: mengubah tanggal itu menjadi tanggal 25 Desember untuk mengalihkan perhatian: umat Kristen dari kepercayaan lama menuju kelahiran Kristus. Pada saat yang: sama orang-orang kafir yang tidak bertobat masih tetap merayakan tanggal 25: Desember sebagai hari Matahari, dan selanjutnya praktek perayaan Natal umat: Kristen tidak ada sangkut pautnya dengan perayaan Matahari sekalipun harus: diakui bahwa di kalangan orang Kristen Roma waktu itu tentu masih ada yang: merayakannya keduanya bersamaan secara sinkretistik. Orang-orang Kristen: kemudian, apalagi yang tidak terikat budaya Roma, tidak ada yang punya kesan: tentang perayaan Matahari.: =================== : komentar saya (YBT):walaupun ada penegasan bahwa semula natal dirayakan tanggal 5-6 Januari, tetap saja tanggal 5-6 januari tidak dapat dibuktikan yesus lahir pada tanggal tersebut, jadi tetap saja umat kristen yang merayakan natal pada tgl 5-6 januari saat itu merayakan sesuatu yang tidak memiliki dasar APAPUN! : berbagai artikel dan tanggapan umat Kristen diatas telah memberikan bukti-bukti nyata terhadap kesalahan umat Kristen yang merayakan hari lahir Yesus pada 25 Desember.: Kesimpulan:: 1.HARI LAHIR YESUS YANG SEJATI TIDAK DIKETAHUI: 2.PERAYAAN NATAL PADA TANGGAL 25 DESEMBER ADALAH HASIL ADOPSI DARI HARI LAHIR DEWA MITRA,DEWA BANGSA KAFIR: dengan demikian runtuh dan gugur sudah Hari raya umat Kristen,Natal pada 25 Desember. karena jelas, bahwa Yesus tidak lahir pada hari itu,dan sampai saat ini hari lahirnya sendiri tidak diketahui. sehingga yang dirayakan oleh umat Kristen setiap tanggal 25 Desember, tak lebih sekedar meneruskan pesta tradisi bangsa Kafir sebagai kosmetik religius bagi keuntungan sistem ekonomi kapitalistik. maka dengan demikian, sesungguhnya umat Kristen tidak memiliki hari raya apapun! : end of part 6: ======: KONKLUSI HASIL PENGUJIAN SELURUH DASAR/POKOK/FONDASI IMAN KRISTEN:: konklusi dari hasil pengujian keseluruhan dasar/pokok/fondasi iman Kristen adalah sbb:: 1.Doktrin Trinitas/Tritunggal?------------->(GUGUR): 2.Kisah Penyaliban (Crucifixion)?---------->(GUGUR): 3.Kisah Kebangkitan (Ressurection)?-------->(GUGUR): 4.Kisah kenaikan (Ascencion)?--------------->(GUGUR): 5.Injil sebagai Kitab suci dan Firman Tuhan?---->(GUGUR)dengan demikian, maka bangunan iman Kristen sudah runtuh seluruhnya dan tak memiliki dasar apapun. sehingga apalagi yang mau ditwarkan oleh agama Kristen pada kita? apa lagi yang hendak dijual dan disodorkan oleh para Misionaris pada kita?apa lagi yang hendak dikhotbahkan para pendeta,pastor pada kita?ibarat rumah, maka rumah iman Kristen itu sudah porak poranda, tanpa tiang penyangga,tanpa lantai sehingga melesak ke dalam tanah,tanpa atap untuk bernaung. rumah seperti itukah yang hendak ditawarkan kepada kita umat Islam?...rumah seperti itukah yang dijadikan tempat bernaung umat Kristen selama ini?bukankah Allah sudah menjelaskan dan menwarkan semua solusinya dalam Al-Qur'an:?: : "Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam" (QS. Ali Imran:19) : "Barangsiapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi."(Ali Imran:85): Firman Allah: : "Hai Ahli Kitab marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah, jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada (kepada Allah)" (QS. Ali Imran 64) : Firman Allah:: "Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Al-Maa'idah : 74) : Saudaraku Muslimin/Muslimat , tetaplah teguh dalam Islam, jangan pernah meninggalkan dan menelantarkan nikmat Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai Allah pada kita. bagi saudara-saudaraku yang sedang bimbang tanpa pegangan atau bahkan yang sudah terperangkap jerat bujuk rayu Misionaris Kristen, dan juga untuk teman,rekan dan kawanku ku yang beragama Kristen baik yang aktif sebagai misionaris maupun tidak,. sadarlah, bahwa kalian sedang menelantarkan tempat bernaung danberlindung paling indah,suci,dan agung karunia Allah SWT, sementara iming-iming iman Kristen sudah jelas adalah bangunan porak poranda tak bertiang dan tak berdasar juga tak beratap. : bagi rekan-rekan,khususnya yang beragama Kristen,renungilah sejenak ayat Al-Qur'an berikut: Firman Allah:: "Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat....(QS. Al-Baqarah 256) : Ikhwan/Akhwat Muslimim/Muslimat yang saya cintai, Insya Allah, rangkuman tulisan ini cukup memadai untuk dijadikan bekal melawan propaganda misionaris Kristen, karena sekali lagi yang paling penting dari studi perbandingan agama-dalam hal ini-Kristen, adalah dengan langsung melakukan pengujian terhadap hal-hal mendasar yang dijadikan fondasi iman mereka, kita telah sama-sama mengkaji dan membuktikan bahwa seluruh dasar iman Kristen terbukti telah runtuh dan gugur sehingga tidak perlu lagi bagi kita membahas hal remeh temeh lain yang hanya akan membuang waktu kita yangberharga, seperti membahas : apakah benar patung bunda Maria menangis darah, apakah benar Yesus menampakkan diri di Kramat, apakah benar bahwa kain kafan Turin itu asli,dsb,dsb,...cukup sodorkanlah bukti kebobrokan seluruh dasar iman mereka, Insya Allah, mereka tidak punya senjatata apa-apa lagi untuk menyerang aqidah kita, mereka tidak punya bahan propaganda lagi untuk dijual dan ditawarkan pada kita.