Kamis, 05 Februari 2009

kepalsuan Injil

Posted - 16 Nov 2003 : 06:41:56
Membongkar Kepalsuan dan Kebobrokan Injil: ==================================: untuk membahas sejarah penyusunan injil secara padat dan ringkas akan saya tampilkan kembali artikel tanggapan saya terhadap tulisan Jefry komala, dan saya postingkan dibeberapa situs berbulan-bulan yang lalu, namun hingga saat ini belum dan entah kapan akan dijawab olehnya. : Tulisan ini saya buat untuk menanggapi sebuah artikel yang dihimpun oleh sdr.jefry komala mengenai sejarah penyusunan al-kitab hingga menjadi seperti sekarang ini.saya rasa umat kristen,khususnya katolik,sudah mengenal nama sdr.jefry komala di internet,sdr.jefry sering menulis untuk gerejakatolik.net dan juga posting di situs2 seperti paroki st.andreas misalnya.saya harap tulisan saya ini disikapi dengan kepala dingin dan fikiran jernih,karena saya mendasarkan argumen saya pada bukti2 yang dipaparkan oleh umat kristen sendiri dan tentu saja fakta2 historis.selamat membaca.: catatan:JK=jefry komala D.A=(dimitry YBT) : : JK: Tidak ada seorangpun yang dapat memastikan siapa yang menulis Kitab Taurat, tetapi tidak disangkal bahwa nabi Musa memegang peran yang unik dan penting dalam berbagai peristiwa-peristiwa yang terekam dalam kitab-kitab ini. Sebagai orang Katolik, kita percaya bahwa Alkitab adalah hasil inspirasi Ilahi dan karenanya identitas para manusia pengarangnya tidaklah penting.: =====: DA: terimakasih,fakta diatas akan sangat memudahkan saya dalam berdiskusi dengan orang2 yang secara fanatik buta mengatakan"AL-KITAB ADALAH FIRMAN TUHAN!"ternyata tidak!menafikan identitas pengarang al-kitab adalah tindakan gegabah!apa yang membuat anda yakin al-kitab sebagai inspirasi ilahi ?,sementara didalamnya terdapat begitu banyak pertentangan,kekeliruan,kisah mesum,inkonsistensi,rasialisme,nubuat dan ramalan yang tak terbukti,petunjuk menyesatkan,kesalahan secara science,etc...dan anda masih berani bilang semuanya itu hasil inspirasi ilahi?: =====: JK : Kitab-kitab Perjanjian Lama pada awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani (Hebrew) bagi Israel, umat pilihan Allah. Tetapi setelah orang-orang Yahudi terusir dari tanah Palestina dan akhirnya menetap di berbagai tempat, mereka kehilangan bahasa aslinya dan mulai berbicara dalam bahasa Yunani (Greek) yang pada waktu itu merupakan bahasa internasional. Oleh karena itu menjadi penting kiranya untuk menyediakan bagi mereka, terjemahan seluruh Kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani. : =====: DA: buka kembali catatan sejarah,bahasa yunani menjadi bhs.international,karena imperialisme/ekspansionisme/penjajahan...dan perlu dibuktikan kembali mengenai pernyataan anda bahwa bahasa ibrani pada saat itu hampir punah dan juga seberapa besar urgensi untuk mentranslasi PL dari ibrani ke Greek pada waktu itu.dan perlu diingat bahwa bangsa yunani sebagai bangsa penjajah adalah bangsa yang menyembah banyak dewa (polytheistik)secara religi dan filosofis,semua aspek kehidupan bangsa yunani sangat dipengaruhi kepercayaan mereka menyembah banyak dewa.sehingga secara logis,mereka sebagai bangsa penjajah tidak akan hanya berpangku tangan melihat bangsa yahudi yang berdiam ditanah jajahannya sedang berusaha menerjemahkan sebuah kitab suci yang keyakinannya sangat bertolak belakang dengan mereka,yunani=polytheis yahudi=monotheis,sehingga penerjemahan PL pada waktu itu tentu tidak bebas dari intervensi bangsa yunani baik secara religi,ideologi,maupun filsafat.: ======: JK: Pada waktu itu Ibrani adalah bahasa yang nyaris mati dan orang-orang Yahudi di Palestina umumnya berbicara dalam bahasa Aram. Jadi tidak mengherankan kalau Septuagint adalah terjemahan yang digunakan oleh Yesus, para Rasul dan para penulis kitab-kitab Perjanjian Baru. Bahkan, 300 kutipan dari Kitab Perjanjian Lama yang ditemukan dalam Kitab Perjanjian Baru adalah berasal dari Septuagint. Harap diingat juga bahwa seluruh Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani: ====: DA: tidak ada bukti bahwa selain berbahasa aram,yesus dan para murid menguasai bahasa yunani,andaipun mereka menguasai bahasa tsb,lihat kembali point diatas,bagaimana situasi dan kondisi yang meliputi penerjemahan PL dari bahasa ibrani ke bahasa yunani!apakah bangsa yunani mendukung kegiatan beragama yahudi yang monoteistik?tentu tidak!!!karena bangsa yunani sendiri terkenal dengan kebiasaannya menyembah banyak dewa!(polytheisme)jadi sangat besar resikonya menggantungkan kepercayaan terhadap terjemahan kitab suci monoteistik kepada bangsa yahudi tang pada saat itu berada di bawah kekuasaan bangsa kafir polytheis penyembah berhala dan banyak dewa2!: ========.: JK: Tuhan Yesus sendiri, sejauh yang kita ketahui, tidak pernah menuliskan satu barispun dari kitab Perjanjian Baru. Dia tidak pernah memerintahkan para Rasul untuk menuliskan apapun yang diajarkan oleh-Nya.: ====: DA: kalau pun yesus menulis injil,tidak akan ada satupun dalil-dalil yang mendukung trinitas atau penuhanan yesus!dan sekali lagi terimakasih telah menjelaskan pada umat anda bahwa memang jelas perjanjian baru itu tidak ditulis oleh yesus,tetapi ditulis berpuluh tahun setelah kematiannya,dan hukum2 aslinya sendiri telah jauh berbeda dan diselewengkan sedemikian rupa!jadi memang jelas dan nyata bahwa yesus tidak punya andil dan tanggung jawab sedikitpun atas kerusakan yang ada pada kitab PB sepeninggalnya.: ======= : JK: Jadi bukan melalui sebuah buku yang mungkin bisa rusak dan hilang, dan disalah tafsirkan dan diubah-ubah isinya, melainkan melalui cara yang lebih aman dan alami dalam menyampaikan firman yaitu dari mulut ke mulut. Demikianlah para Rasul mengajar generasi seterusnya untuk melakukan hal yang serupa setelah mereka meninggal. Oleh karena itu melalui Tradisi seperti inilah Firman Allah disampaikan kepada semua generasi umat Kristen sebagaimana pertama kali diterima oleh para Rasul.: Tidak satu barispun dari kitab-kitab Perjanjian Baru dituliskan sampai setidaknya 10 tahun setelah wafatnya Kristus. Yesus disalibkan pada tahun 33 dan kitab Perjanjian Baru yang pertama ditulis yaitu surat 1 Tesalonika baru ditulis sekitar tahun 50 Masehi. Sedangkan kitab terakhir yang ditulis yaitu kitab Wahyu Yohanes pada sekitar 90-100 Masehi. Jadi anda bisa melihat kesimpulan penting disini: Gereja Katolik dan iman Katolik sudah ada sebelum Alkitab dijadikan. : =====: DA: ...gereja katolik tidak pernah ada sebelum paulus mempropagandakan penyelewengannya terhadap ajaran sejati yesus,yaitu dogma palsu trinitas serta penuhanan yesus!bahkan gereja roma baru mengambil sebutan katolik pada permulaan abad ke 3,dimana istilah/terminologi tersebut diambil untuk menunjukkan bahwa gereja roma mempunyai pendekatan yang universal dalam menyembah tuhan(catholic berarti"luas"dan"menyeluruh")walaupun sebetulnya tujuan sejatinya adalah menjadikan gereja roma sebagai satu-satunya lembaga yang diakui dan doktrin trinitas sebagai satu-satunya doktrin yang absolut kebenarannya.meskipun untuk mencapainya,gereja melakukan pembantaian besar-besaran terhadap para pengikut arian atau siapapun yang mencoba mempertanyakan kebenaran doktrin trinitas!jadi harap diingat!GEREJA KATOLIK,BAIK SECARA HISTORIS MAUPUN TERMINOLOGIS BARU MUNCUL PADA PERMULAAN ABAD KE 3,sebelumnya hanya disebut sebagai gereja paulian atau gereja roma,jadi pernyataan anda diatas sama saja seperti mengatakan:asap ada lebih dulu dari api!dan mengenai penyampaian firman dengan tradisi mulut ke mulut,mestinya kira semua bisa berfikir bahwa: kata2 yang disebarkan dari mulut ke mulut jauh lebih rentan terhadap pemalsuan,penyisipan,manipulasi,pengurangan,penambahan dibandingkan dengan kitab yang tercatat,kitab yang tercatat saja bisa diselewengkan,apalagi sesuatu yang menyebar dari mulut ke mulut.: ========: JK: Beribu-ribu orang bertobat menjadi Kristen melalui khotbah para Rasul dan missionaris di berbagai wilayah, dan mereka percaya kepada kebenaran Ilahi seperti kita percaya sekarang, dan bahkan menjadi orang-orang kudus tanpa pernah melihat ataupun membaca satu kalimatpun dari kitab Perjanjian Baru. Ini karena alasan yang sederhana yaitu bahwa pada waktu itu Alkitab seperti yang kita kenal, belum ada. Jadi, bagaimanakah mereka menjadi Kristen tanpa pernah melihat Alkitab? Yaitu dengan cara yang sama orang non-Kristen menjadi Kristen pada masa kini, yaitu dengan mendengar Firman Allah dari mulut para misionaris. : ======: DA: seberapa jauh anda bisa menggantungkan kebenaran terhadap sesuatu yang diwartakan dari mulut ke mulut?,pernyataan anda merendahkan alkitab seolah-olah kedudukannya tidak lebih tinggi dari kumpulan cerita gosip!dan harap diingat!istilah Kristen baru muncul setelah misi antiokia!pada waktu itupun istilah kristen berkonotasi hinaan!saat itu perlu diingat bahwa kristen terbagi menjadi dua,kristen yang memegang teguh ajaran asli yesus yaitu ke-Esaan Tuhan,dan kristen yang terpengaruh ajaran paulus yang menyimpang jauh dari ajaran asli yesus!sekali lagi jangan mengatakan:asap ada lebih dulu dari api.dan harap bila anda ingin mengemukakan suatu fakta historis,disertakan pula nama tempat,waktu dan gambaran kondisi zaman itu.: ======: JK : Sebelum kanon Alkitab ditetapkan, ada banyak perdebatan. Ada yang beranggapan bahwa beberapa kitab Perjanjian Baru seperti surat Ibrani, surat Yudas, kitab Wahyu, dan surat 2 Petrus, adalah bukan hasil inspirasi Ilahi. Sementara pihak lain berpendapat bahwa beberapa kitab yang tidak dikanonisasi seperti: Gembala Hermas, Injil Petrus dan Thomas, surat-surat Barnabas dan Clement adalah hasil inspirasi Ilahi. Keputusan resmi Gereja Katolik menyelesaikan hal diatas sampai 1100 tahun kemudian. Hingga jaman Reformasi Protestan, tidak ada lagi perdebatan akan kitab-kitab dalam Alkitab.: Melihat sejarah, Gereja Katolik menggunakan otoritasnya untuk menentukan kitab-kitab yang mana yang termasuk dalam Alkitab dan memastikan bahwa segala yang tertulis dalam Alkitab adalah hasil inspirasi Ilahi. Jika bukan karena Gereja Katolik, maka umat Kristen tidak akan dapat mengetahui yang mana yang benar.: ====: DA: dasar2 apa yang dipakai gereja katolik untuk meng-apokrif-kan injil2 lain?dasarnya hanyalah OTORITAS SEMU!jika bukan karena gereja katolik,maka umat kristen tidak akan tersesat seperti ini,itu pernyataan yang lebih tepat!seperti kita ketahui bersama,pada dasarnya perbedaan pokok dari kedua golongan injil diatas hanya terletak pada hakikat keEsaan Tuhan dan kemanusiaan Yesus yang berusaha dihancurkan oleh gereja roma yang ingin berkuasa secara mutlak dan menjadikan trinitas sebagai doktrin absolut serta penuhanan yesus.dan buka kembali catatan sejarah,umat manusia tidak akan lupa betapa 1100 tahun sebelum masa reformasi protestan,adalah 1100 tahun yang bergelimang darah jutaan manusia yang berusaha menyampaikan kebenaran hakikat keEsaan Tuhan.jumlah korban kekejaman gereja katolik ini jauh lebih besar dari holocaust bangsa yahudi oleh hitler dan nazinya selama PD II(1939-1945): ======: JK : Alkitab lengkap tertua yang masih ada hingga sekarang berasal dari abad ke-empat, dan isinya sama dengan Alkitab yang dipegang oleh umat Katolik yaitu terdiri dari 73 kitab. Apa yang terjadi dengan manuskrip-manuskrip asli yang ditulis oleh para penulis kitab Injil? Ada beberapa alasan akan hilangnya kitab-kitab asli tersebut:: =====: DA: 4 abad setelah yesus mati,kira2 seberapa besar distorsi yang telah terjadi dalam meriwayatkan kata2 dan perbuatan yesus melalui tradisi mulut ke mulut?,seberapa besar penambahan atau pengurangan yang terjadi,seberapa terjaminnyakah al-kitab yang kini dipegang anda sekalian saat ini?tapi setidaknya,para kaum kristen terpelajar,ahli sejarah gereja,sarjana inji,dan termasuk anda juga,masih berjiwa besar untuk mengakui bahwa manuskrip-manuskrip asli kitab injil telah lenyap tak berbekas.terimakasih.: ========: JK : Umat Kristen purba, setelah membuat salinan Alkitab, juga tidak terlalu peduli untuk menjaga kitab aslinya. Mereka tidak beranggapan penting untuk memelihara tulisan-tulisan asli oleh Santo Paulus atau Santo Matius oleh karena mereka percaya penuh kepada Gereja Katolik yang mengajarkan lewat Tradisi melalui mulut para Paus dan para uskup-uskupnya.: ===: DA: kalau aslinya saja tidak punya,darimana bisa yakin al-kitab yang dijamin gereja ini betul-betul asli?,kita tidak bisa melihat perbedaannya antara sumber asli dengan kitab yang diklaim"asli"seperti umat kristen sering katakan bila disodorkan pernyataan bahwa injil itu palsu,mereka selalu minta tunjukkan"kalau gitu mana yang asli?"nah...terbuktilah!umat kristen memang tidak punya manuskrip injil yang asli,,bila anda minta ditunjukkan dan ingin melihat hakikat injil dan taurat yang asli,berpeganglah pada Al-Qur'an,didalamnya anda bisa menemukan hakikat ajaran asli injil maupun taurat ,yaitu KeEsaan Allah SWT,sebagaimana diimani dan diajarkan semenjak Nabi Adam AS s/d Nabi Ibrahim AS s/d Nabi Musa AS s/d Nabi Isa AS s/d Nabi Muhammad SAW.: =====: JK: dalam Alkitab terjemahan bahasa Jerman, Martin Luther menambahkan kata 'saja' pada surat Roma 3:28. Sehingga ayat tersebut berbunyi: "Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman saja, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat". : Bahkan sebelum pecahnya Reformasi Protestan, ada banyak versi-versi Alkitab yang beredar pada masa itu. Banyak diantaranya mengandung kesalahan-kesalahan yang disengaja - seperti dalam kasus-kasus kaum heretic, pembangkang gereja yang berusaha mendukung doktrin-doktrin yang mereka ciptakan sendiri, dengan menuliskan Alkitab yang sudah diganti-ganti isinya. Ada juga kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja oleh karena faktor human error, mengingat pekerjaan menyalin Alkitab dilakukan dengan tulisan tangan, ayat demi ayat, yang sangat memakan waktu dan tenaga. : ====: DA: mengharukan sekali akhirnya mendengar pengakuan dari umat kristen sendiri bahwa penyalinan alkitab tidak lepas dari faktor human error,terima kasih sekali lagi,anda telah memudahkan umat kristen untuk mengerti hal ini dengan bahasa yang gamblang.tentu saja faktor human error dalam sebuah kitab suci jelas menodai kesuciannya dan menurunkan derajatnya!sehingga tidak layak lagi dijadikan pegangan dan diyakini secara membabi buta tanpa mau menyelidiki sejauh mana kebenarannya.: =====: JK : Oleh karena itu di akhir tulisan ini, kita dapat membuat kesimpulan-kesimpulan penting:: Berdasarkan sejarah, Alkitab adalah sebuah kitab Katolik. Perjanjian Baru ditulis, disalin dan dikoleksi oleh umat Kristen Katolik. Kanon resmi dari kitab-kitab yang membentuk Alkitab - Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru - ditentukan secara penuh kuasa oleh Gereja Katolik pada abad ke empat. Oleh karena itu, dari Gereja Katolik-lah kaum Protestan bisa memiliki Alkitab.: ====: DA: gereja katolik lahir atas prakarsa siapa dan pada abad berapa?lihat lagi diatas,katolik sebagai terminologi baru muncul abad berapa?adanya kekuasaan tidak berarti kebenaran akan terjamin 100% bukan?justru,yang sering terjadi,kekuasaan adalah lahan subur bagi korupsi,manipulasi,penyimpangan dan berbagai malpraktik lainnya.(anda sendiri yang menyebutkan dengan jelas kalimat:DITENTUKAN SECARA PENUH KUASA OLEH GEREJA KATOLIK)kesimpulan yang dapat ditarik adalah :----al-kitab adalah hasil karya penyimpangan dan penyelewengan oleh oknum yang berkuasa untuk mempertahankan sebuah hegemoni!hegemoni gereja katolik!tapi bila anda ingin mengatakan:ALKITAB YANG ADA PADA ZAMAN INI DENGAN SEGALA KERUSAKANNYA,ADALAH SEBUAH KARYA GEREJA KATOLIK,maka pernyataan inilah yang lebih benar.: ====: JK : Menuruti akal sehat dan logika, Gereja Katolik yang memiliki kekuasaan untuk menentukan Firman Allah yang infallible - bebas dari kesalahan -, pasti juga memiliki otoritas yang infallible - bebas dari kesalahan - dan juga bimbingan dari Roh Kudus. Seperti telah anda lihat, terlepas dari deklarasi oleh Gereja Katolik, kita sama sekali tidak memiliki jaminan bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab adalah Firman Allah yang asli. Jika anda percaya kepada isi Alkitab maka anda juga harus percaya kepada otoritas Gereja Katolik yang menjamin keaslian Alkitab. : ====: DA: bebas dari kesalahan tapi koq bisa2nya gereja katolik mengutuk dan menghukum orang yang mengatakan bumi itu bulat dan mengitari matahari.sejarah tak bisa berdusta bung.gereja katolik mengkafirkan orang2 benar seperti copernicus dan galileo hanya karena mereka mengatakan kebenaran bahwa bumi itu bukan pusat semesta sebagaimana yang diajarkan injil dan gereja katolik.bahkan akhirnya gereja katolik meminta maaf dan menarik pernyataan kafirnya galileo galilei,walupun sangaaaaaaat terlambat!baru 359 tahun setelah pengkafiran dan penghukuman terhadap galileo galilei.bayangkan!gereja baru menarik pernyataannya menjelang abad 21 setelah 359 tahun berbuat kesalahan,berarti pernyataan anda bahwa gereja bebas dari kesalahan jelas salah besar,toh gereja sendiri berarti mengaku salah dengan menarik kembali pernyataannya tersebut.dalam hal kesalahan injil mendeskripsikan tata ruang semesta,masihkan anda mau melemparkan kesalahan ini kepada inspirasi ilahi?tidak mungkin Sang Pencipta salah dalam mendeskripsikan ciptaanNya sendiri!!!berfikirlah!!!: ======: JK: Gereja Katolik melandaskan Perjanjian Lama pada Kanon Alexandria - lebih dari satu abad sebelum kelahiran Yesus Kristus - yang menetapkan 43 kitab yang disebut Septuagint sebagai kitab-kitab Perjanjian Lama.: ====: DA: sekali lagi...tidak ada yang namanya gereja katolik sebelum adanya paulus yang mempopulerkan penuhanan terhadap yesus!yang ada adalah gereja roma/gereja paulian!bahkan lebih lucu lagi,mana mungkin gereja katolik lahir sebelum yesus lahir,"tuhannya"belum lahir,tapi koq lembaga penyembahnya sudah muncul duluan?jelas ngawur!SALAH!api atau percikan api muncul terlebih dahulu dari asap!tidak sebaliknya!: =====: JK : Perlu ditegaskan disini bahwa baik Yesus maupun para murid-muridNya menggunakan Septuagint yaitu berdasarkan Kanon Alexandria. : =====: DA: ketegasan memang perlu,tapi apa buktinya?apa buktinya Yesus menggunakan septuagint?apa buktinya bahwa yesus berbicara dan menguasai bahasa yunani?kalaupun demikian...yakinkah anda bahwa imperium ptolemeus mempunyai itikad baik untuk betul2 melindungi bangsa yahudi dalam menterjemahkan isi PL sesuai aslinya?silahkan kaji bagaimana hubungan bangsa yahudi sebagai bangsa terjajah dan bangsa yunani sebagai penjajah,dan lebih penting lagi bangsa yahudi adalah bangsa beragama monoteistik menyembah satu tuhan sementara bangsa yunani adalah bangsa kafir penyembah berhala dan banyak dewa!harap diingat sebagai contoh,bahwa pada saat penjajahan indonesia oleh belanda,banyak sekali orientalis kristen belanda yang mencoba menterjemahkan Qur'an ke dalam bahasa indonesia dan maknanya diputarbalikkan,tapi untungnya umat Islam selalu memiliki Al-Qur'an dalam bahasa dan teks aslinya yaitu bahasa Arab.lain halnya dengan umat kristen yang tidak lagi memiliki manuskrip asli injil yang kini musnah tak tentu rimbanya.jadi sudah terang,sangat tak berdasar,mempercayai terjemahan dibawah otoritas : bangsa penjajah yang agama dan orientasinya berbeda sementara naskah aslinya sendiri entah kemana?itu namanya berlindung dari hujan dibawah rumah laba-laba: ======: JK : Selama berabad-abad Gereja dilanda oleh berbagai pembangkangan (heresy). Para pembangkang ini menggunakan Alkitab yang sudah diselewengkan isinya untuk mendukung doktrin-doktrin mereka sendiri. Gereja Katolik sebagai penjaga keaslian Alkitab juga memiliki hak dan kuasa untuk memastikan bahwa umat Kristen memiliki Alkitab yang isinya tidak dikorupsi demi kepentingan sekelompok orang. Oleh karena itu otoritas Gereja Katolik memusnahkan alkitab-alkitab yang isinya penuh kesalahan ini dan menggantinya dengan Alkitab yang murni isinya. Martin Luther bukan satu-satunya orang yang pernah mengkorupsi isi Alkitab.: ======: DA: sebuah pengakuan yang mengharukan tentang kenyataan bahwa betul gereja katolik telah memusnahkan al-kitab2 yang bertentangan dengan doktrinnya atas nama kekuasaan.mengenai siapa yang sesungguhnya menyelewengkan al-kitab,pernyataan anda adalah pernyataan yang gegabah dan tidak didukung bukti-bukti!: =======: JK : Umat Katolik sebaiknya menghindari berbagai versi Alkitab Protestan, diantaranya: RSV (Revised Standard Version), KJV (King James Version), NIV (New International Version), Tyndale Bible dan Zonderfan Bible. Untuk mengenalinya mudah saja, tidak satupun diantaranya mempunyai kitab-kitab Deuterokanonika. Jadi anda tahu membedakan yang mana Alkitab Katolik dan yang mana Alkitab Protestan. : ====: DA: mengapa harus dihindari?bukankah pada hakikatnya,ayat2nya sama-sama saja,bagaimana bisa mengatakan yang satu palsu,sementara yang diklaim"palsu"sama saja dengan yang diklaim"asli"toh,ujung2nya trinitas dan penuhanan yesus juga?bedanya yang satu lebih padat sementara yang satu lagi lebih ramping.: ====: JK: Pertama-tama perlu ditegaskan disini, bahwa Alkitab bahasa Indonesia tidaklah diterjemahkan dari Alkitab bahasa Inggris. Lihatlah pada bagian awal Alkitab dimana tertulis bahwa "Teks Perjanjian Lama diterjemahkan dari Bahasa Ibrani. Teks Perjanjian Baru diterjemahkan dari Bahasa Yunani. Teks Deuterokanonika diterjemahkan dari Bahasa Yunani". Kedua, perlu diketahui bagi orang Indonesia yang jelas bukan native English speaker - bahwa kata "Lord" dalam Alkitab berarti "God" atau "Tuhan". Kata "Lord" bukan hanya digunakan pada Yesus, tetapi juga pada Allah Bapa dalam ayat-ayat Perjanjian Lama.: =====: DA: sebuah pendapat yang meragukan.coba selidiki injil berbahasa indonesia tertua ada di tahun berapa,coba selidiki bahasa indonesia baru digunakan secara luas tahun berapa?dan selidiki,siapa yang melakukan penerjemahan tersebut?jangan menuduh bangsa indonesia yang saat itu bodoh dan terjajah yang menerjemahkannya,jangankan bahasa ibrani atau bahasa yunani,bisa bahasa belanda saja waktu itu bukan main hebatnya(sebelum politik balas budi belanda)jadi pernyataan anda diatas tidak didukung fakta historis sama sekali.: ======: JK: Catatan: (1) Injil Matius dipercaya selama ini sebagai Injil yang pertama ditulis dan ditulis oleh Santo Matius, salah satu dari ke-12 rasul. Akan tetapi hasil penelitian ahli alkitab menunjukkan persamaan nara-sumber antara Injil Matius dan Injil Markus. Pertanyaannya adalah, mengapa Rasul St. Matius harus mengutip dari sumber Injil Markus mengingat dia adalah orang yang mengenal Yesus secara pribadi. Sementara banyak persamaan dengan Injil Matius, Injil Markus - yang terpendek diantara keempat Injil - menceritakan kisah-kisah Yesus dengan kata-kata yang lebih mendetail. Oleh karena itu dipercaya bahwa Injil Markus adalah yang pertama ditulis dan bahwa Santo Matius penulis Injil bukanlah Rasul Matius, melainkan umat Kristen generasi kedua, sama seperti Santo Markus sendiri yang namanya sering muncul dalam surat-surat Santo Paulus maupun Santo Petrus, dikenal juga sebagai Yohanes Markus.: Penulis : Jeffry Komala: Nara sumber:[1] Where We Got The Bible: Our Debt to the Catholic Church, 22nd edition, by The Right Rev. Henry G. Graham, published by Tan Books & Publishers, Inc.;[2] Beginning Apologetics 1: How to Explain and Defend The Catholic Faith, by Father Frank Chacon and Jim Burnham, published by San Juan Catholic Seminars;[3] The Catholic Bible (NAB): Personal Study Edition, published by Oxford University Press;[4] Berbagai situs web Katolik di Internet.: Rekomendasi bacaan: A History of Christendom (3 volumes), by Warren H. Carroll. : Sumber inspirasi: The Catholic Answer lay apostolate. Website: http://www.catholic.com : ====: DA: saya garis bawahi kata "dipercaya"yang dalam konteks diatas ,sinonim dengan kata"dianggap"atau"diasumsikan": seberapa pastinya suatu hal yang diklaim sebagai kebenaran?,bila fondasinya hanya berupa asumsi atau anggapan,kita berbicara mengenai kitab yang dianggap suci,!kitab yang dijadikan pedoman dalam kehidupan rohani suatu umat!jangan menyamakan kitab suci dengan tabloid gosip yang semua isinya hanya berdasarkan anggapan atau asumsi!: ======: end of copy : D.A:: berhubung hingga saat ini,belum ada jawaban sama sekali dari jefry komala, maka terpaksa saya harus berasumsi bahwa beliau menyetujui semua sanggahan saya terhadap tulisannya tersebut. oleh karena itu saya tidak akan membahas tulisan di atas lebih lanjut.: pada kesempatan ini saya akan mengupas mengenai bukti kepalsuan dan keanehan injil baik dari segi isi maupun sejarahnya, melalui tulisan tanya jawab antara umat Kristen dengan Drs. Henricus Pidyarto Gunawan,o carm. dalam bukunya"Umat bertanya Romo Pid menjawab"vol.6. romo drs.henricus pidyanto gunawan adalah seorang lulusan insitut biblicum,roma(1982-1986),lulusan program doktoral teologi alkitabiah dari universitas st.thomas aquino,roma(1988-1990)yang juga pernah mengecap pendidikan seminari menengah Malang tahun 1967. : Romo Pid menggambarkan Al-Kitab sebagai berikut:: ***"Menurut keyakinan Katolik, AL-Kitab bukanlah suatu kitab sekali jadi. Al-Kitab bukan buku yang didiktekan langsung oleh Allah, sehingga segala sesuatu yang ada didalamnya harus sempurna dalam segala hal (karena seandainya memang didiktekan Allah,pasti segalanya harus sempurna) Tidak. Alkitab adalah rekaman iman manusia kepada Allah yang telah mewahyukan diri kepada manusia secara perlahan-lahan selama ribuan tahun. Allah memang adalah "pengarang" alkitab (tanda kutip dari romo pid sendiri.), akan tetapi dilain sisi, alkitab itu juga adalah karya manusia, karena yang merumuskan sabda Allah itu adalah manusia yang diilhami dan dibimbing roh kudus. isi pokok alkitab memang berasal dari Allah, tetapi cara perumusannya terserah pada kemampuan penulis manusiawi.(hal.29): ***: tanggapan D.A(YBT): dari penjelasan romo pid diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan:: 1.Al-Kitab tidak sempurna karena tidak langsung didiktekan oleh Allah: 2.Al-Kitab-menurut umat Kristen-merupakan karya kolaborasi Tuhan dan manusia: 3.perumusan isi pokok al-kitab terserah pada kemampuan penulis manusiawi: Romo pid, sebetulnya sudah sangat berjiwa besar dengan mengakui bahwa al-kitab tidak bisa lagi diyakini sebagai semata firman Tuhan. hal ini mestinya menjadi pelajaran bagi mereka yang mengatakan bahwa alkitab adalah 100% karya dan firman Tuhan.kemudian seberapa besar persentase perumusan alkitab yang diserahkan pada kemampuan penulis?10%,50% atau 100%. dengan keadaan seperti itu sangat sulit memilah-milah mana yang merupakan perumusan si penulis, dan mana yang merupakan andil dari Tuhan atau Roh kudus seperti yang diyakini umat Kristen. namun,perhatikanlah, . : Firman Allah: : "Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akbat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Baqarah 79) : : selanjutnya penulis akan mengutipkan lagi pernyataan2 romo pid mengenai al-kitabnya itu, dalam tanya jawab antara umat Kristen sendiri dengan dirinya yang telah dirangkum dalam bukunya.: ***: Pertanyaan Umat Kristen:(hal 18): 1.sebelum daftar resmi (kanon) Alkitab ditentukan, sebenarnya ada lebih banyak tulisan. hal yang mengagetkan saya ialah cerita yang mengatakan bahwa disaat para bapa konsili tidak mufakat, maka votinglah yang berlaku. kalau begitu, bagaimana bisa mempercayai "kadar" firman Tuhan? bisa jadi, kitab yang ditolak oleh mayoritas lebih berkadar"firman Tuhan"daripada yang diterima.: ----komentar D.A (YBT):: saudara-saudara inilah pertanyaan yang diajukan oleh seorang Kristen yang kritis, yang mau menggunakan akal pikirannya dan tidak hanya sekedar percaya buta saja. mentalitas, seperti inilah yang agak susah ditemukan pada umat Kristen yang lebih sering cenderung percaya buta saja tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. atas pertanyaan ini Romo Pid menjawab sbb: : *** jawabanRomo Pid:: memang benar, yang menetapkan kanon alkitab...adalah otoritas gereja, dalam hal ini konsili. darimana saya tahu bahwa kitab ini adalah bagian dari Al-Kitabsedang kitab lain tidak?dari keputusan gereja!mengapa? sebab dalam alkitab sendiri tidak ada sabda Tuhan yang menentukan kitab mana saja yang merupakan firman-Nya.....jadi iman saya juga tergantung dari iman gereja. ini suatu hal yang mendasar yang perlu kita akui. namun perlu juga kita yakini bahwa dalam konsili-konsili, roh kudus bekerja secara istimewa maka suatu keputusan konsili, biarpun lewat voting, adalah berkat bimbingan roh kudus. : ---komentar D.A(YBT): kita telah melihat sendiri, bahwa pertanyaan logis yang kritis dari seorang umat Kristen, pada akhirnya ditanggapi oleh Romo Pid dengan menyarankan untuk hanya percaya saja. percaya buta dan menggantungkan iman pada gereja.jelas bahwa sikap seperti ini tidak menjawab kegelisahan batin seorang umat Kristen, karena lagi-lagi ia dihadapkan hanya pada satu pilihan:PERCAYA BUTA!sangat memprihatinkan seorang romo lulusan program doktoral teologia menjawab dengan demikian apologetiknya,demikian reduktifnya,...bila seorang romo lulusan doktor teologia saja tidak dapat lepas dari belenggu pemikiran yang dogmatis-doktriner dan kembali hanya bisa percaya buta, apalagi umat Kristen yang awam? : ***Pertanyaan umat Kristen ke-2:(hal.18): 2.Banyak ucapan yang menurut para ahli bukan berasal dari Yesus sendiri tapi "dititipkan" pada mulut Yesus. apakah ada usaha untuk memilah-milah, mana yang asli dari Yesus, Mana yang bukan? : Jawaban Romo Pid:: "menurut para ahli, ada ucapan-ucapan yang mungkin sekali tidak berasal dari mulut Yesus sendiri, tetapi "dititipkan" pada mulut Yesus. kalaupun teori ini benar, kita tidak perlu bingung. rumusan ucapan bisa saja tidak asli dari Yesus, tetapi isi ucapan itu pasti sesuai dengan ajaran Yesus, sebab para penulis suci setia pada wahyu Yesus Kristus: : -----Komentar D.A (YBT): lagi-lagi jawaban romo Pid tidak menjawab kegelisahan si penanya, romo pid kembali menyarankan si penanya untuk percaya buta dan tidak perlu bingung, tetapi di sisi lain tidak ada dasar yang bisa dipercayai. bagaimana mungkin sang penulis masih bisa disebut setia pada wahyu Yesus, bila ia telah berani menitipkan kata pada mulut Yesus. setia berarti : hanya menuliskan apa yang dikatakan!bukan menyisipkan,mengurangi,maupun menambahkan!: ada beberapa kesimpulan penting dari jawaban2 romo pid pada hal.18 tersebut,yaitu:: 1.penetapan kanon alkitaboleh konsili dilakukan melalui voting!: 2.ada ucapan-ucapan yang tidak berasal dari mulut Yesus namun dititipkan dalam mulutnya oleh para penulis!: maka perhatikanlah, : Firman Allah: : "Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akbat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-Baqarah 79) : Maha Benar Allah dengan segala FirmanNya. : kemudian saya akan kutipkan kembali tanya-jawab yang terjadi antara umat Kristen dengan Romo Pid,(hal.23): ***Pertanyaan Umat Kristen (redaksinya tidak sama huruf per huruf namun intinya sama): 1.Dasar apa yang dipakai untuk menentukan bahwa hanya enpat Injil(Markus,Matius,Lukas,Yohanes) yang diakui sebagai Injil Sinoptik?: $$$jawaban Romo Pid:: "pada prinsipnya, kita harus percaya bahwa roh kuduslah yang membimbing pimpinan gereja (Magesterium) dalam menentukan kitab mana yang adalah sabda Allah dan mana yang bukan.: ---komentar D.A (YBT): saudara-saudara,kita saksikan sendiri, pada akhirnya romo pid sebagai seorang romo dan doktor teologia bidang alkitabiah, lagi-lagi menjawab bahwa semuanya"HARUS PERCAYA SAJA".tanpa fakta dan bukti pendukung satupun!inikah yang dinamakan kekuatan iman?mereka menggantungkan harapan pada persangkaan bahwa roh kudus akan membimbing gereja dalam menentukan injil mana yang benar, tapi saat ditemukannya berbagai keanehan dan kontradiksi, akankah mereka juga menyalahkan semua kesalahan pada roh kudus???: ***Pertanyaan umat Kristen no.2: 2.Kitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani,kalau begitu Kitab PB itu hanyalah saduran, sebab Yesus dan para rasul berbicara bahasa Aram, bagaimana keaslian Injil, dapat dipertanggung jawabkan?: $$$jawaban Romo Pid:: "Kita menerima suatu kitab sebagai injil yang otentik dari Yesus, bukan pertama2 karena kita bisa memperoleh kepastian bahwa kitab itu benar-benar memuat kata-kata Yesus, persis seperti aslinya.Kita menerima injil itu sebagai asli dari Yesus karena kita percaya bahwa injil itu benar-benar menyampaikan ajaran Yesus yang menyelamatkan kita. karena itu, meskipun suatu ucapan Yesus ternyata diwartakan secara sedikit berbeda satu dengan yang lain, iman kita tidak perlu goyah. para penulis suci sendiri, tidak menganggap perlu bahwa mereka mewartakan kebenaran secara seragam dalam hal-hal yang tidak hakiki/esensial. mereka merasa bebas untuk sedikit mengubah ucapan Yesus agar lebih sesuai dengan kebutuhan umat yang diadapi mereka, jadi,kita tak bisa membaca alkitab dengan mentalitas dan tuntutan seorang manusia modern yang suka menuntut kepastian dan ketelitian data sejarah. memang menerjemahkan suatu kalimat dari satu bahasa ke bahasa lain itu tidak selalu mudah. bisa jadi terjemahannya tidak 100% tepat. namun, bagi kita tidak terlalu penting apakah ucapan Yesus yang dimuat dalam injil yang bhs,Yunani itu persis sama dengan ucapan Yesus dalam bahasa Aram, asal intinya sama.: ---komentar D.A:: tampaknya Romo Pid sudah benar-benar kehilangan ilham dan inspirasi dari roh kudus, sehingga jawabannya kembali pada ajakan untuk"PERCAYA SAJA"dan menganggap hal-hal penting menjadi"TIDAK TERLALU PENTING": perhatikan point---"Kita menerima suatu kitab sebagai injil yang otentik dari Yesus, bukan pertama2 karena kita bisa memperoleh kepastian bahwa kitab itu benar-benar memuat kata-kata Yesus, persis seperti aslinya"---sekarang, bagaimana kita bisa yakin 100% kalau injil memuat ajaran Yesus kalau ternyata tidak ada kepastian bahwa kata-kata Yesus disadur ke dalam bahasa Yunani sesuai aslinya???kemudian romo pid mengatakan bahwa para penulis tidak merasa perlu untuk mewartakan hal-hal yang tidak esensiil secara seragam!betulkah demikian?bukankah kita telah membuktikan bahwa peristiwa kebangkitan Yesus sebagai peristiwa yang sangat esensiil dan fundamental dalam iman Kristen, ternyata tidak diwartakan secara seragam oleh para penulis injil 4?bukankah peristiwa kenaikan ke langit yang juga sangat esensial hanya terdapat dalam 2 injil sinoptik sementara 2 yang lain tidak mencatat?apakah kedua peristiwa itu kurang esensial dan fundamental bagi iman Kristen sehingga para penulis juga menerapkan sikap"TAK PERLU SERAGAM"dalam penulisan kedua peristiwa tersebut dalam injil?kemudian mengenai pernyataan romo pid bahwa injil tidak bisa dibaca dengan mentalitas manusia modern yang membutuhkan kepastian dan ketelitian data sejarah secara tidak langsung mengakui bahwa injil memang tidak memiliki dasar historis yang kuat dan akurat dan dilain sisi juga menyatakan bahwa injil tidak selalu cocok untuk segala zaman, tidak aktual, dan tidak up-to date- ...serendah itukah kualitas kitab yang mereka yakini sebagai Firman Tuhan?: adapun point2 penting dari jawaban romo pid tersebut adalah sbb:: 1.tidak ada kepastian bahwa injil benar-memuat kata-kata Yesus persis seperti aslinya: 2.penulis injil tidak merasa perlu untuk mewartakan kebenaran secara seragam.: 3.penulis injil merasa bebas untuk mengubah ucapan Yesus: 4.kandungan Al-Kitab tidak memiliki akurasi dan dasar historis yang cukup.: 5.penerjemahan kata2 Yesus dalam bahasa aram ke bahasa Yunani tidak 100% tepat (hmm...tidak 100%tepat atau 100% tidak tepat?) : mari kita lanjutkan ke tanya jawab selanjutnya:: ***Pertanyaan umat Kristen(hal 11): 1.siapakah penulis ke 4 injil?apakah mereka hidup pada zaman Yesus? kalau mereka tidak hidup pada zaman Yesus, apakah berarti mereka mengarang berdasarkan ccerita orang-orang Yahudi lalu diilhami roh kudus? tahun berapa kira-kira mereka hidup?apa pekerjaan mereka?: $$$jawaban romo pid:: Kita tidak tahu dengan pasti siapakah para penulis ke empat Injil. menurut tradisi kuno yang diikuti oleh gereja, pengarang ke 4 injil itu adalah rasul Matius (injil pertama),rasul Markus (injil kedua),Rasul Lukas (injil ke-3)dan Rasul Yohanes (injil ke-4)...para ahli tafsir modern tidak selalu menerima pendapat tradisional mengenai para pengarang injil ini. misalnya, banyak ahli yang tidak menerima bahwa njil Yohanes benar2 ditulis oleh rasul Yohanes karena beberapa macam alasan. bagaimana sikap kita? siapa persisnya penulis ke 4 injil memang tidak diketahui secara pasti. yang penting kita harus percaya bahwa ke 4 injil benar-benar ditulis oleh seseorang berdasarkan iman para rasul dan berdasarkan ilham roh kudus sendiri.jadi, tidak soal apakah penulis Injil itu pernah melihat dan hidup bersama Yesus atau tidak. Karena tidak ada kepastian mengenai siapa pengarangnya, maka pertanyaan2 lain tidak dapat dijawab dengan pasti juga.: ----komentar D.A (YBT):: saudara-saudara, entah sudah keberapa kalinya romo pid mengucapkan"HARUS PERCAYA" dan mengatakan"TIDAK JADI MASALAH" dalam menanggapi kegelisahan umat Kristen tersebut. namun patut dicatat bahwa romo pid mau tak mau harus mengajkui bahwa penulis 4 injil sampai saat ini tidak diketahui pasti. dan menarik bahwa romo pid saat menganalisa siapa-siapa kira-kira penulis ke 4 injil sesungguhnya dengan menggunakan istilah"seseorang" dan bukan"orang-orang"apakah dia hendak menyatakan bahwa kemungkinan ke-4 injil memang hanya ditulis oleh satu orang yang sama?siapa dia?romo pid tak memberikan jawaban,dan bukan hanya romo pid,tapi juga sebagian besar ahli dan sarjana alkitab dan teologia.dengan demikian terbuktilah hipotesa saya pada bagian sebelumnya, bahwa penulis Injil tidak menyaksikan dan bersama Yesus semenjak ia ditangkap di Getsemani,disalib,dan seterusnya. murid Yesus langsung saja tidak mungkin menyaksikan dan menuliskan secara akurat semua proses tersebut karena mereka semua meninggalkan Yesus ketika ia ditangkap,. dan lebih parah lagi, bila ternyata yang menulis injil adalah bukan murid Yesus,bagaimana mungkin mereka dapat mewartakan proses penyaliban,kematian,kebangkitan dan seterusnya secara akurat?padahal seluruh dasar iman kristen tersebut bergantung pada pewartaan dalam injil oleh sang "penulis misterius" ini.: adapun kesimpulan penting dari jawaban diatas adalah:: 1. tidak diketahui secara pasti siapa yang menulis ke 4 injil sinoptik: 2.tidak jelas apakah penulis ke 4 injil ini pernah melihat dan hidup bersama Yesus atau tidak: 3.anggapan bahwa markus,matius,lukas,dan yohanes yang menulis injil sinoptik hanya berdasarkan tradisi kuno yang diikuti oleh gereja,sementara para ahli sendiri menentang hipotesa tersebut. : kemudian seorang umat Kristen yang lain -yang saat itu bisa jadi sedang gelisah-menanyakan salah satu masalah-yang mustinya tidak bisa dianggap remeh- dalam injil:: ***Pertanyaan umat Kristen:: 1.Apakah yang dimaksud dengan tanda (...)/tanda kurung yang terdapat pada Alkitab?: $$$jawaban romo pid:: ada ayat2 tertentu dalam alkitab yang dimasukkan diantara tanda(...)karena ayat-ayat itu sangat problematik dan hampir pasti tidak asli. contoh pertama,Mat 6:13b yang berbunyi"Karena engkaulah yang mempunyai kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya .Amin.Kalimat ini diletakkan diantara tanda (...) karena tidak terdapat pada manuskrip-manuskrip yunani yang paling kuno dan penting. selain itu, dalam komentar doa bapa kami oleh para bapa gereja, ayat itu tidak pernah disinggung. karena kedua alasan ini para ahli menyimpulkan bahwa Mat 6:13b itu tidak asli, melainkan tambahan kemudian yang dibuat oleh para penyalin injil berdasarkan praktek pada waktu itu.: contoh kedua, I Yoh 5:7 yang berbunyi:"sebab ada tiga yang memberi kesaksian (didalam surga:Bapa,Firman,dan Roh Kudus:dan ketiganya adalah satu.dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu" karena alasan2 yang sama dengan Mat 6:13b, kata-kata yang ada diantara tanda (...) pada I Yoh 5:7 pun juga hampir pasti tidak asli.: ---Komentar D.A (YBT):: nampaknya romo pid-dalam masalah yang satu ini--tidak bisa menggunakan jurus"PERCAYA SAJA"dan"TIDAK JADI MASALAH".saudara-saudara, ini adalah bukti nyata bahwa ternyata didalam injil terdapat penambahan2 dan penyisipan kata yang telah diakui sendiri oleh para ahli dan sarjana injil.itupun kalau terlacak, tidak ada jaminan bahwa tidak ada lagi kalimat palsu dalam injil selain yang sudah disinyalir tersebut. kemudian mengenai I Yoh 5:7,penting dicatat bahwa ayat dalam kurung tersebut adalah referensi doktrin trinitas, bila ayat tersebut memang tidak asli, lalu bagaimana nasib doktrin tersebut dalam injil? jelas tak berdasar!: maka semua kesimpulan yang dapat dikumpulkan dari hasil tanya jawab romo pid dengan umat Kristen mengenai injil/alkitab secara berurutan dari awal adalah sbb:: 1.Al-Kitab tidak sempurna karena tidak langsung didiktekan oleh Allah: 2.Al-Kitab-menurut umat Kristen-merupakan karya kolaborasi Tuhan dan manusia: 3.perumusan isi pokok al-kitab terserah pada kemampuan penulis manusiawi: 4.penetapan kanon alkitab oleh konsili dilakukan melalui voting!: 5.ada ucapan-ucapan yang tidak berasal dari mulut Yesus namun dititipkan dalam mulutnya oleh para penulis!: 6.tidak ada kepastian bahwa injil benar-memuat kata-kata Yesus persis seperti aslinya: 7.penulis injil tidak merasa perlu untuk mewartakan kebenaran secara seragam.: 8.penulis injil merasa bebas untuk mengubah ucapan Yesus: 9.kandungan Al-Kitab tidak memiliki akurasi dan dasar historis yang cukup : 10.penerjemahan kata2 Yesus dalam bahasa aram ke bahasa Yunani tidak 100% tepat : 11. tidak diketahui secara pasti siapa yang menulis ke 4 injil sinoptik: 12.tidak jelas apakah penulis ke 4 injil ini pernah melihat dan hidup bersama Yesus atau tidak: 13.anggapan bahwa markus,matius,lukas,dan yohanes yang menulis injil sinoptik hanya berdasarkan tradisi kuno yang diikuti oleh gereja,sementara para ahli sendiri menentang hipotesa tersebut.: 14.Di akui bahwa terdapat kalimat-kalimat dalam injil yang tidak asli dan merupakan sisipan (itu pun baru sejauh yang diketahui,atau sudah diketahui namun ditutup-tutupi) : jelaslah bahwa baik umat Kristen maupun alkitab itu sendiri telah membuktikan bahwa begitu banyak masalah, pertentangan, kontradiksi dan paradoks yang tak terpecahkan, belum lagi hal-hal yang menodai alkitab sebagai kitab suci umat Kristen seperti pornografi,kemustahilan,anjuran berbuat dosa(alkoholisme misalnya)dll,dll,: dengan bukti-bukti nyata yang menunjukkan kerendahan kualitas alkitab ,jelaslah bahwa al-kitab yang diyakini umat Kristen saat ini tidak bisa lagi dijadikan pegangan,pedoman hidup,dan tidak bisa diyakini sebagai 100% Firman Tuhan, terbukti bahwa ada penyisipan,pengurangan,dan penambahan disana-sini.: perhatikanlah, : Firman Allah: : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya"(QS 4:82) : : Premis Mayor:.Kitab yang memiliki banyak pertentangan, bukanlah dari sisi Allah: Premis Minor:.Injil umat Kristen memiliki banyak pertentangan, : Kesimpulan/konklusi: Injil umat Kristen bukanlah dari sisi Allah! : dengan demikian gugur dan runtuhlah salah satu tiang penyangga yang amat penting bagi dasar iman Kristen. APAKAH BENAR YESUS DISALIB??????????Peristiwa penyaliban, tidak bisa tidak,memiliki posisi yang amat penting dalam iman Kristen. dengan matinya Yesus dipalang salib (menurut keyakinan Kristen) maka dosa umat manusia telah tertebus dengan pengorbanan Yesus tersebut. namun ternyata, peristiwa pwnyaliban itu sendiri memiliki berbagai keganjilan yang mendasar.: umat Islam jelas memiliki panduan Al-Qur'an dalam memandang hal ini. : Firman Allah:: "dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,'Isa putra Maryam, Rasul Allah",padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. (QS 4:157) : namun,untuk membangun dialog yang adil, maka baiklah kita akan menguji peristiwa penyaliban dengan mengacu pada keyakinan Kristen bahwa yang ditangkap di taman Getsemani dan kemudian disalib di golgota adalah Yesus.: penting untuk mengkaji ulang peristiwa penangkapan Yesus di taman Getsemani yang merupakan hasil pengkhianatan Yudas Iskariot. untuk itu saya akan lampirkan kembali posting saya mengenai Yudas Iskariot. : Menarik dan perlu dipertanyakan,kemanakah dan bagaimana nasib yudas setelah ditangkapnya"yesus": 1.mengapa yudas menghilang dan tak disebut-sebut lagi setelah ditangkapnya"yesus": 2.bukankah yudas sebagai informan penangkapan yesus,mestinya ikut serta dengan pasukan penangkap yesus dan ikut datang melapor?tapi yudas hilang begitu saja dari ke 4 injil tepat setelah ditangkapnya"yesus"!kemana yudas pergi? : dan yang lebih penting lagi,saya minta anda perhatikan 2 ayat dari PB yang sangat berbeda isinya dalam memberitakan nasib yudas iskariot! : menurut Matius 27:3-7: Yudas melemparkan uang perak (bayarannya sebagai informan penangkapan yesus) ke dalam bait suci, pergi dan mati gantung diri!setelah itu para imam mengambil uang perak tersebut dan membeli sebuah tanah yang akhirnya di sebut "tanah darah!"-----------------TAPI--------: perhatikanlah!: menurut Kisah para rasul 1:18: Yudaslah yang membeli tanah dengan uang perak hasil kejahatannya!(sementara di Mat 27,para imamlah yang membeli tanah tsb!)lalu yudas mati dengan jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar,(sementara di Mat 27,yudas mati gantung diri!)dan itu diketahui oleh semua penduduk yerusalem!: hanya 2 ayat tersebut didalam PB yang menceritakan nasib Yudas dan kedua-duanya BERTENTANGAN satu sama lain!selain ayat itu yudas seolah-olah lenyap ditelan bumi,bahkan cerita dalam Matius tentang yudas sama sekali tidak terdapat di ke 3 injil lainnya!: PERTANYAAN PENTING!:: 1.kemana sesungguhnya yudas setelah yesus ditangkap, kenapa dia seolah-olah lenyap ditelan bumi?: 2.mana yang benar?yudas mati gantung diri atau karena jatuh tertelungkup sehingga isi perutnya terburai semua?: 3.siapa yang membeli tanah darah?para imam atau yudas?ditambah lagi dengan adanya pernyataan"seluruh penduduk yerusalem mengetahuinya": 4.mengapa periwayatan matius dan kisah rasul bisa berbeda?mana yang betul dan salah,atau mungkinkah kedua sumber itu hanya bualan belaka?lagipula ke 3 injil lain tidak sedikitpun menyinggung nasib yudas setelah penangkapannya,bukankah posisi yudas sebagai informan penangkapan "yesus"adalah sangat penting?bila tidak ada yudas,mungkin"yesus"tidak tertangkap,bila"yesus'tidak tertangkap maka "yesus"tidak disalib!dan darimana herodes yakin bahwa orang yang ditangkap itu adalah yesus?bukankah herodes menanyai-nanyai yesus,sementara yesus sendiri tidak menjawab apa2!karena itu Yudas Iskariot sebagai murid yang kenal dekat dengan yesus dan sebagai informan mestinya ikut hadir untuk memastikan semuanya bahwa orang yang ditangkap adalah benar2 yesus!tapi dimana yudas???dia lenyap sama sekali setelah,orang yang disangka yesus itu ditangkap!!!: silahkan tanggapi pertanyaan2 di atas! : walaupun terdapat berbagai keanehan, seperti saya paparkan diatas, tapi baiklah...sekali lagi kita harus mencoba menyelami alam pikiran iman Kristen yang meyakini bahwa yang ditangkap di getsemani adalah benar-benar Yesus,(sesungguhnya dengan merujuk pada QS 4:157, maka sesungguhnya dengan rupa yang telah diserupakan dengan Yesus, maka memang sudah wajar bila semua orang pada saat itu terkecoh dengan penampilan orang yang sudah diserupakan dengan yesus tersebut, sehingga mereka mengira orang itu adalah betul-betul Yesus): sampai peristiwa penangkapan di Getsemani sesungguhnya bila mengasumsikan bahwa penulis Injil 4 adalah betul2 murid Yesus, maka terputus sudah mata rantai pengisahan, karena pada saat Yesus ditangkap, seluruh muridnya lari berhamburan meninggalkan dia.APALAGI BILA TERNYATA YANG MENULIS INJIL SINOPTIK BUKAN SUNGUH2 MURID YESUS!hal ini akan kita buktikan nanti dalam bagian tentang Injil.: Markus 14:50 : Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri.: Matius 26:56: ...lalu semua murid itu meningalkan dia dan melarikan diri. : dengan demikian, semua yang dilakukan oleh "Yesus" dan apa yang dikatakannya sesudah ditangkap sampai disalibkan, sesungguhnya dituliskan berdasarkan persangkaan belaka dan dasarnya sangat lemah,sehingga sesungguhnya kita tidak tau pasti apa saja yang dilakukan dan dikatakan orang yang diyakini sebagai yesus itu setelah ditangkap sampai disalibkan, mengingat tidak ada satupun murid Yesus yang dianggap sebagai penulis Injil menyertai Yesus pada saat itu.hal ini terbukti dari banyaknya ketidak sesuaian dan kontradiksi periwayatan antara 4 injil tersebut. karena itu kami akan melakukan verifikasi langsung ke saat penyaliban.: mungkin ada baiknya bila saya copykan kembali salah satu artikel lama saya, : darimana orang2 yang mengenal yesus yakin bahwa yang disalib itu yesus? tentu harus ada saksi bukan?siapakah saksi tersebut?dan tentu saja semestinya untuk lebih memastikan bahwa yang disalib adalah yesus, saksi2 tersebut harus melihat dari dekat.sudah terpenuhikah syarat2 tersebut?mari kita buka ayat2 injil dan kita kaji bersama. : SAKSI-SAKSI PENYALIBAN YESUS DAN JARAK PENGLIHATAN MEREKA:: -----menurut-------: : Injil Matius---------:maria magdalena, maria ibu yakobus dan yusuf,ibu anak-anak zebedeus: MEREKA MELIHAT DARI JAUH!: Injil Markus---------maria magdalena,maria ibu yakobus dan yoses: MEREKA MELIHAT DARI JAUH!: Injil Lukas------------semua orang yang mengenal yesus dari dekat(siapa???)dan perpempuan2 yang mengikutinya dari galilea(namanya tak disebutkan)DAN MEREKA SEMUA BERDIRI JAUH-JAUH KETIKA MELIHAT ITU!: Injil Yohanes---------maria magdalena bersama maria bunda yesus (percakapan yesus dengan bundanya hanya ada dalam injil yohanes dan tidak ada di ke 3 injil lain!): DAN MEREKA MELIHAT DARI DEKAT! (PERHATIKAN PERBEDAANNYA! TERLALU MENYOLOK!) : PERTANYAAN:: 1.versi mana yang benar dan versi mana yang salah?: 2.bila versi yang benar adalah mereka yang melihat dari jauh, lalu bagaimana mereka begitu yakin kalau yang disalib itu betul-betul yesus?: 3.bila versi yohanes yang benar,mengapa hanya ada pada injil yohanes?sekali lagi versi mana yang benar?: 4.mengingat ke 4 injil tersebut dijamin keabsahan dan kesuciannya oleh gereja,maka tentu adanya kesalah versi dalam periwayatan akan menodai injil sendiri,jadi siapa yang salah dan berbohong?:GEREJA,INJIL DAN PENULISNYA,ATAU PERISTIWA PENYALIBAN "YESUS" MEMANG TIDAK PERNAH TERJADI???atau mungkin ke 3 pernyataan diatas benar semuanya???bahwa GEREJA TELAH BERBOHONG,INJIL DAN PENULIS INJIL BERBOHONG DAN PERISTIWA PENYALIBAN"YESUS"MEMANG TIDAK PERNAH TERJADI!mengingat bukti2 yang telah saya paparkan maka pernyataan ke 2 lebih masuk akal! : tapi sekali lagi, walaupun sudah disodorkan bukti-bukti yang jelas, umat Kristen akan mengatakan mati-matian kalau yang disalib pada saat itu adalah Yesus!maka baiklah,dengan kerangka pemikiran tersebut,kita kaji lebih lanjut. : yang menjadi pokok permasalahan adalah bahwa untuk menyokong doktrin penebusan dosa Kristen, maka tidak bisa tidak,Yesus harus mati karena penyaliban.: namun, betulkah "Yesus" mati karena disalib? : Yesus berada di kayu salib sejak jam 12 siang dan pada jam 3 ia melepaskan nyawanya....(Matius 27:46): waktu diatas serupa dengan catatan injil lukas 23:44-46,injil markus 15:33-37 juga mencatat waktu yang kurang lebih sama. namun, injil yohanes tidak mencatat kapan tepatnya Yesus mati.: "Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati, maka ia memanggil kepala pasukan, dan bertanya kepadanya,"apakah yesus sudah mati?(Markus 15:44): kecurigaan dan keheranan Pilatus tampaknya beralasan, karena dia tahu berdasarkan preseden yang sudah-sudah, secara normal, tidak ada orang yang meninggal secepat itu(3 jam)karena disalib, kecuali bila kematian dipercepat dengan cara mematahkan kaki-dan hal ini tidak dilakukan terhadap Yesus.: "...melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya".(Yohanes 19:33): ---darimana mereka tahu bahwa Yesus telah mati dengan hanya "MELIHAT?"----: "tetapi seseorang dari antara prajurit itu menikam lambungnya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air"(Yohanes 19:34): aliran darah dan air membuktikan -secara medis-bahwa Yesus masih hidup!Ensiklopedia biblica,pada artikel"cross"kolom 1960 mengatakan:"Yesus hidup kembali jika penikaman ini benar"tentu saja umat Kristen meyakini kebenaran injil Yohanes yang meriwayatkan penusukan Yesus dengan tombak sehingga memancar air dan darah segar bukan?, karena itu Yesus belum mati dan masih hidup!: Ralph o.Munchaster dalam bukunya"What is the proof for the ressurection"hal.20 mengatakan:"Al-Kitab mengimplikasikan bahwa penyebab kematian Yesus adalah Cardiac Arrest (gagal jantung) di indikasikan oleh darah dan air yang mengalir keluar dari luka tikaman tombak (para pakar medis mengkonfirmasikan ini).: pendapat ini juga disebutkan dalam buku"Manusia kain kafan": sementara,pendapat yang agak berbeda datang dari Dr.W.B Primrose:"Air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban".: pertanyaannya: lalu bila mereka meyakini bahwa Yesus mati.apa penyebab kematiannya?mati karena disalib atau mati karena gagal jantung?mungkinkah gagal jantung tersebut disebabkan proses penyaliban?bila ya, tapi bagaimana dengan memancarnya darah dan air dari lambung Yesus yang menandakan bahwa ia masih hidup?untuk memenuhi doktrin penebusan dosa, tentu Yesus harus mati karena disalib bukan???tapi ternyata periwayatan injil sendiri telah menyodorkan bukti-bukti yang meragukan tentang betul/tidaknya Yesus mati karena disalib!: Doktrin penebusan dosa tidak membutuhkan penjelasan medis mengenai kematian Yesus, demi penebusan dosa Yesus harus mati karena disalib!TITIK!bukan karena gagal jantung ,(pernyataan ini sesungguhnya semakin merendahkan keualitas keilahian yang diyakini umat Kristen terhadap Yesus) bukan karena adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal,DSB DST,penjelasan2 semacam itu adalah suatu reduksi luar biasa dan tak menyelesaikan masalah! : sesudah itu injil menjelaskan, bahwa Yusuf dari arimatea, meminta dan menurunkan mayat Yesus (Yoh 19:38,Lukas 23:53,Markus 15:46,Mat 27:57-60): sampai disini timbul pertanyaan...bila yang diturunkan dari salib itu memang Yesus, masih hidup atau sudah matikah ia ketika diturunkan???ternyata diantara umat Kristen masih tidak ada kesepakatan! bila memakai interpretasi sesuai ensiklopedia Biblica misalnya, maka Yesus masih Hidup!tapi bila memakai interpretasi sebagian besar umat Kristen bahwa Yesus Mati, mati karena apa? karena gagal jantung?karena gangguan syaraf pembuluh darah lokal? atau karena ditusuk tombak?...doktrin penebusan dosa menghendaki Yesus yang mati disalib!...tapi ternyata sangat meragukan bahwa dalam 3 jam dipalang salib, "Yesus" menemui ajalnya!kakinya juga tidak dipatahkan!kemudian ketika ditusuk tombak,memancar air dan darah segar sebagai tanda Ia Masih Hidup!lalu kapan ia mati sesungguhnya sesuai keyakinan Kristen?kapan persisnya Yesus mengatakan"sudah selesai???"bukankah tidak ada saksi yang melihatnya dari dekat?, lalu darimana datangnya fantasi penulis injil ini?siapapun dia, jelas bahwa dia tidak menyaksikan proses penyaliban, karena injil sendiri meriwayatkan semua murid lari tunggang langgang saat Yesus ditangkap di Getsemani.: kemudian, bila Yesus masih hidup sebelum ditusuk tombak,apakah ia mati karena ditusuk tombak tersebut?...atau sesungguhnya "Yesus" juga masih hidup pada saat diturunkan oleh Yusuf? pertanyaan2 ini sangat penting dijawab oleh umat Kristen sedunia! mengingat peristiwa penyaliban dipenuhi oleh berbagai misteri dan kontradiksi yang tak terjawab, terlebih lagi diriwayatkan dalam injil oleh mereka yang tidak menyaksikan langsung(entah itu para murid atau bahkan para murid) maka sesungguhnya tidak ada dasar dan pegangan yang kuat untuk meyakini bahwa Yesus telah mati disalib! karena itu gugurlah salah satu tonggak dasar terpenting keimanan Kristen. dengan begitu, keguguran kisah penyaliban berbanding lurus dengan runtuhnya pula doktrin penebusan dosa yang menghendaki matinya Yesus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia agar semua umat Kristen yang mengakui Yesus masuk ke surga seluruhnya!namun,bukankah umat Kristen yakin dan percaya buta kalau mereka semua akan masuk surga karena telah ditebus oleh kematian "Yesus" di palang salib?: maka,Perhatikanlah! : Firman Allah: : "Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (QS. Al-Baqarah 111) : mengenai segala misteri yang menyelubungi kisah penyaliban yang dipercayai umat Kristen sebagai penebusan dosa mereka oleh Yesus, Allah SWT telah menjawabnya dengan amat jelas, : Firman Allah: : "Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,'Isa putra Maryam, Rasul Allah",padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. (QS 4:157) : Maha benar Allah dengan segala firmanNya. : jelaslah bahwa mereka-dalam hal ini umat Kristen-tidak memiliki bukti apa-apa tentang penyaliban Yesus yang mereka yakini untuk menebus dosa-dosa mereka.lalu mengapa mereka masih berpaling dan mendustakan ayat-ayat Allah yang Mulia,yang telah memberikan solusi yang jelas terhadap semua kerancuan den kebingungan mereka dalam semua iman Kristen? : Firman Allah:: "Hai Ahli Kitab marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah, jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah)" (QS. Ali Imran 64) : semoga kebenaran dapat membukakan hati dan fikiran kita semua, Amien. APAKAH ASAL-USUL PERAYAAN NATAL?????????Verifikasi asal usul perayaan Natal 25 Desember: =========: bila kita bertanya pada umat Kristen, apa yang mereka rayakan pada tanggal 25 Desember? serempak mereka akan menjawab"Natal!": tanyakan pada mereka apa makna dari perayaan Natal?mereka akan menjawab"memperingati hari kelahiran Kristus sang penebus dosa kedunia": hal tersebutlah yang diyakini hampir seluruh umat Kristen sebagai dasar perayaan Natal pada 25 Desember. tapi marilah kita uji, apakah benar bahwa Yesus dilahirkan 25 Desember, apakah benar bahwa tanggal 25 desember sejak dulu memang untuk merayakan hari kelahiran Yesus? : marilah kita uji bersama-sama.untuk itu perlu saya kutipkan mengenai sejarah perayaan Natal dari sumber-sumber Kristen sendiri, yang pertama adalah sbb: : (Sejarah tanggal hariraya Natal) : Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, kebiasaan ini baru mulai dalam abad ke IV, sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena Gereja tidak tahu dengan pasti bilamana pada hari dan tahun berapa Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data tentang hal itu. Dalam Lukas 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8), itu berarti bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November. : Klemens dari Alexandria mengejek orang-orang yang berusaha menghitung & menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad-abad pertama hidup kerohanian anggota-anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahunnya umumnya - terutama oleh Origenes - dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir : orang-orang seperti Firau & Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian : orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya. : Tetapi di sebelah Timur (=Eropa Timur) orang telah sejak dahulu memikirkan mujizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan-tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan "Pesta Epiphania" (=Pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epiphania ialah munculnya Yesus - sebagai Anak Allah - pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan (= Gereja di seluruh Eropa) bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epiphania, tetapi terutama kelahiranNya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini Gereja - pada permulaan abad ke-IV - merayakan pesta Epiphania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran & pesta baptisan Yesus. : Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab & puji-pujian (=nyanyian). Ephraim dari Syria menganggap Epiphania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan : "Malam perayaan Epiphania ialah malam yang membawa damai-sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, dimana seluruh dunia sedang berjaga-jaga?!" Pada malam perayaan Epiphania semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di guha Betlehem di mana Yesus - menurut kepercayaan orang - dilahirkan. : Di Roma perayaan Natal kemudian - antara tahun 325 & tahun 354 - beralih dari tanggal 6 Januari ke tanggal 25 Desember. Dalam agama kafir pada waktu itu tangal 25 Desember dirayakan sebagai pesta untuk menghormati dewa matahari. Kaisar Konstantin menghendaki, supaya agama Kristen menggunakan praktik-praktik keagamaan yang ada pada waktu itu. Sementara itu konsili Nicea (325) dengan kuat menggarisbawahi, bahwa Yesus sejak lahir-Nya adalah Anak Allah. Hal ini mendorong gereja untuk merayakan hari ulang tahun (= dies natalis) Yesus sebagai suatu pesta tersendiri, lepas dari pesta BaptisanNya. : Untuk itu gereja menggantikan pesta kafir - pesta dewa matahari - dengan "pesta Kristen" : "pesta Natal Yesus Kristus" sebagai terang dunia. Tetapi pengaruh pesta kafir ini lama sekali nampak dalam pesta Natal. Begitu rupa, sehingga Paus Leo - dalam abad ke-V - harus menasihatkan orang-orang Kristen pada waktu itu supaya mereka jangan merayakan pesta dewa matahari, tetapi Natal Yesus Kristus. : Dari Roma perayaan Natal pada tanggal 25 Desember disebarkan ke seluruh dunia. Juga ke Indonesia. Jadi yang kita rayakan (catatan pengutip: umat Kristiani maksudnya) pada tanggal 25 Desember bukanlah suatu tanggal histories, tetapi suatu fakta, yaitu fakta keselamatan dari kelahiran Yesus Kristus, Juru selamat dunia : dikutip dari : Buku Katekisasi Perjanjian Baru I,: Dr. J.L. Ch. Abineno : BPK Gunung Mulia - Jakarta, : tahun 1984.: Bab 3 Kelahiran Yesus ( = Natal II): Sejarah tanggal hariraya Natal: Halaman 14 - 16 : D.A (YBT):dengan bukti-bukti diatas maka jelaslah bahwa hari lahir Yesus tidak diketahui sampai saat ini dengan pasti, maka tidak tepat bila umat Kristen merayakan hari Natal setiap tanggal 25 Desember, terlebih perayaan pada tanggal 25 Desember diadopsi dari pesta agama kafir memperingati hari lahir dewa Mitra ,dewa Matahari.: perlu juga saya kutipkan kembali hasil diskusi saya dengan umat Kristen di forum diskusi paroki st-andreas mengenai masalah Natal: : tanggapan sdr.Hoho:(Kristen): : JAWABAN HOHO KE 1: : Salam sejahtera selalu untuk saudara: : Jawab :: : 1. Yesus lahir bukan di bulan Desember baca di alkitab sangat jelas Lukas 1:26-32. "1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, : 25 Desember dipersembahkan kepada Dewa Matahari oleh kaum kafir. Matahari, adalah sumber cahaya dan terang bagi dunia. Maka karena Yesus dianggap dan diimani sebagai terang itu sendiri, maka pantaslah Yesus menggantikan Dewa Matahari yang dipuja itu sebagai sumber terang dan cahaya yang sejati. Jadi tidak ada masalah toh... Justru dengan demikian terdapat refleksi teologis yang lebih dalam dan bermakna. : : tanggapan saudara Martin:: Shallom, :tentang kapan Tuhan Yesus lahir, memang tidak perlu ditutup-tutupi jika itu bukan tanggal yang aslinya. Namun, jika misalnya saya ingin merayakan tanggal 29 Februari, ya tidak ada yang melarang, dan tidak akan mengurangi makna Natal itu SAMA SEKALI bagi saya. Hanya saja saya senang untuk merayakannya bersama saudara-saudara seiman yang lain di seluruh dunia dengan bersama-sama, dan kami mencoba mencari kesepakatan tanggal dan diambillah tanggal 25 Desember. Gitu kronologi ceritanya (hm..hm..kayak saya saja yang buat tanggal 25 Desember itu). Dan kalau kita lihat, kita tidak bisa dapatkan tanggal lahirnya Yesus Kristus di Alkitab: =====: kemudian yang paling baru adalah diskusi saya dengan Yacinta di forum yang sama dan jawaban yang diberikannya juga tidak jauh berbeda dengan rekan-rekannya sebelumnya.sebelumnya, Yacinta telah mengcopykan sebuah artikel panjang tentang sejarah Natal. : tanggapan D.A (YBT):: semua artikel-artikel panjang yang sudah susah-payah anda kutipkan hanya semakin mempertegas kenyataan yang sudah saya paparkan sebelumnya yaitu:: 1.HARI LAHIR YESUS YANG SEJATI TIDAK DIKETAHUI: 2.PERAYAAN NATAL PADA TANGGAL 25 DESEMBER ADALAH HASIL ADOPSI DARI HARI LAHIR DEWA MITRA,DEWA BANGSA KAFIR. : untuk lebih jelasnya saya lampirkan lagi INTI dari kutipan2 artikel anda diatas!: ============: copy artikel yacinta : Orang-orang kafir pada hari tersebut memberikan pujaan khusus kepada dewa Mithra untuk merayakan kelahiran matahari yang kasat mata., ilahi (= Dies Natalis Solis Invicti). Bukti dari ibadat kafir ini bisa ditunjukan pada masa pemerintahan kaisar Aurelianus. Ia mengumumkan pada tahun 274 bahwa 25 Desember adalah hari penghormatan khusus untuk Dewa matahari. Pada tanggal tersebut orang-orang Roma secara khusus memberi penghormatan kepada Dewa Saturnus, dewa pertanian dan datangnya matahari: ===========: YBT:PERHATIKAN!: ==========: copy Yacinta:: Orang-orang Nasrani kala itu mengambil upacara tersebut. yang dipuja tidak lagi matahari atau dewa pertanian tetapi Yesus. Inkulturasi ini sekaligus juga "counter culture" terhadap kultus kafir pada Dewa Matahari di Roma. Orang Kristiani secara sadar-sengaja mengganti pusat pemujaan dengan matahari baru: Yesus. Matahari sejati yang membawa fajar baru untuk dunia gelap bangsa manusia. Usaha ini banyak didukung oleh Kaisar Konstantin yang kala itu masih kafir. Ia sendiri dibaptis pada tahun 312.: ==============: YBT: PERHATIKAN!: ================: copy Yacinta:: PERAYAAN DEWA MATAHARI? : Pada tahun AD-274 di Roma tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiran: Matahari karena diakhir musim salju tanggal itu Matahari mulai kembali: penampakan sinarnya dengan kuat. Lalu bagaimana sikap umat Kristen: menghadapi perayaan kafir ini? Umumnya umat Kristen yang hidup dengan benar: memang tidak merayakan hari Matahari ini dan meninggalkannya, tetapi harus: diakui bahwa masih ada sebagian umat yang belum benar-benar meninggalkan: tradisi kekafirannya dan merayakan hari perayaan dewa Matahari itu. Lalu: bagaimana sikap pemimpin gereja menghadapi hal ini? : Adanya fakta bahwa sukar bagi orang Roma yang baru bertobat menjadi Kristen: meninggalkan perayaan itu disebabkan karena ketika kaisar Konstantin menjadi: Kristen, maka umumnya orang Roma ikut-ikutan menjadi Kristen statistik tanpa: mereka meninggalkan ritus kekafiran semula. Hal ini menyebabkan para: pemimpin gereja waktu itu berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka akan: perayaan itu menjadi perayaan Matahari Kebenaran yang kemudian menggantinya: menjadi Natal dan meresmikannya di Roma tahun 336, dan menjadikan tanggal 25: Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Hal ini diperkenalkan: oleh Kaisar Konstantin yang memilih tanggal itu sebagai pengganti tanggal: 5-6 Januari. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375: dan pada tahun 380 dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria: dan kemudian di tempat-tempat lain dimana kekristenan sudah menanamkan: akarnya. : Dari data sejarah itu dapatlah diketahui bahwa Natal bukanlah dimulai: sebagai 'hari Matahari' karena semula diadakan pada tanggal 5-6 Januari,: tetapi yang benar adalah usaha dari pemimpin gereja Barat (Roma) untuk: mengubah tanggal itu menjadi tanggal 25 Desember untuk mengalihkan perhatian: umat Kristen dari kepercayaan lama menuju kelahiran Kristus. Pada saat yang: sama orang-orang kafir yang tidak bertobat masih tetap merayakan tanggal 25: Desember sebagai hari Matahari, dan selanjutnya praktek perayaan Natal umat: Kristen tidak ada sangkut pautnya dengan perayaan Matahari sekalipun harus: diakui bahwa di kalangan orang Kristen Roma waktu itu tentu masih ada yang: merayakannya keduanya bersamaan secara sinkretistik. Orang-orang Kristen: kemudian, apalagi yang tidak terikat budaya Roma, tidak ada yang punya kesan: tentang perayaan Matahari.: =================== : komentar saya (YBT):walaupun ada penegasan bahwa semula natal dirayakan tanggal 5-6 Januari, tetap saja tanggal 5-6 januari tidak dapat dibuktikan yesus lahir pada tanggal tersebut, jadi tetap saja umat kristen yang merayakan natal pada tgl 5-6 januari saat itu merayakan sesuatu yang tidak memiliki dasar APAPUN! : berbagai artikel dan tanggapan umat Kristen diatas telah memberikan bukti-bukti nyata terhadap kesalahan umat Kristen yang merayakan hari lahir Yesus pada 25 Desember.: Kesimpulan:: 1.HARI LAHIR YESUS YANG SEJATI TIDAK DIKETAHUI: 2.PERAYAAN NATAL PADA TANGGAL 25 DESEMBER ADALAH HASIL ADOPSI DARI HARI LAHIR DEWA MITRA,DEWA BANGSA KAFIR: dengan demikian runtuh dan gugur sudah Hari raya umat Kristen,Natal pada 25 Desember. karena jelas, bahwa Yesus tidak lahir pada hari itu,dan sampai saat ini hari lahirnya sendiri tidak diketahui. sehingga yang dirayakan oleh umat Kristen setiap tanggal 25 Desember, tak lebih sekedar meneruskan pesta tradisi bangsa Kafir sebagai kosmetik religius bagi keuntungan sistem ekonomi kapitalistik. maka dengan demikian, sesungguhnya umat Kristen tidak memiliki hari raya apapun! : end of part 6: ======: KONKLUSI HASIL PENGUJIAN SELURUH DASAR/POKOK/FONDASI IMAN KRISTEN:: konklusi dari hasil pengujian keseluruhan dasar/pokok/fondasi iman Kristen adalah sbb:: 1.Doktrin Trinitas/Tritunggal?------------->(GUGUR): 2.Kisah Penyaliban (Crucifixion)?---------->(GUGUR): 3.Kisah Kebangkitan (Ressurection)?-------->(GUGUR): 4.Kisah kenaikan (Ascencion)?--------------->(GUGUR): 5.Injil sebagai Kitab suci dan Firman Tuhan?---->(GUGUR)dengan demikian, maka bangunan iman Kristen sudah runtuh seluruhnya dan tak memiliki dasar apapun. sehingga apalagi yang mau ditwarkan oleh agama Kristen pada kita? apa lagi yang hendak dijual dan disodorkan oleh para Misionaris pada kita?apa lagi yang hendak dikhotbahkan para pendeta,pastor pada kita?ibarat rumah, maka rumah iman Kristen itu sudah porak poranda, tanpa tiang penyangga,tanpa lantai sehingga melesak ke dalam tanah,tanpa atap untuk bernaung. rumah seperti itukah yang hendak ditawarkan kepada kita umat Islam?...rumah seperti itukah yang dijadikan tempat bernaung umat Kristen selama ini?bukankah Allah sudah menjelaskan dan menwarkan semua solusinya dalam Al-Qur'an:?: : "Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam" (QS. Ali Imran:19) : "Barangsiapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi."(Ali Imran:85): Firman Allah: : "Hai Ahli Kitab marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah, jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada (kepada Allah)" (QS. Ali Imran 64) : Firman Allah:: "Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Al-Maa'idah : 74) : Saudaraku Muslimin/Muslimat , tetaplah teguh dalam Islam, jangan pernah meninggalkan dan menelantarkan nikmat Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai Allah pada kita. bagi saudara-saudaraku yang sedang bimbang tanpa pegangan atau bahkan yang sudah terperangkap jerat bujuk rayu Misionaris Kristen, dan juga untuk teman,rekan dan kawanku ku yang beragama Kristen baik yang aktif sebagai misionaris maupun tidak,. sadarlah, bahwa kalian sedang menelantarkan tempat bernaung danberlindung paling indah,suci,dan agung karunia Allah SWT, sementara iming-iming iman Kristen sudah jelas adalah bangunan porak poranda tak bertiang dan tak berdasar juga tak beratap. : bagi rekan-rekan,khususnya yang beragama Kristen,renungilah sejenak ayat Al-Qur'an berikut: Firman Allah:: "Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat....(QS. Al-Baqarah 256) : Ikhwan/Akhwat Muslimim/Muslimat yang saya cintai, Insya Allah, rangkuman tulisan ini cukup memadai untuk dijadikan bekal melawan propaganda misionaris Kristen, karena sekali lagi yang paling penting dari studi perbandingan agama-dalam hal ini-Kristen, adalah dengan langsung melakukan pengujian terhadap hal-hal mendasar yang dijadikan fondasi iman mereka, kita telah sama-sama mengkaji dan membuktikan bahwa seluruh dasar iman Kristen terbukti telah runtuh dan gugur sehingga tidak perlu lagi bagi kita membahas hal remeh temeh lain yang hanya akan membuang waktu kita yangberharga, seperti membahas : apakah benar patung bunda Maria menangis darah, apakah benar Yesus menampakkan diri di Kramat, apakah benar bahwa kain kafan Turin itu asli,dsb,dsb,...cukup sodorkanlah bukti kebobrokan seluruh dasar iman mereka, Insya Allah, mereka tidak punya senjatata apa-apa lagi untuk menyerang aqidah kita, mereka tidak punya bahan propaganda lagi untuk dijual dan ditawarkan pada kita.

contoh Pemurtadan dengan lembaran2 yang menyesatkan

Kita bersyukur kepada Allah SWT bahwa atas kasih karunia dan berkatNya bangsa Indonesia dapat melenyapkan penjajahan dari muka bumi Nusantara ini dan menyatakan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 Masehi.
Pada waktu teks Proklamasi Kemerdekaan dibuat dan dibacakan, tahun yg dicantumkan dalam teks asli Proklamasi tsb bukan mencantumkan tahun Masehi, tapi mencantumkan tahun almanak Jepang, yaitu 05. Namun dengan mengingat bahwa tahun almanak yg dianut oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia adalah tahun Masehi, maka walaupun teks aslinya menyebutkan tahun Jepang, tetapi penyampaiannya ke seluruh dunia mempergunakan tahun Masehi, yaitu tahun 1945. Kata Masehi sendiri berasal dari kata Almasih Isa Putra Maryam, yaitu yg disamakan dengan Mesias atau Juruselamat.
Penggunaan tahun Masehi dimulai dan dihitung sejak Isa AS dilahirkan di dunia ini. Bangsa Indonesia mempergunakan penanggalan almanak dengan tahun Masehi ini jika ditinjau dari sudut pangdangan agama sungguh beralasan karena bangsa Indonesia adalah penganut agama tauhid yg percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bahkan salah satu ayat Al Qur'an (Surat 3 Aali Imraan ayat 45) menyebutkan bahwa Isa Putra Maryam adalah seorang yg terkemuka di dunia dan di akhirat. Terkemuka di dunia dan di akhirat bagi Isa AS berarti mempunyai kedudukan yg paling tinggi dan paling berkuasa di dunia dan akhirat. (Ingat, bahasa Indonesia ter- berarti adalah paling ).
Oleh sebab itu hampir seluruh bangsa di dunia menggunakan almanak tahun Masehi sejak bangsa-bangsa di dunia mengakui keberadaan Isa AS sampai sekarang. Demikian pula halnya dengan bangsa Indonesia yg telah mengakui dan menerima keberadaan Isa AS tsb sehingga juga menggunakan almanak tahun Masehi sejak bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Walaupun secara resmi keberadaan Isa AS diakui oleh bangsa Indonesia dengan cara menggunakan sepenuhnya penanggalan almanak tahun Masehi, tetapi mungkin masih banyak diantara mereka yg belum mengetahui secara tepat siapa sebenarnya Isa AS dari sudut pandang Islam yg terdapat di dalam kitab Al Qur'an dan Hadits Shahih yg ada antara lain Kitab Hadits Shahih Bukhari.
Untuk melengkapi penyusunan penulisan ini dan untuk mendapat kebenaran yg hakiki mengenai siapa sebenarnya Isa AS tersebut, maka kami hanya mengambil bahan-bahan dari Kitab Al Qur'an dan Kitab Hadits Shahih Bukhari dengan selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Ia memberkati setiap amal perbuatan yg baik mengingat tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjadikan pelita bagi yg belum mengenal Isa AS dari sudut pandangan Islam, walaupun setiap harinya hidup berkecimpung dengan menggunakan almanak tahun Masehi.

Semoga penulisan ini bermanfaat bagi yg membacanya dan kepada Allah SWT pulalah segala sesuatunya kami kembalikan.

Penyusun
BAB I
AL QUR'AN, KITAB SUCI AGAMA ISLAM

Kitab suci agama Islam adalah kitab Al Qur'an, yg sering disebut Al Qur'anul Karim. Isi dari Al Qur'an menguraikan masalah pokok secara garis besar dan tidak mencakup semua masalah yg timbul kemudian, karena masalah2 tsb selalu akan timbul selama ada kehidupan dan setiap masalah yg timbul sering berlainan dengan masalah sebelumnya sesuai dengan tingkat kemajuan dalam segala lapangan kehidupan. Tentu saja akan selalu ada masalah baru yg akan timbul yg belum pernah terjadi pada zaman Muhammad SAW. Maka untuk masalah baru ini, adalah tugas bagi setiap ulama Islam untuk menentukan suatu hukum yg baru dengan tetap berpegang pada Al Qur'an dan Hadits-hadits Shahih yg ada.
Pada waktu nabi Muhammad SAW masih hidup (tahun 571-632 Masehi), maka Al Qur'an masih terdiri atas ayat-ayat hafalan yg diingat oleh pengikut2 Muhammad SAW, disamping ayat2 yg berupa wahyu yg ditulis di pelbagai bahan-bahan yg tersebar di mana-mana seperti tulisan pada pelepah kurma, batu-batu, tanah liat, tulang unta, kulit kambing dan bahan-bahan lainnya yg dapat ditulis.
Setelah Muhammad SAW wafat pada tanggal 8 Juni 632 Masehi bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal tahun 12 Hijrah, maka para sahabat nabi baik dari kaum Anshar maupun dari kaum Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi khalifah.
Pada awal kepemimpinan Abu Bakar banyak orang-orang yg tidak lagi patuh pada ajaran-ajaran yg disiarkan oleh Muhammad SAW bahkan sebagian lagi melepaskan diri sebagai muslim dan seolah-olah mendirikan agama baru. Dalam menghadapi situasi ini Abu Bakar bertindak tegas terhadap orang-orang yg menyeleweng tsb, sehingga terjadilah peperangan yg hebat untuk menumpas mereka dan pengikut orang-orang mengaku dirinya sebagai nabi. Diantara peperangan itu yg terkenal adalah 'Perang Jamamah'. Tentara muslim yg ikut dalam peperangan ini kebanyakan terdiri dari para sahabat nabi dan penghafal-penghafal ayat-ayat Al Qur'an. Dalam peperangan itu telah gugur sekitar 70 orang penghafal ayat Al Qur'an. Bahkan sebelum itu pada masa Muhammad SAW telah gugur sekitar 70 orang lebih dalam suatu pertempuran di sumur Ma'unah dekat kota Madinah. Dengan makin banyaknya penghafal-penghafal ayat Al Qur'an yg telah gugur dalam peperangan, maka Umar bin Khattab menjadi sangat kuatir karena penghafal ayat Al Qur'an jumlahnya makin sedikit dan yg hidup juga tinggal sedikit.
Sementara itu, kaum Muslimin yg kedudukannya terpencar-pencar memiliki naskah ayat-ayat Al Qur'an yg susunan surat-suratnya masing-masing berlainan dan susunan ayat-ayat dan surat-suratnya tidak sama. Bahkan terdapat pula perbedaan-perbedaan ejaan diantara mereka. Adanya perbedaan-perbedaan ini menimbulkan perselisihan dan perpecahan diantara kaum muslim karena masing-masing menganggap naskah miliknya yg benar.

Keadaan ini semakin membahayakan karena timbulnya pertikaian-pertikaian diantara mereka sendiri justru pada waktu mereka berada dalam pertempuran menghadapi musuh-musuh Islam. Keadaan ini disadari oleh Khalifah Utsman bin Affan (tahun 644-656 Masehi) sehingga dibentuk lagi suatu panitia yg terdiri dari Zaid bin Tsabit sebagai ketua, dan anggota lainnya adalah Abdullah bin Zubair, Za'id bin Ash dan Abdur Rahman bin Harits bin Hasyam. Tugas panitia ini adalah menghimpun dan membukukan ayat-ayat Al Qur'an yg tersebar di mana-mana. Di dalam pelaksanaan tugas panitia ini, Khalifah Utsman bin Affan menasehatkan agar mengambil pedoman pada kaum Quraisy. Mereka dikerjakan oleh panitia sebagaimana yg ditugaskan kepada mereka dan setelah tugas itu selesai maka Al Qur'an yg telah dibukukan itu dinamai dengan Al Mushhaf yg oleh panitia dituliskan sebanyak lima buah "Al Mushhaf", empat buah diantaranya dikirim ke Mekkah, Syria, Bsrah dan Kufah agar di tempat itu disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah untuk Utsman bin Affan dan itulah yg dinamakan Mushhaf Al Iman.
Dari Mushhaf yg ditulis dari Utsman bin Affan inilah kaum muslimin di seluruh pelosok menyalin Al Qur'an ini. Demikianlah adanya setelah lebih dari lima belas tahun wafatnya Muhammad SAW barulah dapat diwujudkan kitab Al Qur'an yg menjadi pedoman bagi kaum muslimin sehingga tidak akan ada lagi timbul pertentangan-pertentangan dalam susunan ayat-ayatnya dan ejaannya. Kemudian pembagian-pembagian Al Qur'an disempurnakan lagi dan pada tahun 1337 Hijrah, atas dasar pembagian yg disempurnakan tersebut Al Qur'an dicetak oleh percetakan Amiriyah milik pemerintah Mesir di bawah pengawasan para guru besar Al Azhar. Sejak tahun tsb Al Qur'an tidak diubah-ubah lagi yaitu Al Qur'an terdiri dari 114 surat dan 6666 ayat. Untuk selanjutnya maka Al Qur'an ini merupakan pegangan bagi kehidupan pemilik agama Islam.

I.1 ARTI KATA QUR’AN
Qur’an berarti ‘bacaan’, berasal dari kata Arab ‘Qaraa’. Kata ‘Qaraa’ ini kemudian berkembang menjadi Qur’an dan dipakai untuk ‘Al Qur’an’ yg dikenal sekarang. Pengertian Al Qur’an adalah Kalam Allah SWT yg merupakan kumpulan dari seluruh wahyu yg diterima oleh Muhammad SAW.

I.2 MAKSUD DARI AL QUR’AN
Pada waktu Muhammad dilahirkan di Mekkah pada 20 April 571 Masehi, atau 12 Rabiulawal tahun Gajah, maka sebagian besar bangsa Arab masih menyembah patung-patung dan batu-batu berhala dan menyembelih hewan-hewan korban dihadapan patung-patung itu untuk dimuliakannya. Mereka pada umumnya tenggelam dalam kemusyrikan dan dalam kehidupan yg terpecah-belah serta saling bermusuhan.
Disamping adanya penyembahan patung-patung berhala, ternyata banyak pula bangsa Arab yg telah menjadi pemeluk agama Kristen atau condong ke arah agama Kristen. Pemeluk agama Kristen bukan saja terdapat di tingkat lapisan masyarakat bawah, tetapi juga terdapat di tingkat lapisan masyarakat menengah maupun atas, seperti Waraqah bin Naufal yg satu keturunan dengan Muhammad SAW.
Selain daripada itu, adapula orang-orang Arab yg telah menjadi pemeluk agama Yahudi yg sebagian besar tinggal di daerah Yastrib (Madinah) dengan kepala sukunya yg bernama Ka’ab bin Asyraf.
Walaupun diantara bangsa Arab telah ada yg memeluk agama Kristen dan Yahudi, yaitu agama yg tauhid yg percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tapi banyak pula diantara mereka yg tetap melakukan penyembahan berhala pada patung-patung karena terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Keadaan bangsa Arab pada masa ini disebut sebagai zaman Jahiliyah.
Untuk membawa bangsa Arab keluar dari zaman Jahiliyah inilah maka Nabi Muhammad SAW terpanggil untuk memberi peringatan kepada orang-orang Arab yg melakukan penyembahan-penyembahan berhala, kepada orang-orang Arab yg sudah memeluk agama Tauhid (Kristen dan Yahudi) tetapi masih melakukan penyembahan berhala pula.
Tugas panggilan Nabi Muhammad ini tertuang dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

I.2.1 Muhammad SAW, seorang pemberi peringatan dan pembawa berita.

Surat 11 Huud ayat 12 (dikutip sebagian):
“ Sesungguhnya, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan. Dan Allah pemelihara segala sesuatu”.

Surat 5 Al Maa’idah ayat 19 (dikutip sebagian):
“Sesungguhnya telah datang kepadamu, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”.

Surat 7 Al Araaf ayat 63 :
“Dan apakah kamu merasa heran karena datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan supaya kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat.

Surat 7 Al A’raaf ayat 188 :
“ Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yg beriman”.

Surat 35 Faathir ayat 23 :
“ Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan”

Dan masih banyak ayat-ayat lainnya di dalam Al Qur’an yg menjelaskan hal ini (antara lain Surat 10 Yunus ayat2, Surat 33 Al Ahzaab ayat 45, Surat 67 Al Mulk ayat 26, dll ).

I.2.2 Tugas Muhammad SAW ialah menyampaikan risalah.

Surat 13 Ar Rad, du ayat 40 :
“ Dan jika Kami tunjukkan kepada engkau sebagian dari yang Kami janjikan kepada mereka, atau Kami matikan engkau, maka hanya sesungguhnya kewajibanmu menyampaikan, dan kewajiban Kami menghitungnya”.

Surat 42 Asy Syu’araa ayat 48 (dikutip sebagian):
“ Tidak ada kewajiban atas engkau melainkan menyampaikan (Risalah)”.




Dari kedua pokok penjelasan di atas, jelas bahwa Muhammad SAW terpanggil untuk memberi peringatan kepada orang-orang Arab agar mereka tidak menyembah berhala kecuali hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya Allah SWT yg harus disembah dan dianggap sebagai penolong dan pelindung bagi orang-orang saleh sebagaimana tertulis di dalam kita Taurat dan Injil yg telah dimiliki oleh sebagian orang-orang Arab yg memeluk agama Tauhid (Kristen dan Yahudi) tetapi tidak bisa meninggalkan kebiasaan lamanya untuk menyembah berhala. Hal ini tertuang dalam ayat-ayat Al Qur’an yg menjadi saksi atas Alkitab (Taurat dan Injil).

I.2.3 Al Qur’an membenarkan berlakunya Taurat dan Injil.

Surat 3 Aali Imraan ayat 81 :
Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian para Nabi, “Sesungguhnya apa saja yang Aku berikan kepada kamu berupa Kitab dan Hikmah, kemudian datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa-apa yang ada pada kamu (Taurat dan Injil), (hendaknya) kamu sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”.

Surat 4 An Nisaa ayat 136:
“Hai orang-orang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan (beriman kepada) Kitab (Injil) yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan Kitab (Taurat) yang diturunkan sebelumnya. Dan barangsiapa yang ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yg jauh.

Surat 46 Al Ahqaaf ayat 30:
Mereka berkata “Hai kaum kami”. Sesungguhnya kami telah mendengar (Injil) yang diturunkan sesudah Musa, yang membenarkan kitab sebelumnya (Taurat), yang memberikan petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

I.2.4 Al Qur’an membenarkan dan menjadi saksi atas Alkitab.

Surat 5 Al Maa’idah ayat 48 (dikutip sebagian):
Dan Kami telah menurunkan kitab dengan kebenaran apa yang sebelumnya dari Alkitab dan menjadi kesaksian atasnya.

Dengan demikian, jelaslah bahwa Al Qur’an diturunkan untuk memberi kabar gembira dan peringatan kepada semua orang agar kembali kepada jalan Allah yang tauhid, dengan mempelajari isi dari Alkitab (Taurat dan Injil) tersebut.
Dengan demikian, adalah kewajiban bagi setiap muslim dan semua orang yang beriman kepada Allah untuk membaca dan mempelajari Alkitab (Taurat dan Injil), agar supaya mereka tidak menjadi ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, dan akhirnya menjadi sesat dengan kesesatan yg jauh

I.3 AL QUR’AN ADALAH BAGIAN DARI ALKITAB
Di dalam Al Qur’an banyak dikemukakan mengenai nabi-nabi dimulai dengan nabi pertama, yaitu nabi Adam, dan Siti Hawa sampai kepada nabi-nabi penting lainnya seperti nabi Nuh AS, nabi Isa AS, dan banyak lagi nabi-nabi lainnya.
Mengapa kisah Nabi-nabi yg disebut di dalam Al Qur’an disebutkan kembali padahal kisah-kisah tersebut juga telah disebutkan sebelumnya di dalam Alkitab ???
Jawabannya adalah dikarenakan bahwa Al Qur’an adalah bagian dari Alkitab, seperti tertuang dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

I.3.1 Al Qur’an adalah bagian dari Alkitab yang berada dalam induk Alkitab yang memberi penjelasan.

Surat 43 Az Zukhruf ayat 4 :
Dan sesungguhnya Al Qur’an dalam induk Alkitab yang disisi Kami adalah tinggi dan penuh hikmat.

Surat 26 Asy Syu’ahaa ayat 196 :
Dan sesungguhnya Al Qur’an tersebut di dalam kitab-kitab yang terdahulu (Taurat, Injil).

Surat 28 Al Qashash ayat 2 :
Inilah ayat-ayat Alkitab yang terang.

Karena Al Qur’an berada di dalam Alkitab yang merupakan bagian dari Alkitab, maka orang-orang yang ingin mempelajari dan memahami Al Qur’an dengan benar harus membaca dan memahami Alkitab, agar diperoleh pengetahuan dari ayat-ayat Al Qur’an dengan pengertian yang benar.
Dengan demikian, orang-orang yang ingin memahami kebenaran ayat-ayat Al Qur’an tersebut dengan membaca Alkitab termasuk orang-orang yang mengikuti petunjuk dan orang-orang tersebut tidak termasuk orang-orang yang sesat dan merugi sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al Qur’an sebagai berikut :

Surat 4 An Nisaa ayat 136 :
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya, dan kitab Injil yang diturunkan kepada Rasulnya, dan kitab Taurat yang diturunkan sebelumnya. Dan barangsiapa yang ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-rasulNya,, dan hari kemudian, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.

Surat 2 Al Baqarah ayat 121 :
Orang-orang yang telah Kami berikan Alkitab kepadanya, mereka membaca dengan bacaan yang sebenarnya mereka beriman kepadaNya. Dan barangsiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

\

Bahkan di dalam surat Al Maa-idah dinyatakan lebih tegas lagi bahwa jika kita tidak menurut Taurat dan Injil, maka tidak dipandang beragama.

Surat. 5 Al Maa-idah ayat 68
"Katakanlah: "Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu."
(Qul yaa ahlal kitaabi lastum 'alaa syai-in hattaa tukimut tauraata wal injiila wa ma unzila ilaikum mir rabbkum.)


































BAB II
ISA AS DI DALAM AL QUR'AN

Di dalam Al Qur’an, Isa AS ditempatkan pada kedudukan yang khusus, terhormat, dan agung, yang berbeda dengan kedudukan nabi-nabi lainnya. Disebutkan pula di dalam Al Qur’an bahwa Isa AS dilahirkan ke bumi bukan dari hasil perkawinan biologis diantara Maryam dengan seorang laki-laki, tetapi dilahirkan ke bumi dari Ruh Allah SWT sendiri, yang ditiupkan ke dalam rahim badan Maryam, seperti yang tertulis di dalam Al Qur’an sbb :

Surat 21 Al Anbiyaa ayat 21 :
Dan (ingatlah berita Maryam) yang memelihara kehormatan, maka Kami tiupkan kepadanya dari ruh Kami, dan Kami jadikan dia bersama putranya sebagai bukti (kekuasaan Allah) bagi semesta alam.

Surat 66 At Tahrim ayat 12 :
Dan Maryam putri Imran, yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan kedalam rahimnya sebagian daripada Ruh Kami, dan ia telah membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

Dari ayat-ayat di atas, berarti bahwa Isa AS bukanlah anak duniawi dari hasil perkawinan biologis antara maryam dengan seorang laki-laki, akan tetapi Isa AS adalah anak rohani yang dilahirkan dari Ruh Allah SWT sendiri. Seperti kita ketahui bersama bahwa semua manusia adalah terdiri dari tubuh jasmani dan rohani, tetapi Allah SWT adalah Allah rohani yang berupa Ruh.
Jika kemudian Isa AS lahir, maka dapat dipastikan bahwa ibu dari Isa AS adalah Maryam. Tetapi yang perlu diketahui kemudian adalah, “SIAPAKAH BAPA DARI ISA AS ???? “ Dengan sendirinya sesuai dengan penjelasan dari Al Qur’an, maka Bapa dari Isa AS adalah Allah SWT sendiri, yang telah meniupkan Ruh-Nya sendiri ke dalam rahim Maryam.
Kemudian timbul pertanyaan, bukankah hal ini bertentangan dengan ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan ???? seperti dikutip di bawah ini :

Surat 112 Al Ikhlash ayat 3 :
Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan.

Ayat tersebut jelas menunjukkan bahwa secara biologis Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Kelahiran Isa AS seperti dikutip pada Surat 21 Al Anbiyaa ayat 21 di atas adalah sebagai “BUKTI KEKUASAAN ALLAH” bagi semesta alam.

Surat 21 Al Anbiyaa ayat 21 :
Dan (ingatlah berita Maryam) yang memelihara kehormatan, maka Kami tiupkan kepadanya dari ruh Kami, dan Kami jadikan dia bersama putranya sebagai bukti (kekuasaan Allah) bagi semesta alam.
Hal ini lebih diperjelas lagi dengan ayat Al Qur’an berikut yang menjelaskan adanya kemungkinan bahwa Allah dapat mempunyai anak tanpa ada hubungan biologis sbb :

Surat 39 Az Zumar ayat 4 :
Sekiranya Allah hendak mengambil anak, niscaya Dia memilih diantara apa yang Dia ciptakan mana yang Dia kehendaki, Mahasuci Dia, Dialah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Dari ayat ini dapat diketahui bahwa jika Allah mengambil anak, maka caranya tidak sama dengan cara manusia memperoleh anak, yaitu secara biologis. Allah dapat mengambil anak dengan cara-Nya sendiri sesuai dengan keberadaanNya sebagai Allah semesta alam, dan Allah telah melakukannya dengan cara meniupkan Ruh-Nya ke dalam rahim Maryam, di dalam Isa AS.
Jadi dalam hal ini, Allah dapat berbuat apa saja yang Dia kehendaki karena Dia adalah Allah Maha segalanya, Allah semesta alam, yang tindakannya tidak akan mungkin dapat dimengerti oleh manusia sebagai ciptaanNya, sebagaimana tertuang di dalam Al Qur’an sbb :

Surat 6 Al An Aam ayat 102 :
Itulah Allah Tuhan kamu, tidak ada Tuhan selain Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia dan Dialah pemelihara segala sesuatu.

Surat 59 Al Hasyr ayat 23 :
Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, Penguasa, Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Pemberi Keamanan, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, yang memiliki segala keagungan, Maha Suci Allah daripada apa yang mereka persekutukan.

Setelah memahami ayat-ayat Al Qur’an tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah dari Isa AS adalah Allah SWT sendiri yang telah memberikan Ruh-Nya ke dalam rahim Maryam. Seperti kita ketahui bahwa Allah SWT itu adalah berbentuk Ruh, dan jika Ruh Allah menjelma menjadi manusia di dalam Isa AS, maka dapat dikatakan bahwa Allah SWT sendiri yang menjelma menjadi manusia. Sebutan Allah dan Anak Allah adalah untuk menggambarkan hubungan antara Isa AS sebagai manusia dengan Allah SWT sebagai Allah Ruh.











II.1 ISA AS ADALAH PERTANDA BAGI MANUSIA
Keberadaan Isa AS di dunia dalam pandangan Islam yang dituangkan dalam Al Qur’an ialah bahwa Allah ingin menunjukkan kepada ummat manusia bahwa Isa AS adalah pusat perhatian dan pusat panutan dengan mendapat rahmat dari Allah yang menjadi pertanda bagi manusia sebagaimana dituangkan dalam ayat-ayat berikut ini :

Surat 19 Maryam ayat 21 :
(Jibril) berkata “ Demikianlah Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagiKu”, Kami hendak menjadikanNya (Isa AS) sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan adalah urusan itu telah ditetapkan.


II.2 ISA AS MEMPUNYAI KEDUDUKAN YANG PALING TINGGI
Di dalam Al Qur’an, Isa AS tidak saja ditempatkan pada kedudukan khusus dan terhormat, tetapi juga secara tegas dijelaskan bahwa Isa AS, adalah orang yang dekat dengan Allah, dan seorang yg terkemuka di seluruh dunia dan di akhirat.

Surat 3 Ali Imran ayat 45 :
Ketika malaikat berkata : “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah dari padaNya, namanya Almasih Putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan adalah orang yang paling dekat dengan Allah.
(Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin)

Orang yang terkemuka di dunia artinya adalah orang yang paling tinggi kedudukannya di dunia, dapat pula disamakan dengan pemimpin seluruh dunia atau raja dunia. (Bandingkan dengan kata orang terkaya di dunia, maka ia adalah orang yang paling kaya di dunia !!!). Isa AS tidak saja terkemuka di dunia, tetapi juga terkemuka di akhirat atau yang paling tinggi kedudukannya di akhirat.
Selain itu juga Isa adalah orang yang paling dekat dengan Allah, karena Isa AS tidak lain dan tidak bukan adalah Allah sendiri melalui RuhNya yang menjelma menjadi manusia.
Menurut yg diketahui Al Qur’an, akhirat adalah sesuatu gaib dan tidak dapat ditangkap oleh panca indra. Yang dimaksud dengan akhirat di sini adalah kehidupan sesudah kehidupan dunia berakhir. Untuk urusan akhirat hanya Allah SWT yg mengetahui dan hanya Allah SWT yang menguasainya. Tidak ada yang lain sebagai penguasa dunia dan akhirat ini selain daripada Allah SWT sendiri.
Dengan menyatakan bahwa Isa AS adalah terkemuka di dunia dan akhirat, jelas sekali terlihat bahwa Al Qur’an menempatkan kedudukan Isa AS sangat istimewa, bersamaan dengan keberadaan Allah SWT sebagai penguasa dunia dan akhirat.
Apakah dengan demikian Allah membagi kekuasaannya dengan Isa AS. Jawabannya sekali-kali tidak. Sebab Allah SWT sebagai Allah yang berkuasa, yang adalah Allah yang berbentuk Ruh, dan Isa AS itu adalah Ruh Allah SWT sendiri.

Jadi tidak ada pembagian kekuasaan Allah di dunia dan akhirat, Hanya ada SATU ALLAH YANG MAHA ESA di dunia dan akhirat ini. Jadi Isa AS adalah Allah SWT sendiri yang menjelma menjadi manusia, seperti dijelaskan dalam ayat Al Qur’an berikut ini :

Surat 19 Maryam ayat 17 :
...Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka Ia menjelma dihadapanNYA menjadi manusia yang sempurna."
(...arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.)


II.3 ISA AS ADALAH MUSLIM / ISLAM.
Semua agama yang dibawa oleh nabi-nabi atau rasul-rasul terdahulu adalah agama tauhid, yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebutan atau istilah yang diberikan kepada pemeluk agama tauhid ini adalah Muslim atau Islam.
Demikian pula halnya dengan agama yg dibawakan oleh nabi Ibrahim AS, nabi Musa AS, nabi Isa AS, nabi Muhammad SAW dan nabi-nabi lainnya adalah agama Islam. Istilah Muslim atau Islam atau Aslim berarti penyerahan sepenuhnya kepada Allah SWT sebagai mana yang tertuang di dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

Surat 2 Al Baqarah ayat 128 (dikutip sebagian):
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua ini (Ibrahim dan Ismail) seorang Muslim kepadaMu, dan diantara anak cucu kami umat yang Muslim kepadaMu.

Surat 2 Al Baqarah ayat 131 :
(Ingatlah) ketika Tuhannya berfirman kepadanya “Islamlah”. Ibrahim menjawab “Saya telah Islam kepada Tuhan semesta alam”.

Surat 27 An Naml ayat 91 :
Sesungguhnya aku hanya diperintahkan menyembah Tuhan (yang mempunyai ) negeri ini yang Dia telah mensucikan dan kepunyaanNyalah segala sesuatu. Dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Muslim).












II.4 ISA AS DIBEDAKAN DARI NABI-NABI LAINNYA.

II.4.1 Hanya Isa AS yang lahir atas firman Allah

Nabi-nabi lainnya dilahirkan ke dunia dari hasil perkawinan biologis antara ayah dan ibunya yang melahirkannya ke dunia. Sedangkan Isa AS adalah satu-satunya nabi yang dilahirkan atas Kalimah / Firman Allah yang disampaikan kepada Maryam dengan Ruh Allah SWT sendiri.

Surat 4 An Nisaa ayat 171 :
Hanya sesungguhnya Almasih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah, dan dengan KalimahNya yang disampaikan kepada Maryam, dan Ruh daripadaNya.
(Inamal Masihu 'isabnu Maryama rasulullahi wa kalimatuhu)

Hadits Anas bin Malik hal 72 :
Isa As. adalah Roh Allah dan kalimatNya.
(Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu)

Kelahiran nabi lainnya dianggap sebagai kelahiran manusia biasa pada umumnya. Kelahiran Isa AS kejadiannya diperumpamakan sama dengan kejadian nabi Adam AS. Hal ini disebabkan karena kedua-duanya dilahirkan bukan dari hasil perkawinan biologis antara laki-laki dan perempuan.
Isa AS lahir sebagai anak rohani yang merupakan Ruh Allah SWT sendiri, sedangkan nabi Adam AS diciptakan oleh Allah SWT dari tanah menjadi manusia pertama di dunia. Hal ini dapat dilihat pada ayat Al Qur’an berikut ini :

Surat 3 Aali Imran ayat 59 :
Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya “Jadilah”, maka jadilah dia.

II.4.2 Hanya Isa AS yang langsung berfirman.
Nabi-nabi lainnya menerima wahyu dari malaikat setelah mereka dewasa, melalui malaikat Jibril. Sedangkan Isa AS tidak menerima wahyu, tetapi Isa AS langsung berbicara mengucapkan perintah / firman Allah sejak dari bayi, sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

Surat 19 Maryam ayat 29-32 :
Maka Maryam mengisyaratkan kepada anaknya. Mereka berkata “Bagaimana kami berbicara dengan bayi yang masih dalam buaian ?? (Bayi) berkata “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku Kitab dan dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. Dan dia memerintahkan aku salat dan zakat selama aku hidup dan berbuat baik kepada ibuku dan dia tidak akan menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”.
Surat 5 Al Maa’idah ayat 110 :
(Ingatlah) ketika Allah berfirman “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmatKu kepadamu dan kepada ibumu ketika Aku menguatkan engkau dengan Ruhul Kudus, engkau dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa, dan ingat pula ketika Aku mengajar engkau Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.


II.4.3 Hanya Isa AS yang diperkuat dengan Ruhul Kudus.

Surat 2 Al Baqarah ayat 87 :
Dan sungguh Kami telah mendatangkan Alkitab (Taurat) pada Musa dan Kami susulkan sesudahnya dengan rasul-rasul dan Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjijat) kepada Isa putra Maryam, dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Kudus.

Surat 2 Al Baqarah ayat 253 :
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari yang lain diantara mereka ada yang Allah berkata-kata (kepadaNya) dan dia ditinggikan derajat sebagian daripada mereka. Dan Kami berikan Isa putra Maryam beberapa keterangan (mukjizat) serta Kami perkuat dengan Ruhul Kudus.

II.4.4 Hanya Isa AS yang dapat menciptakan makluk hidup dan menghidupkan orang mati.

Nabi-nabi lainnya diberkati mukjizat ala khadarnya oleh Allah SWT, tetapi Isa AS diberikati mukjizat secara luar biasa yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi lainnya, misalnya menyembuhkan orang sakit, memelekkan orang buta, menghidupkan kembali orang yang sudah meninggal, dan bahkan menciptakan makluk hidup.


Surat 3 Aali Imraan ayat 49 :
Sesungguhnya aku (Isa AS) datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya maka ia menjadi burung dengan izin Allah, dan aku menyembuhkan orang yang buta dan berpenyakit lepra, dan aku menghidupkan orang mati, dengan izin Allah dan aku mengabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu.

Surat 5 Al Maa’idah ayat 110 :
Dan (ingat pula) ketika engkau (Isa AS) membuat bentuk burung dari tanah dengan izinKu, kemudian engkau meniup kepadanya, lalu dia menjadi burung dengan izinKu, dan engkau sembuhkan orang-orang buta dan orang-orang berpenyakit lepra dengan izinKu, dan di waktu engkau mengeluarkan orang mati (menjadi hidup) dengan izinKu.

II.4.5 Hanya Isa AS yang dibangkitkan kembali dan diangkat ke dalam diri Allah.
Nabi-nabi yang lain setelah wafat dikuburkan dan sebagian besar makam kuburan dari nabi-nabi tersebut masih ada. Sedangkan Isa AS setelah wafat dibangkitkan kembali dan langsung diangkat ke dalam diri Allah. Oleh sebab itu Isa AS adalah satu-satunya nabi yang tidak mempunyai kuburan karena dia langsung berada di dalam diri Allah sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

Surat 19 Maryam ayat 33 :
Dan keselamatan atasKU pada hari AKU dilahirkan dan pada hari AKU mati dan pada hari AKU dibangkitkan hidup kembali.

Surat 4 An Nisaa ayat 158 :
Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepadaNya. Dan Allah adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Surat 3 Aali Imraan ayat 55 :
(Ingatlah) tatkala Allah berfirman : “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikanMu, dan mengangkatMu kepadaKU, dan akan mensucikanMu dari orang-orang yang kafir.


II.5 ALLAH SWT DAN ISA AS YANG MENJADI SAKSI PADA HARI KIAMAT
Hanya Allah SWT dan Isa AS yang dapat menyelamatkan manusia pada waktu hari kiamat. Di dalam hal ini Isa AS dalam Al Qur’an ditempatkan pada kedudukan yang sama dengan Allah SWT, karena hanya Allah SWT dan Isa AS yang dapat menjadi saksi pada hari kiamat.
Dengan demikian, semua orang yang ingin selamat harus bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Isa AS, karena pada hari kiamat hanya mereka berdualah yang menjadi saksi atas diri semua orang.

Sebagaimana tertulis dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

Surat 22 Al Hajj ayat 17 :
Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabiin, Nasrani, Majusi, dan orang-orang yang mempersekutukan Allah, sesungguhnya allah akan memberi keputusan antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.


Surat 43 Az Zukhruf ayat 61 :
Dan sesungguhnya dia (Isa) adalah suatu tanda bagi khiamat, maka janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu, dan ikutilah AKU, inilah JALAN YANG LURUS.
(Wa innahu la’ilmul lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaas wa tabi’uuni haadzaa shiraathum mustaqiim)

Surat 43 Az Zukhruf ayat 63 :
Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, Dia berkata “ Sungguh AKU datang kepada kamu dengan hikmah dan supaya AKU terangkan kepada kamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan kepadaNYA”. Maka taqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKU.

Surat 4 An Nisaa ayat 159 :
Dan tidak seorangpun dari Ahli Kitab melainkan akan beriman kepada Isa sebelum matiNYA, dan pada hari kiamat DIA menjadi saksi terhadap mereka.





































BAB III
ISA AS DI DALAM KITAB HADITS
SHAHIH BUKHARI

Sebagaimana yang tertuang di dalam kitab Al Qur’an, maka di dalam kitab-kitab Hadits Shahih pun Isa AS ditempatkan pada kedudukan yang khusus yang menakjubkan. Antara lain di dalam kitab Hadits Shahih Bukhari. Isa AS, kedudukannya tidak disamakan dengan nabi-nabi lainnya, karena Isa AS adalah nabi yang paling kudus yg sama sekali tidak sama dengan manusia lainnya.
Kedudukan Isa AS yg sedemikian kudus tidak dapat dimiliki oleh siapapun di alam semesta ini kecuali oleh Allah SWT sendiri, bahkan dikatakan di dalam Al Qur’an bahwa Isa tidak dapat disentuh oleh setan atau iblis sekalipun.
Bahkan nabi besar Muhammad SAW pun menyatakan diri bahwa beliau adalah orang yang paling dekat dengan Isa AS, bahkan menganut agama yang sama dengan Isa AS.


III.1 ISA AS ADALAH ORANG YANG PALING KUDUS (SUCI) & LANGSUNG MASUK SURGA

Menurut Muhammad SAW, di dalam hadits Shahih Bukhari Nomor 1493, bahwa semua orang itu sejak lahirnya disentuh oleh setan (TELAH BERDOSA), kecuali Isa AS.
Sebagaimana dimaklumi bahwa setan / iblis selalu erat hubungannya dengan dosa manusia, dan hadits ini ingin mengemukakan bahwa semua orang telah berdosa, kecuali Isa AS. Hadits ini menggambarkan bahwa Isa AS adalah makluk paling kudus dan yang kesucianNya murni dan terkudus dari antara manusia. KesucianNya yang semurni ini hanya dapat dimiliki oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, baik Allah SWT maupun Isa AS tidak bisa disentuh oleh setan ataupun iblis.
Sedangkan terhadap manusia lainnya tanpa terkecuali, apakah ia seorang manusia biasa atau seorang nabi sekalipun, maka setan dapat menyentuhnya. Hal ini dapat kita lihat dalam hadits Shahih Bukhari Nomor 1493 sebagai berikut :

“Dari Abu Hurairah RA. Katanya “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak Adam yang baru lahir, disentuh oleh setan ketika lahirnya, lalu ia memekik menangis karenanya, selain Maryam dan anaknya.

Sedemikian sucinya Isa AS sehingga Al Qur’an menyatakan dengan jelas bahwa hanya Isa AS yg langsung masuk surga.

Surat 19 Maryam 19 :
"Hanya Isa anak Maryam yang langsung masuk surga karena Dia suci"

Bahkan Nabi besar Muhammad SAW pun sebelum wafatnya memintakan kepada seluruh umat Islam agar membacakan doa ‘shalawat nabi’ pada setiap kali selesai melaksanakan sholat untuk mendoakan keselamatan kepada diri nabi Muhammad SAW sendiri, agar tidak disentuh dan ditarik oleh setan ke dalam neraka dalam kehidupan akhiratnya kelak.
Bunyi Shalawat Nabi tsb adalah :
“Ya – Allah, karuniakanlah kepada junjungan kami Nabi Muhammad keselamatan, kemuliaan, dan tempat serta derajat yang tinggi seperti yang telah Engkau janjikan “.

Tampak dari bunyi Shalawat Nabi ini bahwa nabi Muhammad sendiripun tidak yakin akan dapat dan mampu menerima keselamatan, kemuliaan, dan tempat dan derajat kenabian yang akan diterimanya sebagai nabi, sehingga ia meminta kepada umatnya untuk selalu mendoakannya setiap habis melaksanakan sholat 5 waktu setiap hari agar Allah tidak lupa untuk menepati janjiNya.
Dalam hal ini, jelas sekali menunjukkan ketidakpercayaan Nabi Muhammad kepada Allah SWT akan keselamatan dirinya di akhirat kelak, apakah beliau nanti masuk surga atau neraka, sehingga Beliau sangat menekankan kepada seluruh umat Islam di dunia untuk senantiasa mendoakannya lima kali sehari untuk masa waktu yang tidak terbatas (selama sholat masih didirikan ?? )
Hal ini dapat dilihat pula di dalam Doa Nabi Muhammad SAW. sebelum beliau wafat:

Hadits Shahih Bukhari 1573 :
"Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah dengan Teman Yang Maha Tinggi"

Hadits Shahih Bukhari 1574
Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan: "Teman Yang Maha Tinggi" Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.


Siapakah "Teman Yang Maha Tinggi" itu?
Menurut catatan kaki Hadits Shahih Bukhari ialah "Malaikat dan nabi-nabi". Malaikat tidak disebut yang Maha Tinggi, jadi "teman" beliau bukan malaikat tetapi nabi-nabi. Lalu siapakah diantara para nabi yang layak disebut: "Yang Maha Tinggi".

Adapun nama-nama yang telah diberikan Allah kepada Nabi-nabi lain yaitu:
"Adam Shafiyulah" = Adam disucikan Allah
"Nuh najiyullah" = Nuh diselamatkan Allah
"Ibrahim khalilullah" = Ibrohim dikasihi Allah
"Isma'il dzabiihullah" = Ismail dikurbankan Allah
"Musa kaliimullah" = Musa difirmankan Allah
"Dawud khalifatullah" = Dawud dipimpin Allah

Namun beliau telah bersabda:

Hadits Shahih Bukhari 1501
"Saya yang lebih dekat Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu."
(Anaa aulan naasi bi 'iisabni maryama fid dun-yaa al aakhiraati wal anbiyaau ikhwaatul li 'allaatin ummahaatuhum syattaa wa diinuhum waahid)
Hadits Shahih Muslim 127
"Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya 'Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil.
(Wa ladzii nafsii bi yadihi layusyikanna ayyanzila fii kumubnu maryama hakaman muqsithan)

Maka "Teman Yang Maha Tinggi" itu adalah Isa Almasih anak Maryam.


Dan kita disarankan untuk mengikut Dia bila ingin memperoleh keselamatan itu, karena hidup kita semua berada di tanganNya.

Surat 43 Az Zukhruf ayat 61
"...ikutilah Aku, inilah jalan yang lurus."
(..wattabi'uuni haadzaa shiraathum mustaqiim.)


III.2 ISA AS ADALAH RUH ALLAH DAN FIRMAN/KALIMAHNYA
Menurut Muhammad SAW, di dalam hadits Shahih Bukhari Nomor 1496, Isa AS adalah penjelmaan makluk Allah di bumi ini. Bahwa Allah turun menjadi manusia melalui diri Isa AS.

“Siapa yang mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, esa dan tiada bersekutu, Muhammad hambaNya dan rasulNya, Isa hamba Allah, rasulNya dan kalimahNya (MakhlukNya) (Yaitu Isa AS), yang disampaikan kepada Maryam dan Ruh daripadaNya dan bahwa surga dan neraka itu sebenarnya, maka orang-orang itu akan dimasukkan Tuhan ke dalam surga menurut amalnya.


III.3 ISA AS ADALAH HAKIM YANG ADIL PADA AKHIR ZAMAN
Menurut Muhammad SAW, di dalam hadits Shahih Bukhari Nomor 1090, Isa AS adalah hakim pada akhir zaman yang akan datang. Bahwa Isa AS akan mengadili semua umat manusia, tidak terkecuali diri Nabi Muhammad sendiri :

“Demi Allah yang diriku dalam genggamanNya ! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil.

Hadits Ibnu Majah
“Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putra Maryam."
(Laa mahdia illa isabnu Maryama)

Hadits ini mengungkapkan bahwa pada akhir zaman atau pada hari kiamat, Isa AS akan menjadi hakim yang akan menghakimi seluruh umat manusia.


III.4 MUHAMMAD SAW PALING DEKAT DAN SATU KETURUNAN DENGAN ISA AS

Dalam hadits ini begitu penting dan tingginya kedudukan Isa AS sampai-sampai nabi Muhammad SAW sendiri perlu menyatakan dirinya adalah orang yang dekat sekali bahkan paling dekat dengan Isa AS, dan satu keturunan dengan Isa AS, dan juga memeluk agama yang sama.
Hal ini dapat dilihat pada Hadits Shahih Bukhari No 1500 :

Saya mendengar rasululah bersabda “Sayalah orang yang paling dekat kepada anak Maryam (Isa). Semua nabi-nabi itu seketurunan. Tiada seorangpun nabi dalam masa antara saya dengan Dia”.

Hadits Shahih Bukhari No 1501 :

Rasululah SAW bersabda “Saya lebih dekat dengan Isa anak Maryam di dunia dan akhirat. Semua nabi-nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedangkan agamanya satu.




























BAB IV
PENGIKUT ISA AS

Telah kita bahwa kedudukan Isa AS sangat tinggi martabatnya sebagaimana dituangkan dalam kitab Al Qur’an. Selain itu, dapat pula kita lihat dari Al Qur’an bahwa pengikut-pengikut Isa AS, ayng disebut orang-orang Nasrani (Kristen) juga mempunyai kedudukan yang khusus yang berbeda dengan ummat manusia lainnya. Hal ini dapat dilihat dari ayat-ayat Al Qur’an sbb :


IV.1 UMAT NASRANI (KRISTEN) LANGSUNG MASUK SURGA
Menurut ajaran agama Islam yg berdasarkan Al Qur’an, maka setiap orang yang mati akan masuk neraka terlebih dahulu dan kemudian Allah akan menyelamatkan orang yang tidak berdosa untuk dipindahkan ke surga, sedangkan orang-orang yang berdosa tetap tinggal di neraka untuk selama-lamanya.

Surat Maryam ayat 71-72 :
Dan tidak ada seorangpun dari padamu melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Hal tersebut di atas ternyata tidak berlaku bagi orang-orang Nasrani (yang juga sering disebut ahli kitab), karena menurut Al Qur’an, dosa-dosa mereka sudah dihapus sehingga jika mereka mati maka mereka akan langsung masuk surga. Pengikut Isa AS ternyata mendapatkan suatu jalan langsung masuk ke surga seperti halnya Isa AS sendiri.

Surat 5 Al Maa’idah ayat 65 :
Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertaqwa, tentulah Kami tutup (hapuskan) kejahatan-kejahatan mereka dan tentulah Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.


IV.2 PENGIKUT ISA AS BERADA DI ATAS UMAT MANUSIA LAINNYA

Karena Allah SWT mensucikan Isa AS dari orang-orang kafir, maka pengikut Isa AS juga diberi tempat yang lebih tinggi di atas umat manusia lainnya, terutama di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat.

Surat 3 Aali Imraan ayat 55 :
Ingatlah tatkala Allah berfirman “Hai Isa, sesungguhnya AKU akan mematikanMU, dan mengangkatMU kepadaKU, dan akan mensucikanMU dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMU di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat.


IV.3 UMAT NASRANI (KRISTEN) AKAN MENERIMA PAHALA DAN SELALU
BERSUKACITA

Allah SWT menempatkan kedudukan umat Kristen yg beriman pada kedudukan yang lebih tinggi di atas orang-orang kafir dan memperoleh pahala serta bersukacita, sebagaimana dituangkan dalam ayat-ayat Al Qur’an :

Surat 2 Al Baqarah ayat 62 :
Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, barangsiapa yang beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala di sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan bagi mereka, dan tidak (pula) mereka berduka cita.

Surat 3 Aali Imraan ayat 199 :
Dan sesungguhnya diantara orang-orang ahli kitab ada yang beriman kepada Allah, dan apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang telah diturunkan kepada mereka, sedang mereka merendah diri kepada Allah, mereka tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungannya.

Surat 5 Al Maa’idah ayat 69 :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabiin, dan orang-orang Nasrani, barangsiapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Surat 4 An Nisaa ayat 162 :
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelumnya (Taurat dan Injil), dan orang-orang yang mendirikan salat, menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian, akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.














IV.4 UMAT KRISTEN YANG PALING DEKAT DAN PALING MENGASIHI UMAT ISLAM

Pada waktu Muhammad SAW masih hidup, maka Allah SWT memerintahkan kepada Muhammad SAW agar jika Muhammad ragu-ragu terhadap wahyu yang diturunkan kepadanya, maka Muhammad SAW harus bertanya kepada orang-orang Kristen (yang juga sering disebut Ahli Kitab) sebagaimana dituangkan dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

Surat 10 Yuunus ayat 94 :
Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab sebelum engkau (Taurat dan Injil). Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu-ragu.

Dari ayat-ayat di atas jelas bahwa Allah SWT berkehendak agar Muhammad SAW menghilangkan keragu-raguannya dengan cara menghubungi orang Kristen (yang juga sering disebut Ahli Kitab) untuk menanyakan jawaban atas keragu-raguannya.. Bahkan di surat Assajdah berikut ini, Allah SWT sendiri menganjurkan agar Muhammad menemui dan membaca Alkitab (Taurat) sendiri agar tidak ragu-ragu lagi akan kebenarannya :

Surat 32 Assajdah ayat 23 :
Dan sungguh telah Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat), maka janganlah engkau di dalam keraguan menemuinya, dan Kami menjadikan (Taurat) sebagai petunjuk bagi bani Israel.

Oleh sebab itu Muhammad SAW melarang untuk membantah terhadap orang-orang Kristen (yang juga sering disebut Ahli Kitab) karena Tuhan dari Muhammad SAW dan Tuhannya orang-orang Kristen adalah Tuhan yang sama sebagaimana tertuang dalam :

Surat 29 Al Ankabut ayat 46 :
Dan janganlah kamu berbantah dengan Ahli Kitab, melainkan dengan yang lebih baik, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka dan katakanlah “Kami telah beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (Al Qur’an) dan apa yang diturunkan kepada kamu (Taurat dan Injil). Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu dan kepadaNya kamu berserah diri.









Selain daripada ayat-ayat tsb dapat pula dilihat bahwa Allah SWT menghendaki hubungan yang erat dan saling mengasihi antara umat Islam dan Kristen sebagaimana tertuang di dalam :

Surat 5 Al Maa’idah ayat 82 :
Sungguh akan engkau dapati orang-orang yang paling keras permusuhan terhadap orang-orang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang Musrik, dan sesungguhnya akan engkau dapati (pula) orang-orang yang paling dekat kasih sayangnya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani (Kristen)”.
Yang demikian itu disebabkan diantara mereka ada pendeta-pendeta dan rahib-rahib dan sesungguhnya mereka itu tidak menyombongkan diri.


































BAB V
KESIMPULAN

Pandangan Islam yang tertuang dalam Kitab Al Qur’an dan Kitab Hadits Shahih Bukhari tentang Isa AS sungguh menakjubkan. Kita dapat menarik dua kesimpulan dari Kitab Al Qur’an , yaitu :

Pertama
Tentang bagaimana caranya Al Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam dapat dipahami secara benar.
Kedua
Tentang bagaimana Al Qur’an menonjolkan kedudukan Isa AS yang selalu dikaitkan dengan Allah SWT.


V.1 KESIMPULAN PERTAMA
Untuk memahami Al Qur’an secara benar kita harus mengikuti petunjuk yang dituangkan dalam ayat-ayat Al Qur’an dengan menggunakan akal dan pikiran sehat agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang sesat. Untuk mendapatkan pikiran yang benar itu maka perlu membaca dan mendalami Al Qur’an dengan cara membaca Alkitab, karena menurut surat 43 Az Zukhruf ayat 4 menyebutkan bahwa Al Qur’an itu berada dalam induk Alkitab. Oleh sebab itu, untuk dapat memahami Al Qur’an secara benar haruslah Alkitab ini dibaca karena Alkitab memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus sebagaimana yang dituangkan dalam surat 46 Al Ahqaaf 30.

Adapun maksud diturunkannya Al Qur’an melalui Muhammad SAW ialah untuk :

Untuk memberi peringatan kepada bangsa Arab agar mereka kembali ke agama Tauhid yaitu menyembah Tuhan Yang Maha Esa dengan mengukuhkan Taurat dan Injil.
Untuk mengukuhkan keberadaan Al Qur’an dalam induk Alkitab oleh sebab itu untuk memperoleh kebenaran dan keselamatan sudah seharusnya berpegang kepada Alkitab sebagaimana yang disabdakan oleh Muhammad SAW sebelum beliau wafat

“Kutinggalkan untuk kamu dua perkara (pusaka), tidaklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegan pada keduanya, yaitu Alkitab dan Sunnah RasulNya.

Yang dimaksud dengan Alkitab tidak lain adalah Taurat dan Injil, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sedangkan yang dimaksud dengan sunnah RasulNya ialah segala tindakan dan perintah dari Isa AS sebagai RasulNya (Rasul dari Alkitab) tersebut.
Dalam hubungan ini perlu diketahui bahwa kitab Al Qur’an belum terwujud pada waktu Muhammad SAW wafat, tetapi baru sesudah kurang lebih 15 tahun beliau wafat.



V.1 KESIMPULAN KEDUA
Ada delapan hal yang menonjol dari pandangan Islam berdasarkan Al Qur’an dalam mengemukakan pribadi Isa AS yang selalu dikaitkan dengan Allah SWT, yaitu :

Bahwa Isa AS adalah seorang yang paling terkemuka kedudukannya di dunia dan akhirat (Surat 3 Alli Imraan 45). Seorang yang terkemuka di dunia adalah seorang yang tertinggi kedudukannya di dunia yg dapat diumpamakan sbg raja dunia. Sedangkan seorang yg terkemuka di akhirat mempunyai kedudukan yang sama kedudukannya dengan Allah SWT. Mengapa ??? Sebab hanya Allah SWT saja yang boleh menjadi yg tertinggi dan terkemuka di akhirat. Karena Allah SWT menyaksikan segala sesuatu.
Bahwa Isa AS dapat menciptakan makluk hidup yaitu burung dari tanah dan menghidupkan orang mati. Sedangkan kemampuan yang sebagaimana dimiliki Isa AS hanyalah dapat dimiliki oleh Allah SWT, karena Allah SWT adalah yang berhak menghidupkan dan mematikan segala makluk di alam semesta ini.
Bahwa Isa AS tidak menerima wahyu seperti nabi-nabi lainnya tetapi langsung berbicara firman Tuhan bahkan sejak dari bayi sampai dewasa menunjukkan bahwa Allah SWT ada di dalam Isa AS dan berbicara langsung melalui mulut Isa AS.
Bahwa Isa AS adalah satu-satunya makluk manusia di dunia yang tidak bisa disentuh setan atau iblis sekalipun, berarti bahwa Isa AS adalah satu-satunya makluk yg paling murni kesucianNya. Kesucian yang paling murni hanyalah dimiliki oleh Allah SWT.
Allah SWT telah mengingatkan kepada kita melalui ayat-ayat Al Qur’an bahwa Taurat dan Injil yg disiarkan oleh Isa AS memberi petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus. (Surat 46 Al Ahqaaf ayat 30)
Bahwa hanya Isa AS dan Allah SWT yang menjadi saksi pada hari kiamat di mana Isa AS adalah hakim yang adil dan yang menentukan siapa yang masuk surga atau neraka. Hal ini berarti bahwa Isa AS memiliki wewenang yg sama dengan wewenang Allah SWT dalam menentukan seseorang masuk surga atau neraka.
Bahwa Isa AS adalah satu-satunya nabi yang tidak mempunyai makam kuburannya karena setelah Dia mati, Dia hidup kembali dan diangkat kembali kepada diri Allah SWT. Dengan demikian, maka Isa AS akan hidup terus karena IA berada di dalam diri Allah SWT dan menyatu denganNya.
Karena pengikut-pengikut Isa AS yg disebut orang Kristen (yang juga sering disebut Ahli Kitab) percaya bahwa Isa AS adalah Allah SWT, maka mereka langsung masuk surga, sedangkan ummat di luar pengikut Isa AS harus masuk neraka terlebih dahulu.

Dengan melihat kesemua point di atas, jelas sekali bahwa Al Qur’an sebenarnya adalah firman Allah yang mengungkapkan bahwa Isa AS adalah Allah SWT sendiri yang turun menjadi manusia, yang patut disembah dan kita harus bertaqwa serta taat kepadaNya agar kita dapat menerima surga keselamatan yang dijanjikan tersebut.






Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa Allah harus sampai turun ke dunia dan menjelma menjadi manusia ??? Apakah agama-agama yang telah ada tidak dapat mengantarkan manusia ke dalam keselamatan surga ???

Agama dengan syariat-syariatnya yang harus ditaati dan dilaksanakan sepenuhnya sepanjang umur hidup manusia. Apakah selama hidup kita (dengan kekuatan manusia sendiri) mampu untuk melaksanakan kesemua hal tersebut ?? Seberapa tekunkah kita mampu untuk selalu menjalankan syariat-syariat tersebut, dan adakah tolak ukur yang pasti dalam menjalankannya agar kita dapat menerima surga keselamatan tersebut ??
Jawabannya adalah “TIDAK ADA TOLAK UKUR YANG PASTI”.

Dengan tidak adanya tolak ukur yang pasti tersebut, maka hampir seluruh agama yang ada dalam doanya selalu memanjatkan permohonan agar ditunjukkan ‘SUATU JALAN YANG LURUS’ yang dapat mengantarkan manusia kepada surga keselamatan tersebut.
(Tidak terkecuali umat Islam saat ini).

Allah SWT juga menyadari hal tsb, sehingga Dia sendiri perlu turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari kebinasaan neraka abadi, untuk membawa manusia ke dalam surga keselamatan tersebut.

Sebagai seorang muslim yg saleh sudah seharusnya percaya kepada ayat-ayat Al Qur’an sebagaimana telah dijelaskan di atas, sebab bagi orang-orang yang tidak percaya dan ingkar terhadap ayat-ayat Al Qur’an tersebut, orang tersebut dianggap sebagai orang kafir terhadap Isa AS dan hatinya akan dikunci Allah dan menerima siksaan, sebagaimana tertuang dalam ayat-ayat Al Qur’an sbb :

Surat 4 An Nisaa ayat 155-156 :
Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafiran mereka, maka mereka tidak beriman kecuali sedikit. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).

Surat 4 An Nisaa ayat 150-151 :
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Allah dan rasulNya, dan mereka menghendaki untuk memisahkan antara Allah dan rasulNya, dan mereka berkata: “Kami beriman kepada sebahagian dan ingkar kepada sebahagian”, dan mereka menghendaki untuk mengambil suatu jalan diantara yang demikian itu, mereka itulah orang yang benar-benar kafir, dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan.







Sedangkan bagi orang-orang yg tidak percaya dan ingkar kepada Al Qur’an, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam neraka :

Surat 2 Al Baqarah ayat 39 :
Dan orang-orang yg ingkar dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

Surat 3 Aali Imraan ayat 4 :
Sesungguhnya orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Kami, bagi mereka azab yang berat. Dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan (siksa).

Surat 4 An Nisaa ayat 56 :
Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Kami, akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kulit mereka hangus, Kami gantikan dengan kulit yg lain agar mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Oleh sebab itu bagi orang-orang Muslim, sebaiknya kita hidup berkenan kepada Allah SWT dan seyogyanya kita menjadi muslim yg soleh yang beriman kepada Allah SWT dan percaya kepada ayat-ayat Al Qur’an yg diturunkanNya dan berjanji kepada Allah.

Bahwa di dalam melakukan ibada shalat 5 kali sehari dengan jumlah raka’at 17 raka’at, pada setiap raka’at kita selalu mengucapkan Alfaatihah dengan antara lain ayatnya yg ke-6 yg berbunyi :

“Ihdinas Shiraathal Mustaqiim”, yang berarti “Tunjukilah kami jalan yang lurus”.

Dengan demikian, hampir setiap hari minimal 17 kali kita meminta kepada Allah SWT agar ditunjukkan jalan yang lurus selama umur hidup kita.

Sebenarnya, permohonan kita tersebut sudah dijawab oleh Allah SWT dalam Al Qur’an surat Az Zukhruf ayat 61 dan 63 yang menyatakan bahwa jalan yang lurus itu sesungguhnya ada pada Isa AS yang akan menjadi tanda bagi kiamat dan tidak boleh diragukan. Oleh karena itu, kita harus percaya kepada Allah SWT dan taat kepada Isa AS, sebab inilah jalan yang lurus.

Surat 43 Az Zukhruf ayat 61 :
Dan sesungguhnya dia (Isa) adalah suatu tanda bagi khiamat, maka janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu, dan ikutilah AKU, inilah JALAN YANG LURUS.
(Wa innahu la’ilmul lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaas wa tabi’uuni haadzaa shiraathum mustaqiim)



Surat 43 Az Zukhruf ayat 63 :
Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, Dia berkata “ Sungguh AKU datang kepada kamu dengan hikmah dan supaya AKU terangkan kepada kamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan kepadaNYA”. Maka taqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKU.

Disamping surat Az Zukhruf tersebut, maka jalan yang lurus telah dituangkan oleh Allah SWT di dalam surat Al Ahqaaf ayat 30 yang menyatakan bahwa kitab Taurat dan Injil memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

Surat 46 Al Ahqaaf ayat 30:
Mereka berkata “Hai kaum kami”. Sesungguhnya kami telah mendengar (Injil) yang diturunkan sesudah Musa, yang membenarkan kitab sebelumnya (Taurat), yang memberikan petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

Memohon terus menerus dengan permohonan yang sama kepada Allah SWT sejak kita belajar beribadah shalat sampai kepada akhir hayat kita memberi kesan seolah-olah Allah SWT tidak menjawab doa permohonan kita, padahal sesungguhnya Allah SWT sudah langsung menjawab permohonan doa kita. Masalahnya sekarang adalah apakah kita akan mengikuti perintah Allah SWT atau tidak ???

Sudahkah kita menerima DIA ???
Surga dan Neraka tergantung pada jawaban anda sekarang ….

Selasa, 20 Januari 2009

Hubbul Wathoni minal Iman (Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman)


Ini jawaban untuk mereka yg memaki-maki Hamas, menyalah-nyalahkan Hamas, dan mengatakan, “Perang ini adalah kesalahan Hamas! Mengapa Hamas nekad melemparkan roket ke Israel!”
Artikel di bawah ini ditulis oleh orang Yahudi Israel sendiri, dimuat di koran terkemuka Israel : Haaretz.
Buat Anda yang berkali-kali posting komen memaki-maki saya, saya sarankan, baca tulisan ini baik-baik (dan sori, saya tidak akan meloloskan komen murahan yang berisi caci-maki. Bila Anda kontra pada pendapat saya, silahkan sampaikan pendapat Anda sendiri dengan elegan dan sopan!). Orang Israel aja (sebagian) bisa mikir bahwa memang mereka sendiri yang salah kok, mengapa Anda malah membela Israel dan menyalah-nyalahkan Hamas?
***
History did not begin with the QassamsBy Amira Hass (Haaretz.com)
(diterjemahkan oleh Dina Y. Sulaeman; frasa dalam [...] adalah penjelasan dari Dina)
Sejarah tidak dimulai dengan roket Qassam. Tapi bagi kita, orang Israel, sejarah selalu dimulai ketika orang Palestina melukai kita dan kemudian luka itu dilepaskan dari konteksnya sama sekali. Kita berpikir bahwa bila kita menimbulkan luka yang lebih besar lagi di tubuh Palestina, mereka akhirnya akan belajar [untuk tidak melukai kita]. Sebagian orang menyebut hal ini sebagai ‘keberhasilan’.
Namun ‘pelajaran’ itu tetap abstrak bagi sebagian besar orang Israel. Media Israel memberitakan informasi yang minim, miskin kebenaran, serta penuh [cerita tentang] jenderal dan orang-orang sejenis mereka . Informasi itu tidak memberi kebanggaan bagi keberhasilan kita: anak-anak yang dibantai dan jasad-jasad yang terkubur di bawah puing-puing, orang-orang terluka yang mati kehabisan darah karena tentara kita menembaki kru ambulans, gadis kecil yang kakinya diamputasi karena lukanya sangat parah akibat [tembakan] berbagai jenis senjata, ayah yang hancur berlinangan air mata, pemukiman pendudukan yang hancur lebur, luka bakar mengerikan akibat fosfor putih [zat kimia yang dipakai pasukan Israel], dan ‘mini-transfer’—puluhan ribu penduduk yang sudah terusir dari rumah mereka dan masih terusir hingga kini, diperintahkan untuk tinggal berjejalan di sebuah area yang secara kontinyu semakin mengecil, dan berada di bawah hujan bom dan granat.
Sejak Otoritas Palestina didirikan, mesin PR (Public Relation) Israel membesar-besarkan bahaya ancaman militer yang ditimbulkan orang Palestina kepada kita. Ketika mereka berpindah dari [penggunaan] batu ke senapan, dari bom Molotov ke bom bunuh diri, dari bom jalanan ke Qassam, dari Qassam ke Grad [peluru kendali], dari PLO ke Hamas, kita berkata dengan nada menang, “Kami sudah bilang, kan? Mereka itu anti Yahudi.” Dan karena itu, kita berhak untuk bersikap buas.
Hal yang membuat militer Israel mampu melakukan kebuasannya –kata yang tepat tak saya temukan di kamus saya- adalah isolasi step-by-step Jalur Gaza. Isolasi itu membuat penduduk Gaza menjadi objek yang abstrak, tanpa nama dan alamat -selain alamat orang-orang bersenjata, dan tanpa sejarah sejak hari yang ditetapkan oleh agen keamanan Shin Bet.
Pengepungan Gaza tidak dimulai ketika Hamas menguasai organ keamanan di sana, atau ketika Gilad Shalit ditawan, atau ketika Hamas terpilih dalam pemilu demokratis. Pengepungan itu dimulai th 1991-sebelum ternjadi bom bunuh diri. Dan sejak itu, proses pengepungan menajdi semakin canggih dan mencapai puncaknya tahun 2005.
Mesin PR Israel dengan gembira menampilkan proses penarikan pasukan [thn 2005] sebagai berakhirnya pendudukan, tanpa tahu malu menutupi fakta sesungguhnya. Isolasi dan penutupan [Gaza] disebut-sebut sebagai ‘keperluan militer’. Tapi kita adalah gadis dan bujang yang sudah besar, dan kita paham bahwa ‘keperluan militer’ dan kebohongan yang terus-menerus itu demi mecapai tujuan negara. Tujuan Israel adalah untuk menggagalkan ‘solusi dua negara’ yang diharapkan dunia sejak Perang Dingin berakhir tahun 1990. Ini bukanlah solusi yang sempurna, tapi orang Palestina akhirnya bersedia menerimanya.
Gaza bukanlah kekuatan militer yang menyerang tetangganya yang kecil dan pencinta damai, Israel. Gaza adalah wilayah yang dijajah Israel tahun 1967, bersama dengan Tepi Barat. Penduduknya adalah bagian dari bangsa Palestina, yang kehilangan tanah dan tanah airnya pada tahun 1948.
Pada tahun 1993, Israel memiliki kesempatan emas untuk membuktikan kepada dunia bahwa apa yang dikatakan orang tentang kita tidaklah benar, bahwa Israel bukan negara kolonialis. Bahwa pengusiran sebuah bangsa dari tanah air mereka demi pendirian [negara] Yahudi bukanlah basis dan inti dari keberadaan Israel. Pada tahun 1990-an [proses perundingan Oslo], Israel memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa [kejadian] tahun 1948 bukanlah paradigma Israel.
Tapi, Israel melepaskan kesempatan itu. Bahkan, Israel mempercanggih teknik perampokan tanah dan pengusiran orang-orang dari rumah mereka; dan mengepung orang-orang Palestina di wilayah yang terisolasi. Dan sekarang, selama hari-hari yang gelap ini, Israel sedang membuktikan bahwa 1948 tidak pernah berakhir.
Source : Dina Y. Sulaeman - Blog

Indonesia Berhutang Jasa Dengan Palestine


Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap negara tersebut. Hari ini ketika Palestina diserang, mengapa kita (bangsa Indonesia) ikut sibuk?
Sebagai orang Indonesia, sejarah menjelaskan bahwa kita berhutang dukungan untuk Palestina dan negara arab lain.
Dari berbagai sumber yang diperoleh, Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.
Kenapa Kita Memikirkan Palestina?
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia: pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.
Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan. Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.
Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI.
Seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia”. Setelah itu dukungan mengalir, di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.
Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Shalat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah putih? tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.
Sekarang bagaimana rasannya saat melihat bendera kita di kibarkan oleh bangsa lain dengan kesadaran penuh menunjukan rasa solidaritasnya, karena mereka peduli Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan: “Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”
Tentu saja, motivasi yang kita bangun tidak hanya dari aspek historis, namun ini kita dapat ambil sebagai sebuah pelajaran untuk mengingatkan kembali betapa palestina pernah melakukan hal yang sama terhadap Indonesia. (jk/dak/sm/berbagai sumber/www.suara-islam.com)

Kamis, 15 Januari 2009

Kaum Yahudi Iran Tolak Pindah ke Israel

Orang-orang Yahudi di Iran menolak dipindahkan ke Israel meski ditawari uang dengan jumlah besar. Mereka menyatakan kesetiaan mereka sebagai bagian dari rakyat Iran.
Seorang Yahudi perantauan yang sangat kaya, lewat lembaga dana yang didirikannya, menawarkan insentif bagi orang-orang Yahudi di Iran berupa uang tunai yang besarnya antara 5 ribu pounsterling per orang sampai 30 ribu poundsterling per keluarga, jika mereka mau pindah ke Israel.
Penawaran itu atas restu dari para pejabat Israel dan merupakan dana tambahan dari paket yang biasa diberikan Israel bagi para Yahudi diaspora yang bersedia beremigrasi ke Israel.
Saat ini, jumlah komunitas Yahudi di Iran mencapai 25 ribu orang, dan mereka termasuk komunitas yang cukup kuat. “Identitas Yahudi Iran tidak diperdagangkan demi sejumlah uang, ” demikian bunyi pernyataan resmi komunitas Yahudi Iran.
Mereka juga menyatakan, “Yahudi Iran adalah bagian dari masyarakat Iran yang tertua. Yahudi Iran mencintai kebudayaan dan identitas ke-Iran-an mereka. Oleh sebab itu, mereka yang mengeluarkan ancaman-ancaman dan bujukan-bujukan politik, tidak akan berhasil mencapai tujuan mereka untuk menghapus identitas Yahudi Iran.”
Surat kabar terbitan Israel, Ma’ariv melaporkan, jumlah insentif sebenarnya sudah dinaikkan dua kali lipat, karena tawaran pertama sebesar 2. 500 poundsterling gagal untuk membujuk para Yahudi Iran agar mau pindah ke Israel. Setelah jumlahnya dinaikkan dua kali lipat, kaum Yahudi di Iran tetap menolak pindah ke Israel.
Tokoh Yahudi Iran, Morris Motamed mengatakan tawaran insentif itu merupakan pelecehan dan menjadi ujian bagi orang-orang Yahudi atas kesetiaan mereka pada Iran.
“Tawaran itu seolah-olah Yahudi Iran bisa dipaksa dengan sejumlah uang. Yahudi Iran selama ini selalu bebas untuk beremigrasi dan 3/4 dari mereka beremigrasi pasca revolusi Islam, tapi 70 persen dari mereka pergi ke Amerika, bukan ke Israel, ” kata Motamed.
Populasi Yahudi Iran menurun sekitar 80 ribu orang pada saat pecah revolusi Iran tahun 1979, namun jumlahnya di Iran masih tetap yang terbesar dibandingkan di negara-negara Timur Tengah lainnya. Kaum Yahudi sudah hidup di Iran sejak 700 tahun sebelum Masehi.
Persoalan yang kerap terjadi antara pemerintah Iran dan kaum Yahudi Iran, adalah masalah ketidakpercayaan dan pengawasan oleh pemerintah Iran. Pada tahun 2000, sepuluh orang Yahudi di selatan kota Shiraz ditahan karena menjadi mata-mata untuk Israel.
Seorang pengusaha Yahudi bernama Ruhollah Kadkhodah-Zadeh, dihukum gantung pada tahun 1998 dengan tuduhan telah membantu orang-orang Yahudi beremigrasi.
Secara umum, kaum Yahudi di Iran berusaha menghindari kontroversi. Tahun 2006 lalu, Motamed menulis surat protes pada Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad karena telah menyebut holocaust sebagai sebuah “mitos.”
Meski demikian, di Iran, kaum Yahudi bebas melakukan ibadah agamanya dan boleh mengelola sekolahnya sendiri. Dan meski Iran-Israel tidak punya hubungan diplomatik, kaum Yahudi Iran bisa kapan saja pergi ke Israel untuk berkunjung ke kerabat mereka. (ln/guardian)
Source : http://www.eramusli m.com/berita/ int